Bluepacker Indonesia

Travel Blogger (Biroe) Indonesia

Selasa, 24 Mei 2016

Menikmati "Manis"nya Bandung Dari Sweet Karina Hotel

with 2 comments

Bagi penikmat sepakbola tentunya mengenal Kota Bandung sebagai rumah bagi PERSIB, namun karena saya kurang tahu dunia sepakbola, maka saya lebih mengenal Bandung dari destinasi wisata yang bertambah dari hari ke hari. Lihat saja gambar yang saya gunakan sebagai pembuka tulisan ini, bunga kuning dipadu dengan daun hijau kemudian di seberang sana terdapat tulisan Floating Market Lembang sebagai salah satu destinasi populer. Nah, setelah mengunjungi destinasi ini, tidak ada salahnya  memanjakan diri di Penginapan yang "Manis" seperti saya ini hihihi.

Perjalanan Jakarta - Bandung
Taken By Samuel N.
Pilihan tranportasi menuju Bandung sangatlah beragam mulai dari travel, kereta api, mobil pribadi, bus umum dan pesawat. Saya memiliki keistimewaan dan kemuduhan apabila ingin menuju ke Bandung karena jarak yang tak terlalu jauh sekitar 100-an KM. Jadi tinggal pilih moda transportasi kemudian duduk manis sambil menikmati lagu-lagu kesukaan.

Kali ini saya memilih mengunakan Travel. Disamping praktis, alasan lain adalah jarak yang dekat antara cabang travel dengan kosan di karet. Oh iya, pilihan travel pun sangat banyak diantaranya Cititrans, Xtrans, M-Go (Dulu Cipaganti). Baraya dan lainnya.

Setelah packing selesai, kemudian saya bergegas menuju Plaza Semanggi dengan mengunakan ojek online. Saya terburu-buru untuk mengejar armada travel yang akan berangkat jam 6 sore. Setelah membayar ongkos, saya bergegas menuju counter X-Trans yang berada di sebelah pintu masuk bagian luar. Dan, ternyata armada travel telah jalan dari jam 3 tadi dan yang tersisa adalah keberangkatan pukul 19.00 nanti. Tak sabar menanti, akhirnya saya bergegas menuju Cititrans di daerah SCBD.

Wal hasil setelah berjibaku dengan macet karena berbarengan dengan jam pulang kantor, akhirnya saya sampai di pool Cititrans jam 6 lewat sedikit. Dengan wajah sedikit mengerut, saya membeli tiket untuk keberangkatan jam 7. Huh, andai saja saya menunggu di Semanggi, maka hal ini tak akan terjadi. Tapi show must go on, Bandung here I come.

Suasana "Manis" dan "Homey" Di Bandung

"Gio, nanti kamar jangan dikunci ya. Lo tidur aja dulu."

Saya meninggalkan pesan kepada Gio karena sampai jam 11 malam, travel yang membawa saya tak kunjung sampai di pastuer, Bandung. Saya sempat khawatir sampai di Bandung dini hari. Ah, kekhawatiran saya ternyata berlebih, Travel yang membawa sekitar 11 penumpang sampai di pastuer sekitar setengah jam kemudian. Setelah turun dari travel, saya menunggu sejenak dan tak lama kemudian saya memesan taksi online dari sebuah aplikasi. Aplikasi ini cukup membantu disaat sebagian orang di Bandung tengah terlelap, saya sendiri di pinggiran jalan pasteur.

Tak berapa lama, taksi tersebut muncul dan mengantarkan saya menuju Sweet Karina Hotel yang dekat dengan Universitas Maranatha, Bandung. Suasana malam terasa sekali ketika memasuki daerah kompleks perumahan menuju hotel. Dingin dan sepi, namun masih terdapat beberapa warung yang buka. Saya merasa beruntung dan terselamatkan karena tentu saja perjalanan panjang dari Jakarta menuju Bandung membuat perut terasa kosong dan berangin.

Credits to www.disgiovery.com
"Makan mie rebus yuk, nemenin gue."

Setelah masuk ke kamar hotel, saya bukannya langsung rebahan atau duduk, tapi menanyakan masalah makanan. Gio terkejut. Mungkin 'syok' atas pernyataan gue. Namun diluar dugaan Gio mengangguk dan mengiyakan permintaan saya.

Perut penuh dengan satu mangkuk mie rebus ditambah dengan 3 buah gorengan. Untuk menghangatkan badan dan agar tidur dengan pulas, saya memesan satu gelas susu hangat. Sangat cocok dengan suasana malam ini yang dingin setelah hujan rintik-rintik menguyur Bandung.

Credits to www.disgiovery.com
Memasuki kembali kamar hotel membuat saya memperhatikan lebih detail ruang kamar yang cukup luas dan dengan tempat tidur yang nyaman. Ornamen yang sangat klasik di tambah cuaca Bandung yang mendung sangat cocok disebut "Homey" dan "Sweet" atau "Manis". Homey karena konsep hotel ini memang dirancang untuk traveler ataupun keluarga. Sedangkan Sweet terwujud dari dekorasinya yang didominasi dengan warna merah. Walaupun saya suka biru, namun warna merah kali ini memang sangat berbeda, ada sentuhan lain yang membuatnya terasa nyaman.

Saatnya mengistirahatkan diri untuk jalan-jalan besok mengelilingi Bandung, tapi sebelumnya saya membersihkan diri dulu di kamar mandi. Meski terbilang belum berbintang banyak, namun fasilitas kamar mandi dan toilet tergolong bersih dan lengkap. Ada handuk, handuk kecil, shampoo, sabun mandi, pasta gigi dan sikat gigi, wah lengkap juga ya. Selesai berbenah diri, saatnya saya menuju alam mimpi.

Sarapan Mewah Dan Bermain di Rooftop


Mata saya sudah disugguhkan dengan sesuatu yang manis pagi ini. Betapa tidak, sebuah vas dengan bunga berwarna merah telah menanti saya di ruang sarapan. Ah, cantik sekali bunga ini. Walaupun tak asli, namun anggap saja bahwa bunga ini asli. Dan segera teralihkan dengan menu makanan yang sangat komplit mulai dari nasi goreng, mie goreng, sayuran, ayam goreng, daging, bubur, roti, sereal dan masih banyak lainnya.

Saya mengambil buah-buahan terlebih dahulu mengikuti Gio dan Mba Donna yang telah terlebih dahulu mengambil buah. Ada semangka dan melon. Saya suka keduanya, namun kalau diseuruh memilih maka saya akan memakan melon terlebih dahulu. Mulut saya kemudian penuh dengan melon tercampur dengan semangka.


Bagian kedua adalah makan berat dengan komposisi nasi, sayuran, daging dan ayam goreng renyah ala-ala kentucky. Panggil saja saya "Gembul" akibat kekhilafan ini, namun percayalah bahwa saya makan seadanya kok tidak berlebih. Halah, padahal makan semua yang ada hahaha.

And, the last is the drink. Sajian minuman cukup simple dan lengkap. Teh, Kopi, Susu, Jus dan Air Putih. Saya pilih jus dan air putih untuk menetralkan lemak-lemak bandel yang ada di perut ini. Oh iya, ada yang pernah mencoba khasiat air putih dan perasan lemon? Katanya dapat mengikis lemak yang ada didalam perut. Sayang sekali tidak ada lemon ataupun jeruk nipis, kalau saja ada saya akan meminumnya dengan porsi 10 gelas. Wow.


