Kabupaten Bogor Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Sport Dunia


Salah satu wisata yang akan menjadi primadona di Kabupaten Bogor adalah Sport atau Olahraga. Potensi Wisata Olahraga dipandang sebagai bagian penting dari pengembangan wisata Kab. Bogor sebagai destinasi utama wisata olahraga di Indonesia di masa mendatang. Dengan kekayaan dan keindahan luar biasa, tak heran apabila rencana ini akan segera terwujud. 

Berbicara Wisata Olahraga, maka kita akan mengenal wisata dalam bentuk arung rejam, berkuda, golf, paralayang, sepeda, tracking atau naik gunung dan masih banyak lainnya. Jadi sebenarnya, secara sadar kita telah lama mengenal wisata olahraga sebagai bagian dalam pariwisata atau berwisata. hayo kamu ngaku kan?


Kabupaten Bogor memiliki setiap jenis wisata olahraga yang disebutkan tadi. Sebut saja Paralayang di kawasan Telaga Warna dan Perkebunan Teh Gunung Mas, Berkuda disekitar kawasan Gunung Mas, Bersepeda mengelilingi Puncak Bogor, Arung Jeram di Sentul Bogor dan bermain Golf di padang golf di sekitar kawasan Sentul. Betapa lengkap wisata olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor. 

Beberapa waktu lalu, bersama Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor, saya berkesempatan mengunjungi beberapa obyek wisata indah yang sangat erat kaitannya dengan Wisata Olahraga. Sebut saja Telaga Warna, Perkebunan Teh Gunung Mas, Jungle Land dan berakhir dengan menyaksikan penandatangan kerjasama antara Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Negeri Pahang, Malaysia.

Kabupaten Bogor bersiap menjadi tuan rumah sebuah pagelaran yang mengundang tamu-tamu dari seluruh Dunia. Nah, kira-kira pagelaran apa sih? Penasaran? Sebelumnya, saya mengajak berkeliling ke Telaga Warna, Gunung Mas dan Jungle Land

Telaga Warna

Foto Dari Mba Donna (www.ayopelesiran.com)
Telaga Warna berada di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Puncak Pass Cisarua. Kawasan ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam dengan luas sekitar 5 hektare. Sebelum memasuki  Telaga Warna, kita disuguhkan hamparan kebun teh yang luas, so refreshing banget.  

Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri karena dapat berubah-ubah warna tergantung dari warna tumbuhan dan cuaca yang berada disekitar telaga. Air dalam telaga akan memantulkan warna dalam waktu relatif singkat. Namun, kepercayaan penduduk terhadap asal-usul telaga warna ini memiliki cerita tersendiri. Konon ada kaitannya dengan sebuah legenda. Legenda Telaga Warna.

Legenda tersebut bermula dari Kerjaan Kutatanggeuhan. Dahulu Telaga Warna merupakan tempat patilasan atau peninggalan Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Suarnalaya dengan permaisuri bernama Purbamanah. Prabu dan Permaisuri belum dikarunia seorang anak. Sang Raja kemudian melakukan pertapaan untuk mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. 

Setelah melakukan pertapaan, Sang Raja kemudian mendapatkan Wangsit untuk mengangkat seorang anak. Dan baru beberapa bulan mengambil anak, kemudian Permaisuri Hamil dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan. 

Foto Dari Mba Donna (www.ayopelesiran.com)
Putri kemudian menjadi anak yang manja karena seluruh permintaan tak pernah ditolak oleh Raja dan Permaisuri. Sampai suatu saat, pada ulang tahunnya, Rakyat memberikan kado spesial berupa kalung. Namun tak disangka bukan diterima oleh Putri melainkan dibanting dan dibuanglah kalung tersebut. Sedih akan perbuatan Putrinya, Permaisuri kemudian mengeluarkan air mata, tak hanya Permaisuri melainkan seluruh penduduk Kerjaan ikut menangis dan mengakibatkan tengelamnya kerajaan. Kemudian tempat itulah yang kini disebut sebagai telaga warna. Konon warna-warni air telaga ini berasal dari kalung yang dibuang oleh Putri.

Wah, ternyata legenda yang beredar di masyarakat ini sungguh luar biasa ya. Percaya atau tidak legenda itu masih dipercaya oleh sebagian Masyarakat Bogor sampai sekarang. Perjalanan ke Telaga Warna ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Bogor. Pintu masuk telaga, jika dari Bogor berpatokan pada Masjid Atta'awun. Sedangkan apabila dari Cianjur berpatokan pada restoran Rindu Alam. Transportasi sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi. Telaga Warna buka dari jam 08.00 dan tutup pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 7.500 untuk setiap pengunjung.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.

