Explore Cirebon dan Pengalaman Mencoba Bunk Bed Di Ibis Budget Hotel


Cirebon itu pintu utama Jawa Barat dari sisi utara. Konon, banyak saudagar-saudagar dari Arab, China dan India melakukan perdagangan melalui pelabuhan. Tak heran, Cirebon merupakan pertemuan apik beberapa budaya dan menelurkan corak yang khas dalam batiknya. Mega Mendung dan corak lainnya tersohor karena kisah Sunan Gunung Jati dan Puteri dari Kerajaan China yang memadukan dua atau lebih unsur dalam budayanya. 

Jika diberikan kesempatan untuk menyusuri kota udang ini dalam 2 hari, tentunya yang terbesit di benak hanyalah Keraton mulai dari Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabonan. Ketiga Keraton selain Keprabonan memiliki kekuasaan, sedangkan Keprabonan hanyalah padepokan tempat menuntut ilmu sehingga tidak memiliki garis tahta. Selain Keraton, terdapat masjid yang didominasi dengan warna merah bata. Cirebon sangat kental dengan Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Sunan penyebar agama Islam. Tak heran jika Cirebon memiliki banyak Masjid yang didirikan langsung oleh Sunan Gunung Jati. Sebut saja Masjid Agung Cipta Rasa dan Masjid Panjunan.


Sunan Gunung Jati begitu erat hubungannya dengan Sejarah Cirebon dan Islam. Begitu eratnya sehingga Makam Sunan Gunung Jati selalu ramai dipadati peziarah bukan hanya dari Cirebon melainkan dari berbagai daerah lain. Jika melihat ke dalam area makam, arsitektur bangunan sangat unik perpaduan dari beberapa budaya yang berkembang di Cirebon.

Selain Masjid, terdapat pula Klenteng, Gereja dan Pura yang terdapat di Cirebon. Kehadiran Klenteng, Gereja dan Pura membuktikan bahwa akulturasi budaya memang terjadi di Cirebon.


Beberapa Klenteng atau Vihara yang berada di Cirebon tidak terlalu banyak. Dua diantaranya adalah Vihara Pemancar Keselamatan dan Klenteng Lithang Khonghucu. Vihara Pemancar Keselamatan terlentak di antara Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Vihara ini terletak di Jalan Winaon, Cirebon.

Menikmati kuliner Cirebon merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dihindari. Selain karena rasanya yang enak, faktor harga yang lumayan terjangkau inilah yang membuat kuliner Cirebon banyak dikunjungi. Kuliner yang sangat terkenal beberapa diantaranya adalah Empal Gentong,Nasi Lengko,  Nasi Jamblang, Docang dan Nasi Bogana. 

Selain Wisata Keraton, Religi dan Kuliner, terdapat beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Goa Sunyaragi, Batik Trusmi, Wisata Gedung (Pabrik) BAT, dan wisata lain yang belum sempat dijelajahi. Namun, saya akan bahas Goa Sunyaragi, Kampung Batik Trusmi dan Gedung (Pabrik) BAT.

Menginap Di Bunk Bed Ibis Budget Hotel


Langit Cirebon cerah dan biru. Pagi ini saya berencana mengunjungi beberapa obyek wisata salah satunya Situs Pedati Gedhe. Saya cukup penasaran dengan situs ini karena letaknya yang cukup menyelusup di tengah perumahan warga. Konon, Pedati ini merupakan pengangkut material seperti kayu pada saat pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pada tahun 1907, pedati ini sempat terbakar dan hilang beberapa bagian namun kini telah diperbaiki. 

Saya tidak sendiri siang itu, panas yang membakar kulit tak saya hiraukan. Seperti yang diceritakan, situs pedati gedhe ini terdapat di daerah Pekalang. Masyarakat Pekalang cukup bangga dengan jasa Pedati ini yang memiliki peranan dalam pembangunan tempat-tempat penting seperti Masjid pada zaman Sunan Gunung Jati. 


