Dinner Mewah dan Sunset Indah Di North Borneo Cruises, Sabah

6 comments

Makan malam biasanya di warteg atau tukang bakso keliling di depan kosan. Tidak pernah melebihi mewahnya itu, kecuali kalau di undang ke hotel atau dinner bersama petinggi dari perusahaan, namun tidak pernah terbayangkan untuk Dinner di Cruises yang mewah dan penuh dengan hiburan. 

Pagi hari, sesuai dengan jadwal kami mengunjungi Pasar Nabalu, Cattle Farm dan Kinabalu Park yang berjarak kurang dari satu jam dari Kota Kinabalu, Ibukota Sabah. Keceriaan pagi dan siang hari rupanya berlanjut ke sore harinya. Semangat masih membara karena kami akan melihat sunset sekaligus menikmati Dinner di kapal pesiar mewah seharga kurang lebih 800 ribu jika di kurskan ke Rupiah (RM 235). Tentu saja makan malam ini akan sangat menarik karena saya baru pertama kali Dinner di Cruises. Kalau Dinner di hotel sudah pasti pernah, namun tentu saja sensasinya akan sangat berbeda.

Tidaklah cukup dengan berdiam saja ketika kami sampai lebih cepat dari yang diperkirakan. Ada-ada saja tingkah yang dilakukan oleh kesepuluh teman saya. Ada yang mengambil foto, ada yang bersantai, ada yang berjoget dan ada yang merekam kehebohan kami berjoget. Musik yang entah dari mana sumbernya membuat kami bergoyang tanpa disadari, apalagi musiknya sangat familiar dan up beat. 

Dimulai dengan Kak Irene dan saya, kemudian mereka beramai-ramai mengikuti kami berdua. Malu, tentu saja kami mengubur dalam kata-kata itu. Malahan ada bule yang mengambil video ata kehebohan kami di bibir pantai dan dermaga, tempat bersadar kapal pesiar kami. Kami tak berhenti pada satu lagu saja, bahkan kami bergoyang sampai berganti genre dari up beat ke mellow. Semuanya kami babat dengan keriaan. Setelah selesai, rupanya pak Jun, guide kami, belum memanggil untuk masuk. Kami pun pindah lokasi beberapa meter untuk kembali berjoget bersama. 


Hanya Multi dan Mba Levi yang malu-malu dan tidak bergabung dengan kami. Jadilah 9 orang yang tidak tahu malu ini merekam semua kehebohan dan tarian tak bergaya apapun di dalam kamera saya. Setelah memutar ulang pun, saya masih tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya. Next, akan saya upload keseruan joget ini di youtube channel saya di www.youtube.com/user/salmanbiroe

Sebelum pak Jun memanggil, tak lupa kami berfoto-foto di bawah temaran sinar matahari yang kian merudep karena memang sudah sore. Rupanya awan tebal masih mewarnai sore ini, bahkan ketika saya berfoto pun awan itu masih menghias dan membentuk foto yang eksotis karan awan dan matahari saling menutupi satu sama lain.

Pak Jun memanggil kami, sementara kami sudah setengah siap tinggal membawa tas-tas yang kami bawa. Dinner kali ini memang semi formal, namun pakaian yang saya kenakan hanya kaos dan jeans dengan sepatu kesukaan berwarna biru. Setelah dilihat memang Dinner kali ini tak seformal yang dirasakan, hanya saja memang kesan mewah yang menjadikan permasalahan pakaian pun serasa harus mengikutinya. Namun, yang lain pun ada yang sangat formal dan berpakaian seperti saya. Jadi, saya tidak salah kostum kali ini.


Kami memasuki pintu yang dijaga beberapa petugas. Sebelum masuk, tangan kami digelangkan tanda masuk berwarna ungu seperti tanda masuk ke Dufan atau wahana permainan. Langkah saya bergerak menuju ke sebuah kapal pesiar berwarna putih. Dari luar tampak tidak ada yang istimewa, namun setelah saya masuk, rasanya berada di Surga karena disambut banyak orang. Selain itu, makanan sudah rapi dan tersedia untuk kami semua. Tak lama setelah duduk, kami pun mengintari meja saji yang berada di tengah. 

Terus terang saya tak cukup lapar sore itu, karena sempat makan banyak dengan komposisi yang cukup mengenyangkan. Namun, untuk sekedar mengisi perut, saya mengambil makanan yang ringan-ringan saja seperti sayuran dan mie serta buah. Tidak ada nasi ataupun daging yang biasa selalu lahap saya makan. Saya sebetulnya sedang menghindari nasi, karena sudah lama mengidamkan berat badan dibawah 100 kg (Mohon untuk percaya saja dengan pernyataan saya ini), hahaha.