Di lantai paling atas, terdapat rooftop yang sangat sejuk karena ditumbuhi tanaman hias. Dari rooftop ini setidaknya bisa memandang gedug-gedung lain di sekitar pastuer. Pagi itu rasanya tidak terlalu panas ataupun mendung, jadi bisa terlihat jelas hiruk-pikuk kegiatan orang di sekitar hotel. Bagian atas hotel terdapat ruang meeting dan rooftop ini, namun memang sayang rumputnya sudah tumbuh besar dan tak beraturan.

Sebetulnya ingin berlama-lama menikmati pagi menjelang siang ini, namun karena kami akan mengelilingi Lembang dan menikmati kulinernya, maka kami bergegas turun dan menuju lobi. Mobil pesanan dan supir telah menanti di bawah sana.


Merah, klasik dan sejuk, kesan itulah yang melekat ketika saya melalui lobi. Persis disebalah lobi, terdapat kolam ikan lengkap dengan ikan yang sedang berenang. Fasilitas lain yang disiapkan adalah dapur umum. Loh kenapa dapur umum? The reason is ketika ada keluarga yang membawa anak kecil dan butuh memanaskan air dan membuat susu hangat, maka dapur ini dapat termanfaatkan. Apalagi yang sering membawa makanan bisa dihangatkan ketika malam tiba. Alasan sederhana namun sangat bermanfaat.

Entah kenapa rasanya berat meninggalkan Sweet Karina Hotel ini. Ingin rasanya merasakan "Manis" dan "Homey" sehingga sangat terasa kesan rumah tempat tinggal dibandingkan dengan hotel karena rumahlah yang membuat saya merasa nyaman dan akan kembali lagi kesini.

Saatnya menikmati Bandung khususnya Ciwidey dan Lembang. See yaa.

Informasi Sweet Karina Hotel Bandung

Alamat 

Jl. Terusan Babakan Jeruk IV No. 38
Pasteur (Dekat Universitas Maranatha)
Bandung, Indonesia

Telepon Reservasi

+622 2017 140

Email Reservasi 

reservation@sweetkarinahotel.com

Website 

www.sweetkarinahotel.com

Social Media

Facebook : SWEETKARINAHOTEL

Maps

Minggu, 22 Mei 2016

Jalan-Jalan Ke Museum Seni Unik NuArt Sculpture Park Bandung

with 4 comments


Bandung menjelma menjadi weekend destination bagi sebagian warga Jakarta, alasannya simple saja karena dekat, banyak tempat wisata dan melepas penat selama beberapa hari berkutat dengan komputer, pekerjaan dan urusan yang tak kunjung selesai. Bandung the simple way to escape from the daily routine kalau diibaratkan dalam bahasa Inggris. 

Banyak tempat wisata unik baru muncul belakangan ini di Bandung seperti Floating Market, Farm House atau Rumah Hobit, De Ranch dan lainnya. Namun pernah dengan bahwa bandung juga memiliki museum seni yang dibangun dan dikelola langsung oleh seniman yang membuat kompleks Garuda Wisnu Kencana di Bali? Pasti saya jamin hanya sedikit orang saja yang mengetahui bahwa Bandung memiliki Museum Seni bernama "Nu Art Sculpture Park". Seniman yang membangun tersebut tak lain dan tak bukan Pak Nyoman Nuarta

Setelah beberapa kali mengunjungi Bandung dengan destinasi yang familiar, kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang baru dan tak biasa. Bukannya tidak tertarik dengan destinasi lain, namun sangat jarang wisata seni yang menarik perhatian saya. Apalagi saya jarang jalan-jalan ke museum saat di luar Jakarta, namun keinginan itu muncul setelah tahu bahwa seniman di balik GWK yang mengelola tempat ini.

Salah Satu Museum Seni Unik di Bandung


Wajah kantuk berubah menjadi segar ketika saya sampai di pintu gerbang Museum. Saya melemparkan pandangan ke sebuah patung. Seorang ank kecil di atas ombak yang mengulung seorang wanita, angka, ikan dan pohon menjadi bentuk setengah lingkaran. Rasa takjub muncul setelah memasuki ruang-ruang lain di dalam museum. Banyak sekali karya Pak Nyoman yang ditampilkan dalam museum yang memiliki luas sekitar 3 hektar. Tak hanya musuem saja, namun terdapat cafe, butik karya seni, workshop, event seni dan segera di bangun sebuah apartemen atau cottage di area ini. Wow, akan ada apa? Cottage, langsung masukin kedalam wishlist dan semoga bisa menikmati suasana Bandung dari sini. Amin.

Saya dan teman-teman disambut oleh guide persis di pintu masuk. Dengan mengenakan pakaian hitam rapi, dia menjelaskan apa saja isi dalam museum dan tata tertib yang harus dilakukan pada saat mengelilingi museum ini. Peraturannya sederhana saja, boleh memotret namun tidak boleh pakai flash dan menjaga semua benda seni tanpa boleh menyentuhnya. Nah, sederhana bukan?


Kamera seakan tak peranh lepas dari tangan. Begitu banyak benda-benda seni yang unik dan mengharuskan saya selalu stand by bahkan jari jemari tak lelah untuk menekan tombol dalam kamera. Saya membidik seorang dengan sepeda dengan kecepatan tinggi. Layaknya seorang yang mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi membuat bayangan muncul dibelakangnya nampak seperti banyak orang membonceng dibelakang. Unik menurut saya, suatu adegan biasa namun diubah dalam bentuk seni yang mampu menarik orang untuk terus penasaran dengan makna yang ada di baliknya. What a good art.

Gedung yang berada paling depan adalah galeri dengan beberapa lantai yang difungsikan sebagai tempat menyimpan karya, tempat event, ruang audio visual dan akan ditambahakan beberapa fasilitas lainnya.


Selain di gedung galeri depan, terdapat area display di taman tengah. Taman tengah yang sejuk di tumbuhi pohon rindang dikhususkan bagi benda seni yang sangat besar seperti di area depan. Selain taman tengah, di area paling belakang terdapat butik seni dan workshop. Dan ternyata di area belakanglah, tempat pembuatan beberapa patung legendaris salah satunya Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Sosok Pak Nyoman Nuarta Di Balik Garuda Wisnu Kencana


Siapa sangka saya dapat bertemu langsung dengan kreator Patung Legendaris di Bali, Garuda Wisnu Kencana. Pak Nyoman Nuarta, seniman dengan dedikasi tinggi adalah sosok dibalik NuArt Sculpture Park Bandung. Beliau membangun museum atau galeri ini dari uang pribadi. Saya sedikit haru mendengar kisah beliau.

"Seniman masih dipandang sebelah mata".

Beliau sedikit berbinar-binar menceritakan kisah kelam masa lalu yang penuh perjuangan. Bahkan, sampai saat ini beliau masih berjuang untuk mematahkan anggapan bahwa seniman itu tidak bisa memiliki penghidupan yang layak.

Beliau membangun dari beberapa tahun mulai dari sejengkal kemudian berubah menjadi beberapa hektar dan telah mempekerjakan sedikitnya ratusan orang. Dan yang paling fantastis, sampai saat ini museum ini belum memberlakukan tiket masuk. Tapi, untuk kemajuan seniman di Bandung ini, selayaknya memunggut sedikit uang masuk sebagai pertanda komitmen pengunjung agar tetap cinta seni dan merasa memiliki.