Setelah mengunjungi situs pedati gedhe, kemudian saya berlanjut ke salah satu mall di Cirebon. Saya hanya belanja beberapa kebutuhan pribadi di hypermarket. Kemudian tak lama kemudian saya kembali lagi ke Ibis Budget Hotel Cirebon yang terletak tak jauh dari Alun-Alun Kejaksan, atau Alun-Alun utama Kota Cirebon. Jika tidak sempat membeli atau menikmati kuliner di sekitar kota, mampirlah ke Alun-Alun pada saat sore dan malam. Banyak sekali pedagang mulai dari bakso,mie ayam, tahu petis, nasi jamblang dan lain-lain. 

Jika dari luar Cirebon dan naik kereta api, Ibis budget Hotel ini sangat dekat dengan stasiun Cirebon Kejaksan atau Cirebon Perunjakan. So, sangat praktis jika pada saat mengunakan kereta dan ingin sekedar mampir beberapaa hari di Cirebon. 


What is in your mind if I show you the bunk bed? Bunk Bed sebetulnya konsep luar negeri yang diadopsi oleh Indonesia. Jika lebih dari 2 orang atau tak lebih dari 3 orang menginap biasanya akan memesan 2 kamar, padahal sebetulnya bisa disiasati dengan 1 kamar dengan extra bed. Extra bed kadang membutuhkan tambahan rate yang luar biasa bahkan akan sama dengan memesan 2 kamar sekaligus. Nah, bunk bed inilah solusi untuk keluarga kecil atau genk-genk traveler dengan jumlah anggota 3 orang atau trio traveler. 

Bagi saya memilih bunk bed adalah solusi, karena kadang saya membawa 2 orang teman lainnya dan masih bingung dengan kamarnya nanti. Bunk bed ini bisa menghemat karena tersedia juga sarapan untuk ketiganya. 



Ibis Budget menurut saya adalah hotel yang sangat tepat bagi traveler atau backpacker karena walaupun minimalis fasilitasnya namun telah tercukupi kebutuhan seperti wifi, air minum, hot shower, kasur yang nyaman, televisi dengan channel international dan beberapa tambahan seperti handuk dan sandal. Walaupun tak selengkap hotel lainnya, namun saya rasa bagi backpacker akan sangat terbantu dengan harga yang cukup bagus dengan kisaran 300 ribu keatas tergantung situs pemesanan. Sebagai bocoran, kadang website seperti agoda, booking dan lainnya memberikan diskon yang lumayan sehingga harga pun dapat ditekan lagi. 





Selain fasilitas kamar, tempat sarapan, lounge, meeting room, internet corner, cafe dan fitnes center pun dapat ditemukan di hotel dengan ornamen serba biru ditambah kuning ini sangat cozy bagi tamu. Saya pun merasakan bahwa hotel ini seperti hotel bintang 3 padahal ditasbihkan sebagai hotel bintang 2. 


Sambutan hangat saya rasakan ketika dijamu oleh Mba Raiz, Mba Jessica dan Pak Ricky Coen Arifin, General Manager Ibis Budget Hotel Cirebon. Next saya akan kembali lagi ke Cirebon, menikmati wisata yang belum terjamah di list tahun 2018 ini. I'ii be back, I promise.

Informasi Ibis Budget Hotel Cirebon

Website :

Alamat : 
Jalan Siliwangi No.88, Kebonbaru, Kejaksan, Kebonbaru, 
Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121

Telepon :
(+62)231 7000200

Traveling At Winter : Cowok Pun Harus Tampil Kece Di Musim Dingin


Traveling pada saat musim dingin memang sangat menarik,  apalagi kalau pertama kali pergi ke negara dengan 4 musim seperti Jepang,  Korea Selatan, Amerika Serikat dan lainnya. Berbeda dengan Indonesia yang hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau atau panas. Jepang misalnya,  memiliki musim yang berganti-ganti dalam 12 bulan. Proporsionalnya,  dalam 3 bulan sekali negera tersebut akan merasakan musim yang berbeda. 