Lagu-lagu dari pengeras suara menghanyutkan suasana karena beberapa lagu memang sangat romantis. Dua sejoli atau suami istri pasti akan terhanyut dan menikmati makan malam yang mewah ini. Lagu romantis memang everlasting, apalagi rata-rata yang datang sudah berusia 20 tahun ke atas, jadi telah tahu lagu-lagu dari tahun 1990-an. Seperti lagu my valentine atau lagu Titanic yang sangat fenomenal pada tahun 1997. 

Sementara lagu terus berputar dan menikmati makanan, dari luar pun sunset memanggil kami dengan penuh kehangatan. Saya dan kawan-kawan pun akhirnya menuju ke atas kapal. Dan, ternyata sunset yang kami tunggu-tunggu pun muncul dengan sangat jelas meski agak tertutup oleh awan, namun masih tetap terlihat dengan jelas.


Setelah naik keatas kapal, saatnya kini bergaya ala-ala foto model. Kami tak menyia-yiakan kesempatan untuk berfoto dengan latar lautan di atas kapal. Hasilnya memang sungguh mengagumkan karena benar-benar terlihat seperti foto model. Foto diatas adalah salah satu yang bisa saya banggakan. 

Setelah puas dengan berfoto-foto, kami pun mengikuti live music yang berada dibawah. Suara live muc bisa terdengar sampai dek kapal yang paling atas, sehingga kami masih bisa bernyanyi-nyanyi dan berjoget bersama. Seperti biasa, kalau ada satu yang mengawali maka selanjutnya akan ada orang yang mengikuti jogetan ini. Kak Irene yang biasanya mengawalinya kali ini berjoget bersama dengan lagu-lagu dari live music.Dan, inilah keseruan kami pada sore itu. Walaupun banyak sekali yang melihat kearah kami, tapi kami tetap berjoget bersama dan tidak menghiraukan apapun disekliling kami. We have fun.


Setelah kami berada diatas cukup lama, kemudian kami masuk kembali karena sunset sudah breganti malam dan Dinner masih kami lanjutkan. Di dalam, live music sepertinya mampu menyihir kam dengan lagu-lagu yang danceable sehingga kami pun tetap berdiri dan mengikuti irama setiap lagu. Seperti layaknya pemadu sorak, kami berjingkrak-jingkrak setiap ada lagu yang menarik. Selain kami, terdapat Pak Joshua dan Bu Nur dari Air Asia, sayang sekali Pak Bobby dari Sabah Tourism Board tidak dapat hadir karena ada event yang harus dihadiri.

Indra menyanyikan dua buah lagu. Tentu saja semua orang terpana melihat pancaran aura sang MC dan Penyanyi yang sering menghibur masyarakat di Lampung ini. Setelah penampilan selesai, lagu Gangnam Style pun menghipnotis kami dan membuat kami harus tampil di depan para tamu lain. Jadilah pertunjukan ini milik kami, Blogger Indonesia yang menjelajah Sabah beberapa hari ini. 

Keseruan kami belum berakhir karena ada sebuah lagu berjudul Sayang Kinabalu yang dinyanyiakan oleh penyanyi dati North Borneo Cruises sebagai penutupnya. Semua tamu pun diajak untuk berjoget bersama sebagai penutup keriaan malam itu. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan menikmati dinner mewah dan sunset indah di North Borneo Cruises, Sabah.

6 komentar:

  1. Ini nih yang bikin iri hati dan dengki. :)) Seru banget sih naik cruises, di lokasi antimainstream pulak...

    BalasHapus
  2. boleh juga kapan kapan perlu dikunjungin tuh :)

    BalasHapus
  3. Seru banget Man. Kayak gini sepertinya kehidupan kaum jetset yg di Instagram ituh. Btw kalau Ada Duniaindra dan Microphone, dijamin Hobaah suasanaa

    BalasHapus
  4. Ini mah mevvah sekaliiii. Mestinya video jogetnya juga ditampilin di sini hahaha

    omnduut.com

    BalasHapus
  5. Kapan yaa ngerasain trip jetset kayak giniii...mupeng pemandangannya..

    BalasHapus
  6. Seru ya bisa mencicipi dinner diatas cruise :)

    BalasHapus