Workshop Membuat Patung Dari Tanah Liat


Selain menikmati galeri, terdapat workshop membuat patu dari tanah liat yang diperuntukan bagi warga Bandung dan sekitarnya. Oh iya, sebelum membuat patung, salah seorang ahli membuat patung mencontohkan bagaimana membuatnya. Hanya dalam waktu kurang dari 1 menit, beliau sudah membuat sebuah "tangan". Kelihatannya sangat mudah dan cepat. Saya sudah optimis bisa membuat patung tangan, namun ternyata bukan tangan yang harus dibuat melainkan patung ikan paus yang berada di tengah area museum ini.


Dari gambar tersebut, nampak Ikan Paus yang setengah tengelam dalam tanah dan terpisah dengan ekornya. Inilah gambar yang harus di buat oleh semua peserta workshop. Riwayat membuat kerajinan tangan dan seni yang selalu gagal membuat saya sedikit pesimis kalau yang dibuat serumit ini. Apalagi detail-detailnya seperti sirip, guratan dan bentol-bentol kecil di sekitar mulut ikan paus.

Tak menyerah, saya mencoba membuatnya dengan imajinasi yang saya miliki. Berhubung badan saya memang agak besar, saya mengunakan satu gumpalan besar tanah liat untuk membuat bagian badan ikan paus. Imajinasikan bahwa ikan pausnya memiliki sirip dan mata kemudian perlahan-lahan membuat guratan namun saya lupa menambahkan bentolan-bentolan tersebut. Nah, kini tiba membuat bagian ekor. Bagian ini tidak terlalu sulit namun tentu saja harus sangat detail apalagi terdapat guratan-guratan yang hampir sama dengan bagian badan tadi.


Dengan susah payah akhirnya selesai juga, walaupun hasilnya tidak menyerupai tapi setidaknya proporsi antara badan dan ekor ikan paus sudah mendekati proporsi aslinya. Dan, taraaa ternyata hasil kerja keras ini membuahkan hasil. Saya berhasil menjadi yang terbaik dalam membuat patung ini. Wow mimpi apa ya semalam bisa memecahkan rekor menjadi yang terbaik dalam bidang seni patung ini. Ah, masih tidak percaya.

Keriaan membuat patung ini bisa menjadi hiburan tersendiri. Apalagi jalan-jalan bersama teman-teman yang berasal dari Bandung, Jakarta dan daerah lain. Oh iya, tanpa adanya trip orginize @GoVakansi , mungkin saya tidak akan mengenal salah satu museum unik di Bandung ini.

Setelah perjalanan panjang dari Jakarta dan mengunjungi museum ini, kini saatnya beristirahat di  Hotel ZenRooms Diaptiukur Bandung. Yeaay, see ya.

Informasi Tentang Nu Arta Sculpture Park

Alamat

Jalan Sentra Duta Raya No. L6
Bandung, Indonesia 4015

Website 

http://nuartsculpturepark.com/
http://www.nuarta.com/

Telepon 

+62 22 2017812
+62 22 2017816

Social Media 

Facebook : https://www.facebook.com/nuart.sculpturepark
Twitter : https://twitter.com/nuartpark
Instagram : https://www.instagram.com/nuartpark/

Jam Buka 

Minggu - Kamis 09.00 - 17.00 WIB
Jumat dan Sabtu 09.00 - 21.00 WIB

Maps

Senin, 16 Mei 2016

ZenRooms Dipatiukur Bandung, Hotel “Cihuy” Yang Ramah Bagi Kantong

with 0 Comment

Melangkahkan kaki kembali ke Bandung membuat memori beberapa tahun lalu itu terpanggil. Tepat 10 tahun lalu, saya pertama kali ke Bandung. Bukan untuk berlibur tepatnya, saya mengikuti sebuah lomba yang menghantarkan saya meraih predikat terbaik ketiga. Rasa bangga bercampur haru masih melekat diingatan ini.

Kini, Bandung mampu menyajikan wajah baru. Beragam tempat wisata bermunculan bak cendawan di musim hujan, tentu saja membuat saya senang sekaligus sedih karena artinya saya tak akan mampu menjelajah semua tempat baru itu dalam waktu dua atau tiga hari saja, setidaknya dibutuhkan waktu lama sekitar seminggu atau bahkan sebulan untuk mengkhatamkan Bandung.

Oke baiklah, kalau saya memang terlalu bernafsu untuk mengelilingi Bandung dengan budget yang tipis pis pis, namun bagaimana dengan penginapan yang bisa menampung hasrat berlama-lama di kota cihuy ini? Hahaha, tenang saja kawan, banyak pilihan yang akan memuaskan kamu kalau masalah penginapan. Di Bandung, banyak sekali pilihan penginapan atau hotel dari kelas bawah sampai atas eh, maksudnya kelas bintang lima yang fasilitasnya komplit plit plit. Nah, kalau misalnya mau memilih hotel dengan fasilitas mendekati bintang empat atau lima tapi harganya terjangkau harus pilih apa dong? Yes, tenang saja, saya akan membeberkan rahasia bisa stay lama tanpa menguras kantong kamu.

Anti Mainstream



Saya ingin sesuatu yang berbeda pada saat berada di Bandung. Iya, selama ini beberapa tempat wisata sudah sangat familiar bagi sebagian orang seperti saung angklung mang Udjo, kawah putih Ciwidey, Teropong Boscha dan masih banyak tempat wisata lain. Tapi tahukah bahwa di Bandung terdapat beberapa museum yang sangat erat dengan seni? Pasti wisata museum seni ini sangat jarang banget di bahas apalagi di kunjungi. Saya justru sebaliknya, sangat penasaran dengan museum seni karena memiliki soul atau keeratan emosi antara karya dengan seniman yang menghasilkan karya. Ibarat bayi yang di asuh dengan penuh kasih sayang, begitulah seorang seniman menghasilkan produk seni entah itu patung, musik, kerajinan tangan dan lainnya. Wow, benar-benar sesuatu yang anti mainstream banget. Apalagi seniman masih dianggap sebagai sebuah profesi yang 'kurang' menjanjikan, namun dipostingan selanjutnya pernyataan tersebut akan terbukti sebaliknya. 

Nu Arta Sculpture Park dan Museum Barli adalah dua diantara sekian museum di Indonesia yang menyajikan seni dengan bingkai yang manis dan tertata dengan bagus. Pada kesempatan mendatang saya akan posting mengenai dua museum ini. Nantikan yah. Don't miss it.

Bandung dan Dago 
Salah satu kolam renang pada zaman Belanda (Sumber : wikipedia)
Saya memperhatikan laju kendaraan yang pelan-pelan memasuki sebuah area bernama Dago. Dahulu Dago masih berbentuk hutan belantara, tidak ada akses jalan besar hanya jalan-jalan setapak yang menghubungkan petani dari Lembang menuju pasar kota. Kemudian, pada awal tahun 1900, Andre Van Der Burn membangun salah satu tempat persitirahatan pertama sehingga Dago dikenal sebagai pemukiman mewah pada zama Belanda. Nama Dago diambil dari Dagostraat pada zama Dahulu, walaupun tempat ini berubah menjadi Jalan Ir. H. Juanda, namun warga Bandung tetap mengenal kawasan ini sebagai Dago.