Musim dingin identik dengan salju yang turun di beberapa daerah. Namun tidak semua daerah akan turun salju tebal, hanya merasakan cuaca yang sangat dingin sampai dibawah nol derajat celcius. Dulu,  saya beranggapan bahwa saat musim dingin ini,  seluruh jalan dikota manapun akan tertutup salju,  namun ternyata tidak demikian. Walau pun tak tertutup salju,  jangan remehkan dinginnya,  karena saya pun pernah kualat karena meremehkan cuaca dingin di Tokyo beberapa waktu lalu.



Jepang, Korea Selatan dan Hongkong, 3 negara musim dingin yang pernah saya kunjungi. Semuanya sangat berkesan, apalagi ketiga negara ini saya pernah merasakan musim panas dan musim dingin. Jadi,  saya tahu betapa 360 derajat sangat berbeda 2 musim ini. Oh iya,  matahari akan selalu bersinar di musim dingin,  dan kadang kala hujan juga terjadi pada saat musim dingin. Bayangkan, udara yang tadinya 10 derajat bisa sampai 5 derajat jika turun hujan,  bahkan bisa saja salju akan turun bersama hujan. Brrrr, tangan bisa saja beku apabila beradu dengan air hujannya. 

Dan Jepang adalah yang paling berkesan di antara yang lainnya. Entah kenapa,  bisa dibilang Jepang adalah negara kedua setelah Indonesia tentunya,  yang menjadi kesukaan saya dari dulu. Musim dingin di Jepang,  tidak akan kalah dengan musim sakura atau musim semi. Karena bermain Ski dan menikmati onsen adalah pengalaman yang tak terlupakan. 


Cowok pun perlu kece di musim dingin. Jangan mau kalah sama cewek yang memiliki banyak pilihan, cowok pun sebetulnya bisa tampil kece dengan tips-tips ini.

Jaket Winter Berbagai Model


Bosan dengan warna yang itu-itu saja ? Cobalah jaket dengan warna yang lain. Jangan sampai malu untuk keluar dari warna favoritenya. Biasanya cowok paling nyaman dengan warna yang kalem dan cenderung gelap. Nah,  sudah saatnya mencoba jaket warna merah,  biru atau orange. Oh iya, selain warna,  bisa juga memilih beragam model jaket winter mulai dari jaket tebal,  setelan jas,  jaket berbahan sintetis dan lainnya. Bagaimana dengan Jaket Kulit? Biasanya ada juga Jaket Kulit Pria yang menghalau dingin,  so pilihlah sesuai dengan style dan budget. 

Sweater Berbagai Warna


Lapisan kedua setelah jaket winter adalah Sweater. Bagi yang belum merasakan seperti apa musim dingin,  pasti akan menanyakan,  kan sudah pakai jaket winter buat apa Sweater. Trust me,  musim dingin akan sangat tidak terduga oleh logika manusia. Pilihlah sweater yang senada dengan jaket winter atau bahkan sebaliknya,  berbeda warna dengan jaketnya. 

Kaos Dalam HeatTech 


Kenapa harus HeatTech? Karena dengan teknologi ini,  kaos dapat menghalau angin dan dingin sehingga tubuh akan terasa hangat. Dibeberapa toko pum tersedia dengan tingkat kehangatan. Pilih sesuai dengan kebutuhan dan tingkat musim dinginnya. 

Asesoris Pelengkap Yang Trendy 


Setelah semuanya lengkap mulai dari lapisan satu sampai empat,  perlu juga asesoris tambahan seperti sarung tangan,  topi kupluk dan syal. Bahkan kadang perlu masker untuk menahan dingin yang masuk dari hidung dan mulut. Asesoris ini pilihlah yang warnanya menarik seperti merah, biru,  hijau dan kuning sehingga lebih berwarna lagi.