Mata saya tertuju pada bangunan klasik. Bukan hanya satu atau dua, berpuluh-puluh bangunan tua dan terawat memanjakan mata saya yang biasa melihat gedung bertingkat yang hanya berbentuk kotak saja. Bangunan dengan akses batu marmer atau batu-batuan yang berasal dari letusan gunung berapi yang sangat kokoh. Biasanya rumah zaman Belanda memiliki satu lobi depan yang menjorok ke arah depan seperti hotel-hotel pada umumnya namun dalam versi yang kecil. Sementara, aksen warna putih dari campuran bahan semen dengan kualitas terbaik dicampur dengan kayu jati pada jendela dan pintu membuat rumah tak lekang dimakan oleh roda waktu. Masih kuat dan kokoh. Arsitektur rumah dengan sentuhan Belanda dan Eropa membuat saya ingin berlama-lama memandang dan menikmatinya tanpa gangguan apapun.

Oh iya, disekitar Dago, terdapat salah satu Universitas ternama di Bandung yaitu Universitas Padjajaran atau lebih dikenal dengan Unpad. Sebetulnya Unpad merupakan tempat kuliah Ayah saya, namun memang bukan yang di Dago ini, melainkan di Jatinagor, Sumedang. Sedikit bernostalgia rasanya.

ZenRooms Dipatiukur Bandung



Hati lelah setelah berlama-lama dalam perjalanan Jakarta - Bandung seakan terbayar setelah bus yang membawa saya dan rombongan tiba di sebuah Hotel yang memiliki warna merah dan kuning. Mata yang kuyu antara ngantuk dan kenyang yang bercampur jadi satu saat itu mendadak bersinar. Yes, akhirnya sampai juga di ZenRooms Dipatiukur.

Sementara Adi Ndut, Nurul Noe, Mba Lidya Fitrian dan beberapa teman dari Bandung telah turun dari bus, saya masih sempat memastikan apakah ada yang tertinggal, sebab peralatan yang saya bawa cukup banyak. Akhirnya, saya pun turun dari Bus dan melihat Hotel dengan mata yang masih berbinar. Lelah badan cukup terbayar oleh suasana disekitar yang sejuk oleh pepohonan. Aih, rasanya akan menjadi malam yang nyaman dan menyenangkan berada di daerah ini.

Oke, masuk kamar kemudian mandi dan berbenah diri. Kemudian, setelah beres dan rapih serta wangi, sebuah whatsapp kemudian tertera di layar smartphone.

"Kalian berdua lapar?"

Mata dan perut ini merasakan hal yang sama, agak sedikit lapar. Mata saya kemudian tertuju pada Adi Ndut. Sepertinya, untuk masalah yang satu ini, Adi tidak akan menolaknya. Tanpa berlama-lama kemudian saya dan Adi bergegas ke kamar Nurul Noe dan Mba Lidya.

Di sana sudah ada pizza berbagai rasa yang masih nikmat. Adi dengan malu-malu tapi mau langsung mencomot satu pizza, diikuti dengan tangan saya yang tanpa terasa mengikuti alur yang dilakukan oleh Adi. Terjadilah pergolakan batin, "Ingat lemak dalam perut kamu, Man?" atau "Oke, diet itu bukan solusi tepat, kamu harus berolahraga." Dan pemikiran itu pun hilang begitu saja, saya memakannya dengan riang gembira tanpa rasa berdosa. Diet maafkan aku yang selalu membohongimu.

Tak berapa lama, kita kedatangan tamu dari Bandung. The Travel Learn aka Teguh Nugroho telah menanti di lobi hotel. Kami menyambutnya dengan gembira ria. Selain Teguh, Adis Takdos juga telah bergabung beberapa saat kemudian setelah kami mengunjungi warung indomie terkenal di kawasan Dipatiukur.

Karena masih lapar dengan perut karet ini, saya pun senang saja di ajak ke warung yang tak jauh dari hotel. Hanya berjalan sekitar 5 menit dan sampailah di warung anak muda gahul di kawasan Dipatiukur, Bandung.

Warung ini layaknya seperting warung tenda pada umumnya, hanya saja banyak sekali anak muda yang silih berganti untuk makan tengah malam dan bercengkerama dengan teman-teman setelah berolahraga atau setelah puas dengan urusan masing-masing.


Perut yang kenyang sangat cocok untuk tidur. Ehmm, ZenRooms Dipatiukur ini ada wifi, televisi layar datar, kamar mandi yang bagus dan kasur yang empuk sehingga sangat nyaman banget. Apalagi setelah kegiatan seharian mengunjungi museum dan beberapa tempat di Bandung, sangat cocoklah beristirahat di hotel yang nyaman dengan budget yang tak akan menguras kantong.

Setelah menikmati malam dengan tidur nyenyak. Saya segera mandi. Setelah rapi, kini saatnya sarapan di lantai bawah yang dekat dengan lobi.


Nasi goreng atau mie goreng dengan berbagai lauk pauk seperti sayuran dan ayam telah hadir dihadapan saya. Sementara itu, apabila tidak ingin makan kenyang terdapat roti ataupun sereal. Oh iya, terdapat bubur juga yang sangat lezat. Untuk minumannya ada jus segar, teh atau kopi serta air putih.

Nahh, kalau mau menginap di ZenRooms Dipatiukur ini bisa langsung ke websitenya di https://www.zenrooms.com/id . Selamat menikmati Bandung dengan ceria.

Rabu, 20 April 2016

Liburan Murah Gaya Kamu di Yogyakarta

with 7 comments

Mau liburan murah dengan gaya kamu di Yogyakarta? Yup, cukup ikuti rahasia saya agar liburan kamu benar-benar murah dan sesuai dengan gaya atau style kamu dalam berpergian di Yogyakarta. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan supaya murah yaitu tempat wisata yang dikunjungi dan hotel yang kamu pesan sesuai dengan gaya kamu tadi. 

Yogyakarta bukan hal asing, saya memiliki kesempatan berkunjung ke sana. Seperti halnya Bali, Yogyakarta mampu menyihir dan menghipnotis saya untuk selalu datang kembali. Bahkan akan lebih sering lagi karena beberapa orang sahabat menetap disana. 

Begitu dekat jarak Yogyakarta apabila ditempuh dari kota kelahiran saya, Pemalang. Namun, semenjak menetap di Jakarta, jarak tempuh yang mendadak dua kali lipat pun tak menyurutkan semangat untuk merasakan kembali kehangatan warga Yogyakarta. 

Dari Yogyakarta, saya belajar banyak hal. Satu diantaranya, bahwa status sosial seakan menjadi nomor kesekian, asal sopan satun dijunjung tinggi, warga akan menghormati dan mengabaikan dari mana kamu berasal dan dari status sosial mana. Percayalah. 

Oh iya, untuk menghemat biaya ke tempat wisata yang jauh seperti pantai-pantai gunung kidul dan candi prambanan dan candi ratu boko, biasanya saya bersama teman lain akan menyewa sebuah mobil untuk sehari. Sedangkan pada hari berikutnya, saya biasanya akan mengelilingi tempat yang tak jauh dari pusat kota Yogyakarta. 

Pantai Pasir Putih Rasa Bali 


Percayalah pantai pasir putih ini bukan di Bali, pantai ini berada di daerah gunung kidul. Pantai Ndrini, masyarakat disini sering menyebutnya. Entah memang kebetulan atau kenyataan, pantai ini memiliki struktur yang sama dengan pantai-pantai pasir putih di Bali, bahkan batu coral yang menjulang turut menguatkan teori yang saya buat. 

Bagi kamu yang memiliki keinginan ke pulau dewata namun urung, bisa memanfaatkan kesamaan pantai untuk berfoto dan memamerkan kepada teman bahwa kamu telah berada di Bali. Jangan lupa untuk membeli udeng dan sarung bali kemudian dipakai pada saat mengabadikan momen. 