Nah, setelah semuanya dipraktekan,  kini saatnya tampil beda dengan beberapa item yang sudah ditampilkan. Biasanya selain belanja di tempat,  bisa juga belanja online sehingga lebih praktis jika tidak punya waktu. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Live on Board (LOB) is one my precious moment in my life. Apalagi dimulai dari Labuan Bajo dilanjutkan dengan mengelilingi Kepulauan Komodo seperti Pulau Kelor, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pink Beach, Gili Lawa dan Pulau KanawaThe best experience in 2017

Setelah 3 Hari 2 Malam mengarungi laut lepas di kepulauan Komodo, pengalaman ini tak akan terukir jika tidak ada transportasi yang membawa kami, 7 orang penuh kegilaan ini, ke seluruh best spot di Komodo Sailing Trip ini. Banyak sekali yang menanyakan apa yang harus dilakukan sebelum melakukan trip ke kepulauan Komodo, dan jawaban saya persiapkan Sewa Kapal selama LOB beberapa hari. Why? Kenapa harus mempersiapkan sewa kapalnya? Karena makan, tidur, mandi, dan seluruh aktivitas akan dilakukan di atas kapal. So, that's why saya menyarankan untuk mempersiapkan ini terlebih dahulu. Hal kedua adalah open trip, namun biasanya open trip ini bisa menyatu dengan sewa kapal.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Beruntung saya dan teman-teman bersama Be Borneo Tour dengan Kapal KM Karunia Ilahi mengarungi lautan selama beberapa hari dan saya menyatakan kepuasan lahir batin bersama tour ini. Biasanya di dalam kapal dalam waktu beberapa hari membuat saya home sick, namun tidak pernah terpikir sekalipun untuk kangen rumah atau masakan rumah, karena suasana dalam kapal memang sangat nyaman untuk bercengkrama satu sama lain bahkan untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman. 

Kenapa bisa akrab? Apa yang menyatukan kami dengan kru kapal? Salah satunya karena sinyal provider yang susah didapatkan sehingga dengan sendirinya kami akan membunuh waktu dengan melakukan aktivitas menyatu dengan teman dan alam. Selain aktivitas dalam kapal, banyak aktivitas lain yang menyenangkan seperti trekking, snorkeling, berburu komodo, berenang, mancing, selfie, bermain dengan unicorn dan masing banyak lainnya.



Apa saja sih tips yang dilakukan dalam memilih Sewa Kapal dari Labuan Bajo ke Kepulauan Komodo? 

Mudah Dihubungi

Biasanya banyak sekali sewa kapal yang tidak merespon dalam jangka waktu yang lama misalnya 2 minggu, sehingga sangat sulit memastikan. Oh iya biasanya jika tidak bisa dihubungi 1 atau 2 hari masih wajar karena di kepulauan Komodo terdapat beberapa wilayah yang tak terjangkau sinyal.

Memiliki Rute Dan Informasi Yang Jelas

Beberapa penyedia sewa kapal kadang tidak menjelaskan rute atau paket yang ditawarkan sehingga membingungkan bagi penyewa kapal sehingga kemungkinan terjadi miss communication sangat besar. 

Jenis Kapal Dan Jam Terbang 

Walaupun sepele namun jenis kapal dan segala fasilitas perlu diketahui oleh calon penyewa. Disamping itu jam terbang kru pun harus diperhatikan karena perjalanan di tengah lautan lepas membutuhkan pengalaman kru kapal. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dari banyak kategori, saya menyarankan untuk menyewa kapal di komodo.web.id  dengan pilihan dua kapal yaitu KM Komodo dan KM Karunia Ilahi. . Sedangkan   

KM Komodo

KM Komodo dengan kapasitas 5 orang cocok untuk keluarga kecil atau liburan bersama teman-teman.

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Kapal (KM) Komodo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo
Tempat Santai dan Makan

Kamar Tidur 

KM Karunia Ilahi 

KM Karunia Ilahi merupakan kapal medium dengan kapasitas 8 orang sehingga cocok bagi keluarga cukup besar. Kapal ini merupakan kapal terbaru milik Be Borneo Tour dan beroperasi sejak Agustus 2017. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Dan, setelah menemukan sewa kapal, hal keduanya adalah apakah penyedia kapal tersebut menyediakan open trip. Biasanya sewa kapal membutuhkan banyak orang, apabila hanya satu atau dua orang saja, maka sebaiknya ikut dengan open trip yang biasanya disediakan. 