Bila dilihat sepintas, di belakang lokasi saya berfoto, terdapat batuan coral yang memiliki tebing tinggi. Masyarakat percaya bahwa bebatuan tersebut adalah pulau yang membelah pantai menjadi dua bagian berbeda. Di bagian sisi kiri, pasir putih mendominasi sedangkan bagian lawannya di penuhi dengan bebatuan dan pasir sehingga apabila sunset, sisi kanan akan lebih indah.

Setelah membakar kulit di pantai dan menikmati air kelapa segar di gazebo atau pendopo yang dibuat di sepanjang bibir pantai. Kini saatnya untuk berburu senja di candi Prambanan dan candi Ratu Boko.

Candi Senja Emas 


Keinginan ke Yogyakarta adalah mengabadikan sunset atau senja di tiga candi terkenal disini. Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko. Bahkan, saat sunrise pun saya ingin mengabadikan melihat beberapa foto-foto yang saya temukan di internet. Namun, sampai saat ini hanya dapat mengabadikan senja di Ratu Boko. 

Letak Candi Ratu Boko tak jauh dari Candi Prambanan, hanya berjarak beberapa kilometer saja dan termasuk dalam satu manajemen sama yaitu Borobudur Park sehingga tersedia satu paket tiket dan shuttle yang akan menghubungkan Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Mengenai harga tiket terusan bisa di lihat di website Borobudur Park.

Di postingan saya sebelumnya, saya pernah membahas bagaimana saya terpesona dengan senja yang berada di Candi ini. Bagaikan sebuah mahakarya Tuhan yang dapat saya nikmati langsung tanpa ada penghalang. Rasanya ingin berlama-lama dan menikmati setiap menit bahkan setiap detik yang terjadi. 

Mengunjungi Keraton Yogyakarta


Tak ke Yogyakarta namanya kalau belum ke Keratonnya. Begitulah banyak orang yang menegaskan bahwa Keraton merupakan simbol khusus Daerah Istimewa, dari Keraton inilah kekuatan dan kekokohan dapat tergambar dengan jelas.Sangat Istimewa.

Sebetulnya, saya sudaah pernah ke Keraton pada saat outing bersama teman-teman beberapa tahun lalu, namun kurang puas karena hanya beberapa jam saja. Idealnya saya ingin seharian di Keraton dan mengali lebih dalam mengenai semua sisi dari sejarah sampai hal-hal mistis di belakangnya. Banyak mitos mengatakan bahwa Keraton ini memiliki beberapa pintu rahasia yang tidak bisa diakses oleh masyarakat umum hanya saja abdi dalem dan pejabat keraton sangat menjaga kerahasiaan tersebut.

Setelah menepuh perjalanan mengunakan becak dari tempat sebelumnya yaitu taman sari yang tutup karena sudah tengah hari, saya memberanikan diri untuk ke Keraton. Namun, nasib mengatakan lain, jam operasional keraton hanya sampai tengah hari saja. Dengan, terpaksa saya hanya melihat keraton dari sisi pendopo yang pada perayaan khusus digunakan untuk persembahan tari-tari tradisional. Suatu saat, saya akan kembali dan menikmati Keraton dari berbagai sisi lain. 

Pilih Hotel Gaya Kamu 

Hal kedua untuk membuat liburan di Yogyakarta menjadi murah adalah Pilih Hotel sesuai Gaya atau Style kamu. Misalnya kamu sangat menjaga budget agar tetap murah maka bisa di seting atau di buat sesuai dengan mood kamu. Atau misalnya lagi ingin menikmati waktu bersama keluarga, mood family gateway pun sudah tersedia. Wah, kok lengkap banget ya mood atau mode atau gaya yang bisa pilih.

Yup, MisterAladin memiliki banyak pilihan pesan hotel gaya kamu, seperti tipe budget, family gateway, villa recommendation, hip, lux atau weekend gateway. Jadi kamu akan menemukan hotel yang sesuai dengan mood dan style pada saat itu.

Karena saya suka yang murah-murah, saya memilih mood budget. Saya suka mood ini, setelah di klik budget maka akan keluar pilihan kota. Kemudian pilih Yogyakarta maka muncullah hotel-hotel budget dengan harga mulai Rp 100.000.


Bisa dilihat beberapa pilihan hotel yang berada di Yogyakarta dengan harga yang murah dan dekat dengan pusat kota. Sebelum memilih hotel untuk dipesan, kamu bisa melihat preview hotel dan akan muncul seperti ini.



Dalam preview hotel terdapat lokasi, fasilitas, tipe kamar, kebijakan hotel, penjelasan singkat mengenai hotel dan dapat melihat review dari tamu yang pernah menginap di hotel. Setelah melihat hotelnya dan cocok dengan budget dan suasana yang diinginkan, bisa langsung di pesan dan dibayar melalui transfer, kartu kredit dan beberapa pilihan pembayaran lain.

Saya tertarik dengan satu hotel bernama Hotel Rengganis Yogyakarta. Ornamen khas Jawa yang kental dipadu dengan suasana hotel yang hijau dan adem bikin saya jatuh hati. Ternyata dalam hotel terdapat pendopo yang masih tradisional dan sangat kental dengan nuansa kayu.

Selain Hotel murah, Mister Aladin sangat menjamin keamanan transaksi online misalnya kartu kredit atau transfer dan lainnya, kemudian harga yang tertera merupakan harga net tanpa ada biaya tambahan lain, proses transaksi sangat mudah dan cepat serta apabila terdapat masalah pada tengah malam, jangan khawatir customer support Mister Aladin akan selalu stand by. Customer support bisa dihubungi lewat telepon, email dan Whatsapp. Oh iya selain customer support, Mister Aladin juga memiliki social media yang bisa dipantau di facebook, twitter dan instagram.

Jumat, 15 April 2016

“Tragedi” Monyet, Menikmati Senja dan Menonton Tari Kecak di Uluwatu, Bali

with 9 comments

Pulau Dewata membuat saya jatuh hati. Berkali-kali liburan atau bekerja di Bali membuat saya tidak jera untuk kembali. Simple saja, Bali memiliki pesona dan kultur yang membuat saya betah berlama-lama bahkan keinginan untuk stay di Bali dengan durasi yang cukup lama.

“Stay saja Man di Bali 2 Minggu.”

Sahabat dari Bali menyarankan untuk berlama-lama di Bali. Tetapi karena satu dan lain hal, saya belum menjawab dengan jawaban pasti. Di dalam hati ini mengamini saja, supaya kesempatan ini akan datang dalam waktu yang tak terlalu lama.

Oh iya, selama ini satu hal yang belum pernah saya lakukan di Bali dan menjadi wishlist satu tahun belakangan ini adalah “Menonton Tari Kecak”. What? Apa? Iya, maklumlah, saya ke Bali hanya dalam rangka outing bersama kantor atau urusan pekerjaan yang berada di Bali dan tidak sekalipun atas kemauan sendiri. Jadi wajar saja saya belum pernah menyaksikan Tari Kecak dari jarak dekat dengan mata, hati dan semua panca indra.

“Tragedi” Monyet

Dari pengeras suara, seorang wanita mengumumkan bahwa untuk keamanan dan kenyaman, pengunjung diharapkan tidak membawa barang-barang berharga dan agar tetap hati-hati. Saya dan beberapa teman langung mengemas kacamata, tas dan barang berharga lainnya. Saya hanya membawa satu tas selempang kecil agar aman. Sementara teman-teman pun melakukan hal sama, hanya membawa barang yang diperlukan untuk menyimpan kamera, dompet ataupun smartphone.

Sebelum menuju Pura Luhur, saya menuju ke kamar kecil di sebelah kanan bagian parkir. Sebelum sampai ke kamar kecil, langkah saya terhenti oleh dua ekor monyet. Saya tergelitik oleh tingkah polah mereka. Satu ekor berada di balik mobil sementara satu ekor lainnya berada di bangunan dekat kamar kecil sambil menjilati air yang berada di lantai. Mungkin karena tak puas dengan air yang sedikit, satu ekor monyet pun kemudian mendekati keran air yang berdekatan dengan kamar kecil dan meminum air keran tersebut. Sungguh lucu polah monyet ini.


Setelah selesai dari  kamar kecil, terdengar suara teriakan seorang perempuan. Ternyata satu ekor monyet telah mengambil satu sandal jepit miliknya. Teman-temannya yang berada di sekitarnya pun kemudian menjauh. Monyet pun berjaya dengan satu sandal jepit ditangannya. Namun, seorang kakek dengan berani mengambil kembali sandal dan mengembalikan kepada perempuan tadi. Lega juga akhirnya sandal tersebut kembali kepada si empunya. Benar-benar tragedi monyet yang menjadi pembelajaran. Waspadalah! Waspadalah!

Menikmati Senja dan Pura Luhur


Saya suka senja. Saya suka langit. Apalagi langit biru dan kemudian berangsur-angsur memerah atau emas. Ada rasa damai dan kenyamanan apabila setelah melepas rutinitas kemudian menikmati senja bersama teman atau keluarga.

Keindahan Uluwatu adalah tebing menjulang dari dasar pantai yang luas. Kemudian terdapat Pura yang masih digunakan sebagai tempat peribadatan. Pura Luhur Uluwatu, orang menyebutnya demikian. Sebuah Pura di bagian barat daya pulau Bali dan dipercaya sebagai Pura Sad Kayangan sebagai salah satu penyanga arah mata angin. Pura Luhur juga memiliki Pura Pesanakan dan sangat erat kaitannya dengan Pura Induk, Pura Pesanak diantaranya adalah Pura Bajurit dan Pura Kulat.


Selain batu karang dan Pura Luhur, Pantai Pecatu lah daya tarik lain dari kawasan Kuta, Badung. Pantai Pecatu memiliki ombak yang bagus untuk berselancar sehingga event internasional pun sering diadakan. Para turis sangat menikmati berselancar sambil melihat pemandangan batu-batu karang dan Pura Luhur dari bibir pantai.

Saya pun demikian, terpesona sampai terlena bahwa senja tak akan lama. Namun, karena harus menonton Tari Kecak, akhirnya saya harus terpaksa menikmati senja dari bangku penonton. 

Menonton Tari Kecak


Bagaikan orang hamil mengidam sesuatu dan harus dituruti kemuannya, saya pun begitu adanya. Dan, akhirnya momen inilah yang paling ditunggu.

Tari Kecak sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia. Bahkan menjadi duta Indonesia di beberapa event Internasional. Dalam tari ini, bunyi “Cak-Cak” akan sering terdengar dan sangat khas. Seluruh penari dalam Tari Kecak adalah laki-laki yang membuat lingkaran. Inti dari Tarian ini adalah menceritakan kisah Ramayana, sebuah kisah cinta kasih antara Rama dan Shinta.

Belakangan ini, pemeran Ramayana bukan hanya laki-laki namun perempuan pun turut serta berperan sebagai Shinta ataupun kijang. Sementara adegan yang paling ditunggu adalah perlawanan Hanoman dalam membebaskan Shinta dari Rahwana. Hanoman sempat terperangkat jerat kawanan Rahwana. Saat Hanoman akan dibakar, jerat tersebut dapat terlepas dan dengan apinya, Hanoman berhasil membakar Alengka. Hanoman Obong atau Anoman Obong, orang menyebut peristiwa tersebut. Sungguh fantastis.


Pertunjukan dengan durasi sekitar 1 jam ini dapat dibeli tiket secara langsung ataupun online. Harga tiket apabila membeli langsung sekitar Rp 100.000 (Dewasa) dan Rp 50.000 (Anak-anak), sedangkan harga online sekitar Rp 85.000 (Dewasa) dan Rp 40.000 (Anak-anak). Untuk info lengkap mengenai tiket bisa cek disini.

Booking Hotel Murah di Uluwatu, Bali

Setelah seharian menikmati pesona Uluwatu, kini saatnya rehat dan melepas kelelahan dengan menginap di Uluwatu. Banyak sekali pilihan hotel di Uluwatu, namun saya sarankan sih untuk booking hotel murah dengan fasilitas yang oke. Memang ada hotel murah terus ada WIFI gratis, AC, TV Layar datar, shower air hangat dan air minum gratis? Tenang saja, saya punya rahasianya.

Sudah tidak sabar ya? Airy Rooms, iya rahasianya cuman ini. Airy Rooms sudah ada di kota-kota besar (sekitar 13 kota di Indonesia) dan sudah tersedia lebih dari 1.000 kamar. Selain itu, Airy Rooms harganya sangat terjangkau dengan fasilitas kamar yang lengkap dan nyaman. Cara booking di Airy Rooms pun mudah, bisa melalui whatsapp dan telepon langsung. Dan untuk metode pembayaran bisa melalui transfer bank, tidak perlu kartu kredit.

Hotel Airy Jimbaran Raya Uluwatu Dua 108 Bali (sumber : airyrooms.com)
Nah, untuk pemesanan daerah Uluwatu bisa langsung cek website Airy Rooms dan pilih lokasi Uluwatu kemudian muncul kamar yang tersedia yaitu di Hotel Airy Jimbaran Raya Uluwatu Dua 108 Bali. Setelah melalui whatsapp atau telepon. Done, hotel siap ditempati. 

Sabtu, 26 Maret 2016

Pesona 10 Bali Baru Indonesia

with 13 comments


"You don't have to be rich to travel well" - Eugene Fodor 

Seorang Eugene Fodor, Violinist asal Amerika Serikat pernah berkata " Kamu tidak harus menjadi kaya untuk dapat berwisata secara layak". Tepat sekali ungkapan dari Eugene, saat ini travel atau berwisata telah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi untuk melepaskan diri dari rutinitas atau kejenuhan. Bahkan, dalam setahun saya menjadwalkan beberapa kali untuk travel baik dalam maupun luar negeri. Lalu, apa hubungan antara pergerakan travel yang bukan lagi menjadi kebutuhan yang mewah melaikan sudah menjadi gaya hidup yang menyenangkan dengan "10 Bali Baru" yang menjadi topik utama ini? Yup, Indonesia kini memiliki 10 Bali Baru yang akan memuaskan hasrat jalan-jalan atau travel bersama teman, keluarga, pacar atau bahkan teman komunitas. 

10 Bali Baru bukanlah menciptakan Bali dengan menjiplak seluruh kebudayaan dan jatidiri dalam Bali, melainkan meniru Bali sebagai role model untuk menciptakan tempat wisata layaknya seperti Bali yang telah mendunia. 


Penasaran kan 10 Destinasi yang di sebut sabagai "Bali Baru" ? Baiklah, ini dia 10 Bali Baru : Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Waktobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

10 Destinasi yang disebut sebagai Bali Baru merupakan destinasi yang akan dikembangkan dalam beberapa tahun dan diharapkan akan menjadi seperti Bali dengan segala kesiapan dan percepatan infrastruktur serta sarana dan prasana. Selain kesiapan infrastruktur, kesiapan warga dalam menerima tamu dalam negeri dan luar negeri pun diharapkan akan seperti Bali sehingga tamu akan merasakan kehangatan dan keramahan Bali Baru.