Be Borneo Tour juga menyediakan open trip dengan banyak pilihan yaitu 2 Hari 1 Malam, 3 Hari 2 Malam dan 4 Hari 3 Malam.Sedangkan paket yang saya ikuti adalah 3 Hari 2 Malam. Kemudian tempat apa saja yang dikunjungi dan aktivitas apa saja yang kami lakukan selama berlanyar. Ini dia itinerary selama kami berlayar. 

Pulau Komodo Trip : Tips Sewa Kapal Murah Dari Labuan Bajo

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Kelor – Pulau Rinca – Pulau Padar 
  • Bertemu di meeting point jam 9 pagi dan perjalanan dimulai menuju Pulau Kelor  dan menikmati view dari puncak bukit
  • Dari Pulau Kelor dilanjutkan menuju Pulau Rinca untuk bertemu dengan Komodo, trekking sesuai dengan pilihan rute.
  • Setelah Pulau Rinca perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Padar untuk trekking ke puncak melihat pemandangan khas perbukitan ala Jurasik Park.
  • Makan malam, istirahat.

Day 2: Pulau Padar – Pink Beach – Manta Point – Gili Lawa 
  • Dari Pulau Padar  perjalanan dilanjutkan menuju ke Pulau Komodo untuk bersnorkeling ria di Pink Beach.
  • Singgah di Manta Point untuk bertemu dengan pari manta yang besar, jangan lupa bawa keberuntungan anda karena mereka tidak pasti ada.
  • Perjalanan panjang dilanjutkan menuju Gili Lawa, kalau masih ada waktu bisa langsung trekking untuk menikmari sunset.
  • Makan malam dan istirahat


Day 3: Gili Lawa – Taka Makassar – Pulau Kanawa – Labuan Bajo 
  • Setelah sarapan langsung menuju Taka Makassar, foto-foto di pulau pasir kecil di tengah laut.
  • Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kanawa untuk snorkeling dan menikmati keindahan Pulau yang memiliki satu resort ini.
  • Setelah puas bermain air dan foto-foto di Pulau Kanawa kita siap untuk kembali ke Labuan Bajo.
  • Tiba di Labuan Bajo, tour selesai.

Catatan:
Jadwal ini bersifat kondisional dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung keadaan saat di lapangan.


Kebahagiaan datang ketika ketakutan dan rasa benci itu terhapus oleh ketulusan yang terpancar dari sekeliling kita. Itulah tips menyewa kapal di kepulauan komodo trip, sampai jumpa di catatan perjalanan selanjutnya.

Informasi Sewa Kapal dan Open Trip Be Borneo Tour 

Whatsapp: +62 856 51 202 195
Telpon: +62 852 51 50 1009
Email: info@beborneotour.com

Berburu Sakura Musim Dingin Di Bawah Tokyo Sky Tree


Saya menyukai sakura. Saya menyukai setiap helai bunga-bunga yang jatuh dan tersapu oleh angin. Dan, saya menyukai menikmati indahnya matahari di balik bunga berwarna merah jambu ini. Namun, untuk mewujudkan wishlist ini, bukan berarti mudah dan tidak ada rintangannya. Seperti pernyataan, Manusia berencana namun Tuhan yang mengatur, benar adanya. Berarti ada dua kemungkinan, berhasil atau gagal. 

Lagi-lagi karena Negeri Matahari Terbit ini selalu mempesona, saya tidak akan menyerah begitu saja untuk mewujudkan mimpi ini. Oh iya, sebetulnya saya sudah pasti berangkat ke Jepang pada bulan Februari awal tahun ini. Dan, menurut informasi yang saya dapat di beberapa wilayah sebelah selatan seperti Okinawa, Nagasaki dan Fukouka diprediksi akan mekar pada bulan Februari, sedangkan Tokyo diprediksi akan mekar pada Maret akhir. Namun, berawal dari iseng-iseng melihat instagram, ternyata di Tokyo pun telah mekar sakura. Saya tidak mendapatkan petunjuk yang jelas, hanya di bawah Tokyo Sky Tree. Dan, perburuan ini pun di mulai. 