10 Bali Baru 

"Tak kenal maka tak sayang", begitu pula dengan 10 Bali Baru yang terus digaungkan dan diprioritaskan sebagai destinasi utama di Indonesia. Berikut profile 10 Destinasi "Bali Baru" Indonesia yang sangat mempesona.

Danau Toba, Sumatera Utara 

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/48/danau-toba , Foto by Barry Kusuma
Dahulu sebuah cerita legenda muncul di tanah moyang suku Batak ini. Dikisahkan seorang petani bernama Toba sedang mencari ikan di sungai. Pada saat umpannya terkait dengan seekor ikan, Toba terkejut mendengar ikannya berbicara. Ikan tersebut adalah seorang putri yang terkena kutukan, ia berjanji apabila Toba melepaskannya, ia mau menjadi istri. Setelah dilepaskan, Toba lagi-lagi terkejut karena ikan telah berubah menjadi gadis nan rupawan. Toba dan gadis tersebut menikah. Beberapa tahun kemudian, Toba mendapatkan putra. Lengkaplah kehidupan seorang petani rajin tersebut. Suatu ketika, Istrinya membuatkan bekal untuk Toba, Putranyalah yang ditugaskan mengantarkan bekal ke kebun Toba. Ditengah perjalanan, putra Toba khilaf dan memakan semua bekalnya tanpa tersisa. Toba khawatir dan sangat lapar karena bekalnya tak kunjung datang. Kemudian ditengah perjalanan menuju rumah, Toba mendapati bekalnya telah dimakan oleh putranya sendiri. Toba mengutuk putranya sebagai anak ikan. Guntur menyambar dari langit, seketika air turun deras dari langit dan menyebabkan daratan tersebut menjadi danau seperti sekarang ini. Sangat menarik satu legenda dari Danau Toba ini.

Penuh keajaiban, begitulah cerita legenda Danau Toba, namun dalam kenyataannya, Danau ini terbentuk dari satu letusan besar yang mengemparkan Dunia pada zaman es beberapa ratus ribu tahun silam. Abu vulkanik akibat letusan sampai menutup sebagian bumi dan mempengaruhi cuaca sehingga terjadi pergantian ekstrim. Sebagai catatan, Danau Toba merupakan danau terluas kedua di Dunia dan merupakan danau yang terdalam sekitar 450 meter.

Sebagai tanah moyang suku Batak, Danau Toba dipercaya sebagai tempat tinggal dari 7 nenek moyang. Pada saat tertentu, Suku Batak akan melakukan ritual berdoa kepada nenek moyang yang berada di Danau Toba. Sangat magis dan misterius.

Tanjung Kelayang, Bangka Belitung 

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/1085/pantai-tanjung-kelayang
Andai film laskar pelangi tidak diproduksi, apa destinasi di Belitung akan setenar sekarang ini? Saya rasa akan sama bahkan akan sangat populer karena pantai-pantai di Belitung memiliki kekhasan seperti bebatuan yang indah dan laut yang cerah. Tidak ada langit yang sempurna di Indonesia, maka pantai di Belitung pun begitu Indah.

Barisan batuan laut begitu menawan. Langit biru dan awan yang berarak menghias siang yang cerah kala itu. Entah telah lewat berapa lama, namun kenangan itu masih melekat, bahkan saya masih menyimpan foto-foto itu sampai sekarang. Sepatu merah putih hitam yang biasa saya kenakan menghias foto itu. Sepatu itu tak berbekas lagi, sudah robek dan terbuang. Namun, saya tak akan melupakan indahnya pantai di Belitung.


Tanjung Kelayang, salah satu destinasi di Belitung yang sangat direkomendasikan. Sesungguhnya tanjung kelayang salah satu teluk dengan batu-batuan indah. Batu Garuda salah satunya. Dari tanjung kelayang ini, batu garuda terlihat sangat jelas dan indah. Bisa berfoto seolah-olah menyentuh batu garuda atau sekedar berbicara saling tatap dengan sang batu garuda. Wah, siapa yang tak ingin menikmati indahnya Tanjung Kelayang ini? Saya ingin kembali lagi mengulang memori beberpa tahun lalu. Semoga bisa ke destinasi ini lagi. Amin.

Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Pulau Pramuka - Pesona 10 Bali Baru Indonesia

Gugusan pulau-pulau di utara Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 342 ini kerap di sebuat sebagai kepulauan seribu oleh masyarakat. Bukan jumlah pulau yang menjadikan nama kepulaun seribu ini melekat, namun karena tradisi masyarakat yang kerap mengenapkan sesuatu atau menyebut sesuatu dengan jumlah genap seperti Candi Sewu (Candi Seribu).

Dari ratusan pulau, hanya 11 pulau yang telah ditempati seperti  pulau Untung Jawa, pulau Pari, pulau Lancang, pulau Tidung Besar, pulau Tidung kecil, pulau Pramuka, pulau Panggang, pulau Harapan, pulau Kepala, pulau Kelapa Dua dan Sebira. Selain pulau yang dihuni terdapat pulau yang merupakan destinasi wisata atau pulau wisata seperti pulau Bidadari, pulau Onrust, pulau Kotok Besar, pulau Puteri dan  pulau Sepa.

Diantara beberapa yang disebut, saya hanya pernah mengunjungi pulau Tidung Besar dan Kecil, Pulau Pramuka dan Semak Daun. Terakhir, pada tahun 2014, saya kembali mengunjungi pulau Tidung. Saya sempat takjub dengan perubahan signifikan yang terjadi. Beberapa tahun lalu, Tidung penuh dengan sampah di pesisir pantainya, namun kini telah berkurang sampahnya. Bagi yang menyukai water sport, Tidung merupakan pilihan tepat, banana boat dan permainan air yang memacu adrenaline juga tersedia lengkap di Tidung. Sebelum ke Tanjung Benoa, Bali, lebih hemat untuk mencoba seluruh water sport di pulau Tidung.

Tanjung Lesung, Banten

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/712/pantai-tanjung-lesung
Berada di bagian barat Provinsi Banten, Tanjung Lesung seolah menunjukan bahwa panorama keindahan itu berada di sana seutuhnya. Bagaimana tidak, pantai ini menebarkan pesonanya dengan pasir putih yang terhampar luas. Sebetulnya, Banten memiliki pantai yang lain seperti Anyer dan Carita, namun jika dibandingkan satu sama lain, pantai tanjung lesung memiliki keindahan yang sama dengan pantai-pantai yang ada di pulau Dewata.

Dahulu, asal mula penamaan Lesung berasal dari karakter pantai yang menjorok ke laut dan seperti lesung tempat penumbukan padi pada saat panen tiba. Pantai ini sangat lebar dengan luas sekitar 1.500 hektar. Wow luas sekali kawsan pantai Tanjung Lesung ini :D.

Apa yang menarik di pantai Tanjung lesung? Banyak sekali, mulai dari berenang, snorkling, naik perahu dan memancing. Selain itu, pemandangan pasir putih, karang dan hewan laut. Terdapat pula konservasi terumbu karang yang berada di tengah laut.

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/233/borobudur
Sebelum New 7 World Wonder ditetapkan, Candi Borobudur telah membanggakan Indonesia sebagai salah satu warisan budaya Dunia dan sebagai pusat peribadatan terbesar agama Budha di Dunia. Dari sekian Bali Baru, rasanya Candi Borobudurlah yang dengan cepat menjadi seperti Bali. Namun, tentunya tak semudah yang dibayang, banyak segi yang harus berbenah.

Sebetulnya, Candi Borobudur menjadi role model bagi beberapa candi lain di sekitarnya. Bahkan, bersama dengan Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko kini dibentuk satu atap manajemen sehingga memudahkan pengelolaan dan pengembangan. Dalam www.borobudurpark.com inilah segala informasi tiket, event, fasilitas dan seluk beluk ketiga candi tersebut dapat diperoleh.

Candi Ratu Boko
Kala Candi Borobudur disebut sebagai 7 keajaiban Dunia disandingkan dengan Taj Mahal dari India dan 5 keajaiban Dunia lainnya, rasanya ada kebanggan tersendiri sebagai waga Jawa Tengah. Setiap perayaan Waisak, Candi ini banjir dengan lautan manusia untuk menyaksikan ibadah atau ritual yang suci, namun mendengar bahwa ibadah tersebut hilang maknanya, saya ikut merasa prihatin. Namun, kini penonton perayaan waisak telah sadar bahwa ibadah umat Budha tersebut harus dihormati dengan melihatnya dari jauh dan tetap dalam panduan petugas ketertiban di sekitar Candi.

Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur



Lagi-lagi saya beruntung telah menikmati salah satu sunrise terbaik di Indonesia, walaupun mataharinya tak sempurna. Gunung Bromo tempat melihat matahari dari ufuk timur dengan indah dan nikmat, setelah melalui lautan pasirdan bukit-bukit terjal. Spot terbaik melihat sunrise adalah di bukit penanjakan baik satu maupun dua.

Kawasan Bromo,Semeru dan Tengger bisa disebut sebagi satu gugusan gunung di Jawa Timur. Terdapat dua pintu utama menuju kawasan ini yaitu melalui Malang dan Probolinggo. Sebetulnya dari Lumajang pun dapat menuju ke kawasan tersebut, namun biasanya sangat jarang.

Selain Bromo, Gunung Semeru pun tak kalah pamornya, bahkan saat weekend, Semeru berubah menjadi lautan manusia yang memenuhi panggilan dan hasrat untuk mengikuti sebuah film tentang persahabatan dan cita-cita bertajuk '5 cm".

Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Sumber : http://www.thelombokguide.com/issue_101_full.html
Pernah mendengar Mandalika? Mandalika, seorang putri dari negeri di Lombok. Sifatnya yang arif dan bijaksanapun parasnya yang rupawan menarik setiap pangeran dari berbagai negeri. Sebab paras itulah, putri Mandalika sangat gelisah melihat pertumpahan darah antara pangeran dengan pangeran lain. Pada suatu saat putri memutuskan untuk menyudahi konflik tersebut dengan sumpah bahwa dirinya akan terbagi kepada semua pangeran dan keluarganya. Maka putri pun menceburkan diri ke dalam laut. Setelah putri menghilang, ditempat ia menceburkan diri, muncullah cacing laut dengan warna-warni yang indah. Legenda itu pun masih dipercaya sampai sekarang. Bahkan nyale, cacing laut berwarna-warni itu pun sangat khas di Lombok.

Mandalika saat ini adalah suatu kawasan wisata dengan pantai-pantai nan indah di Lombok. Dengan konsep memadukan kearifan budaya lokal dan kekayaan alam, kawasan ini sempat di gaungkan menjadi Bali kedua pada akhir 1980-an, namun karena infastruktur yang tak kunjung selesai, Bali kedua ini tak terdengar. Dengan adanya rencana Bali Baru, Mandalika diharapkan benar-benar siap menjadi destinasi primadona di Indonesia.

 Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur


Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/92/labuan-bajo
Labuan bajo merupakan salah satu desa di Sumbawa, Nusa Tengrara Barat. Bagaikan pintu gerbang menuju ke pulau-pulau lain di NTB, Labuan Bajo juga menjadi kunci utama mejunu pulau Komodo dan mengujungi daerah lain di Flores. Danau kelimutu maupun Maumere dapat diakses melalui labuan bajo dengan mobil sewaan.

Mengenai Taman Nasional Komodo, saya salah seorang yang mendamba dapat menginjakan kaki di Taman Nasional yang memiliki luas 1.817 KM persegi. Terdapat tiga pulau yang menjadi kawasan Taman Nasional Komodo yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar.

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/106/taman-nasional-komodo
Komodo yang tinggal di Taman Nasional tersebut bejumlah kurang lebih 2.500 ekor dengan habitat padang savannah yang indah. Selain padang savannah, pantai pasir putih dan batu karang juga menghias di kawasan ini. Selain komodo, hidup pula binatang lain seperti rusa , banteng, burung dan beberapa hewan lainnya.

Selain melihat habitat komodo, kawasan ini juga menyimpan kejutan untuk pencinta selam, karena di bawah lautnya sangat cantik dan merupakan salah satu spot dive terbaik didunia. Terdapat 300-an psesies karang, rumah dari ribuan spesies ikan nan cantik, puluhan jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba dan beberapa jenis paus, penyu serta spesies yang lain.

Waktobi, Sulawesi Tenggara


Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/630/taman-nasional-wakatobi
Indonesia layak berbangga dengan alam yang luar biasa. Wakatobi adalah salah satu bukti betapa kayanya alam Indonesia. Wakatobi dikenal sebagai salah satu spot menyelam terbaik di Indonesia. Wakatobi sebenarnya merupakan singkatan dari empat gugusan pulau utama yang berada di Sulawesi Tenggara. Keempat pulau utama tersebut adalah Wangiwangi, Kalidupa, Tomia dan Binongko. 

Sebagai tempat menyelam terbaik di Indonesia bahkan Dunia, Wakatobi menyimpan 750 spesies batu koral dari sekitar 850 batu koral yang ada di Dunia. Artinya sekitar 90an persen koral terdapat di Wakatobi ini. Selain koral, Wakatobi memiliki lebih dari112 jenis karang dari 13 famili, sedangkan untuk ikan, Wakatobi memiliki sekitar 93 spesies ikan yang berenang dengan bebas. Betapa kaya dan indah bawah laut di Wakatobi ini. Kapan kita ke Wakatobi?

Morotai, Maluku Utara

Sumber : http://www.pulaumorotaikab.go.id/aneka/read/1/pulau-morotai-si-cantik-dari-maluku-utara.html
Bercerita tentang Morotai sangatlah panjang, sepanjang sejarah Perang Dunia II yang telah ditulis dalam buku beberapa puluh tahun lalu. Morotai secara administrastif merupakan bagian dari Maluku Utara. Morotai terletak di sebelah utara pulau Halhamera. Pualu ini merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia.

Untuk mencapai ke Morotai, cara yang paling sering ditempuh adalah melakukan penerbangan dari Ternate ke Galela dan kemudian langsung ke Morotai. Untuk jalur kapal yang berdurasi sekitar 12 jam. Sedangkan jalur darat dapat ditempuh sekitar 4 jam dari Ternate ke Tobelo.

Pulau ini merupakan penghasil kayu damar, memiliki bijih emas, besi dan lainnya serta memiliki pesona keindahan laut yang tak terbantahkan. Bahkan bangunan peninggalan pasukan sekutu dan  saksi sejarah Perang Dunia II antara beberapa negara masih terlihat di sana.

Travel Blogger (Biroe) Indonesia