Dee, blog www.heydeerahma.com
Dee, salah satu teman saya ternyata juga di Jepang. Entah suatu kebetulan yang sangat jarang terjadi. Kami bertemu di Asakusa pada suatu sore. Padahal, kami tidak pernah merencanakan untuk traveling bersama, untuk bertemu di Jakarta saja sudah sangat jarang. Saya sangat senang dapat bertemu dengan teman dari Indonesia. Setidaknya saya bisa berbahasa Indonesia dan meluapkan kata-kata yang sudah tertahan beberapa hari di Tokyo

Lagi pula, selama berada di Tokyo saya hanya beberapa kali menjumpai orang Indonesia dan ngobrol hanya terbatas pada kalimat pendek saja. Rasanya ingin sekali meluapkan kata 'Lo, Gue', bahasa yang biasa dilontarkan antar teman dan dengan jarak usia yang tak terlalu jauh. 


Jam 5 sore saya sudah berada di Sensoji Temple, Asakusa. Alasan kami bertemu di Asakusa adalah karena sangat dekat dengan hostel saya, dan Dee pun sedang berada tak jauh dari daerah ini. Beberapa menit kemudian, Dee muncul di depan pos Polisi di depan kuil berwarna merah dengan ikon Kaminarimon atau Dewa Petir

"Akhirnya ketemu juga, di Jakarta kita ngga pernah ketemu, eh kita ketemunya malah di Jepang."

Begitulah kira-kira ungkapan kami berdua, serasa tak percaya bisa bertemu di Asakusa, sore ini. Karena kami berdua lapar, akhirnya mampir di salah satu fast food di sudut Asakusa. Makanan apapun bisa di dapatkan di Asakusa, apalagi seperti makanan fast food seperti ini.

Sayang, Dee harus segera pulang karena ada sesuatu hal yang harus dikerjakan. 

"Oke, nanti kita ketemu lagi. Masih banyak hari di Tokyo ini."

Kami berpisah di ujung jalan Asakusa, tepatnya di jembatan sungai Sumida River menuju ke arah Tokyo Sky Tree


" Dee, kita berburu sakura yuk," Saya melemparkan ajakan untuk melihat sakura dari dekat. Walaupun tidak ada petunjuk jelas dimana pohon sakura itu berada. 

"Yuk, sambil piknik juga nih. Gue bawain lo roti ya." 

Suhu udara di Tokyo bisa mencapai 4 derajat bahkan bisa menyentuh titik nol. Saya memastikan seluruh jaket winter dan sweater tidak tertinggal. Tak lupa penutup kepala dan sarung tangan pun saya bawa untuk menahan dingin. Meskipun matahari bersinar dan menghantarkan panas, namun hembusan udara dingin seakan membekukan tangan, kaki dan kepala. Apalagi setelah matahari tenggelam, maka udara akan menuju titik terdingin di hari itu. 

Saya dan Dee seperti biasa di depan Sensoji Temple. Dan kami langsung menuju sungai Sumida yang berada tak jauh dari Asakusa. Biasanya kalau di Jakarta, saya terbiasa dengan ojek online, maka disini saya membiasakan untuk jalan kaki dari satu tujuan ke tujuan lain atau naik sepeda keliling kota. Dan, metode jalan kaki ini bisa menurunkan berat badan sampai beberapa kilogram, hahaha. 



Sepanjang bantaran sungai Sumida, terdapat pohon-pohon sakura yang belum mekar. Selain terdapat pohon, terdapat taman bermain dan trek jalan kaki maupun sepeda. Tempat duduk dan toilet pun tersedia di sepanjang jalan menuju jembatan. Saya tak melewatkan satupun spot untuk dijadikan background foto. Apalagi selagi matahari masih menampakan diri dan langit masih biru. 

Kami melanjutkan perjalanan menuju jembatan dan terus menyusuri jalan menuju Tokyo Sky Tree. Kami sempat berhenti pada satu kuil kecil. Pada awalnya saya dan Dee hanya ingin mengambil gambar pohon yang mirip sakura. Pohon ini adalah 'Uma' atau aprikot dalam bahasa Indonesia. 


Seorang perempuan berusia hampir 50 tahun mendekati kami dan menyuruh kami untuk mampir sebentar. Setelah berada di dalam, kami berdua beradu pandang karena merasakan ada yang aneh. Dengan segera kami pamit dan meninggalkan kuil ini. 

Tulisan SAKURA dalam huruf Jepang
Saya sebetulnya hampir menyerah, tapi setelah melihat instagram dan ternyata terdapat balasan dari orang yang mengambil foto. Menurutnya, pohon ini berada persis di bawah Tokyo Sky Tree dan dekat dengan sungai. Saya kembali bersemangat dan menyalakan GPS dan menuju sungai yang di maksud. Sebelum sampai ke sungai, kami harus melewati Tokyo Solamachi, sebuah mall yang persis berada di bawah Tokyo Sky Tree


Kami sempat terkecoh dengan pohon Uma yang berada di dekat Tokyo Solamachi. Memang bentuk Uma dan Sakura hampir mirip, namun sakura lebih merah jambu sedangkan Uma atau Aprikot lebih terlihat merah dan kecil. 

Tak menyerah, saya pun menyebrang ke arah sungai melalui Jembatan. dari jauh terlihat beberapa pohon berwarna merah jambu. Mata saya langsung berbinar-binar. Setidaknya sudah lebih 3 jam kami menyusuri jalan dari Sumida River dan berakhir di sungai dibawah Tokyo Sky Tree. Bahagia rasanya menemukan Sakura di musim dingin. Terdapat 3 pohon yang persis berada di ujung jembatan arah menuju ke Tokyo Solamachi.  



From dream to reality. My dream comes true with this winter sakura. So, kalau punya mimpi yang ingin diwujudkan di 2018, mulailah dari hal-hal kecil dan lakukan dengan baik. Siapa tahu kamu akan mendapatkan durian runtuh atau bahkan emas dan berlian di negeri orang sekali pun. 

Tips Melakukan Perjalanan Backpacker Ke Jepang


Traveling ke Jepang saat ini bisa dilakukan oleh siapapun bahkan untuk solo traveler atau backpacker. Jepang terkenal sebagai destinasi favorite di Asia selain Korea Selatan, menjadi magnet apalagi semenjak adanya Visa Waiver. Visa Waiver merupakan visa kunjungan ke Jepang dengan durasi lama tinggal dalam waktu 15 hari selama 3 tahun. Visa ini bisa didapatkan bagi pemegang E-passport. Dan, visa ini gratis-tis dengan durasi pembuatan 1 hari di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. 

Jurus kedua untuk menghemat budget adalah pesan tiket pesawat beberapa bulan sebelumnya. Nah, kalau yang ini saya punya cara spesial dan mudah, yaitu Price Alert atau Notifikasi Harga dari Traveloka. Price Alert bisa diseting sesuai dengan kemauan kita, misalnya tujuan dari Jakarta ke Tokyo dengan budget 3 juta. Dapat di-setting tanggal keberangkatan dan dimana notifikasi akan muncul melalui email, layar ponsel atau keduanya. Jika terdapat harga tiket yang sama dengan budget atau lebih rendah, kita akan diberitahu secara langsung secara harian atau mingguan sesuai selera.





Hotel merupakan hal yang bisa dihemat dengan menginap di kapsul. Yes, di Tokyo banyak sekali pilihan hotel mulai dari bintang 5 sampai hostel yang beramai-ramai di dalam satu kamar namun sangat aman dan nyaman. Saya biasanya menginap di hostel dengan kisaran harga diatas 100 ribu rupiah per malam.

Urusan makanan, bisa disiasati dengan membeli nasi siap dihangatkan di oven dengan harga sekitar 120 yen per bungkus, atau sekitar 250 per 3 bungkus. Selain itu terdapat nasi bento mulai dari 250 yen. Atau bisa juga makan di Yoshinoya dengan paket makanan mulai dari sekitar 300-400 yen per porsi. 

So, ini beberapa tips yang bisa saya bagikan. So, mau kan traveling ke Jepang?

Notes : sebagain besar foto dari Dee, blog www.heydeerahma.com