Jungle Land 


Jungle Land memiliki segala jenis permainan atau wahana buat keluarga, perseorang atau bersama pacar. Luas Area Jungle Land bisa dikatakan sebagai Adventure Theme Park terluas di Indonesia. Bagaimana tidak terluas, Jungle Land ini memiliki luas 35 hektare dengan 33 wahanan dan kan bertambah. Masalah parkir? Jangan khawatir karena area parkir sanga luas dan dapat menampung 1.000 monbil, 3.000 motor dan 300 bus. Wow, area parkirnya sangat luas.

Selain Dufan dan Jatim Park 1, inilah wahana theme park ketiga yang pernah saya datangi, dan saya sangat menikmati. kalau dirasakan, sensasinya berasa di Universal Studio di Singapura. Bedanya adalah kali ini saya berada di kawasan Sentul Nirwana Bogor. So Adventerously Fun!


Papan informasi tersedia di beberapa titik. Informasi memuat segala zona yang terbagi menjadi 4 Zona yaitu Carnivalia, Tropicalia, Mysteria dan Dunia Dino. Zona Carnivalia terdiri dari permainan yang penuh petualangan dan atraksi. Disamping itu terdapat parade, mini karnaval, performers, live action dan wahanan lainnya. Nama Wahana di Zona Carnivalia ini pun unik misalnya Kolecer (Giant Ferrish Wheel), Jegar Jeger, Ci Luk Ba, Muter-Muter, Petir, Ceblak Ceblok dan masih banyak lainnya.

Zona Tropicalia semacam zona edukasi terhadap tumbuhan dan buah. Permainan didalamnya mengadopsi nama-nama alam sepert Laut Kutub, Haverst Time, Perahu Ayun, Ayun Ayun dan masih banyak lainnya. Zona Mysteria inilah zona memacu adrenaline dengan permainan seru dan menegangkan. Zona ini berisi permainan dengan nama Iber Iber (Magic Bikers), Loloncatan (Jump Around), Kuali Api dan lainnya.


Zona Dino inilah Zona yang paling mengundang decak kagum. Dinosaurus yang ditampilkan bisa bergerak dan mengeluarkan seolah-olah siap memangsa kita, wow jadi takut dekat-dekat dengan Dinonya. Seru juga dapat merasakan Zaman Dinosaurus beberapa juta tahun silam. Tambah asik lagi, saya diajak menonton film pra sejarah saat Dinosaurus menjalani kehidupan di Bumi yang kita diami sekarang ini.


Jadi Pilot dan Naik Kereta 


Permainan Jadi Pilot ternyata ada juga di Jungle Land. Yup, diarea ini kamu akan diajak mencoba mengemudikan pesawat mulai dari take off sampai dengan landing. Seru juga loh dapat merasakan menjadi pilot bohongan. Walaupun Simulator Jadi Pilot ini tidak nyata namun sensasi yang dirasakan sepeti mengemudikan pesawat sungguhan. Penasaran kan pengen jadi pilot?



Nah, uniknya lagi di Jungle Land, kita bisa mengelilingi area 35 Hektare ini dengan menaiki kereta api. Kereta api disini mengunakan mesin serupa kereta api, namun bukan mengunakan bahan bakar kayu ya, namun sudah beralih ke teknologi mesin saat ini.

Pemandangan disekeliling lintasan kereta api ini sangat hijau dan sejuk. Bahkan kami sempat melewati sungai dengan aliran air yang deras. Namun sayang saat melewati belakang bangunan atau wahana, pemandangan berubah kurang menarik. Akan lebih menarik jika dipoles dengan miniatur bangunan dari seluruh Indonesia dilintasan kereta api ini.


Jam operasional Jungle Land Adventure Theme Park ini buka setiap hari dengan pembagian Senin - Kamis buka pukul 10.00-17.00, Jumat buka 10.00-18.00 dan Sabtu-Minggu 09.00 - 18.00. Harga tiket masuk Weekdays Rp 165.000, Jumat Heboh (Tidak Termasuk Tanggal Merah) Rp 100.000, Weekend Rp 220.000.

Kabupaten Bogor Rumah Golf International Dan Destinasi Sport Dunia


Kabupaten Bogor bersiap menjadi tujuan wisata olahraga (Sport) terutama Golf pada September mendatang. Bisa dibilang Kab. Bogor akan menjadi rumah bagi olahraga Golf di level Internasional. Langkah awal tersebut diwujudkan dalam Pertandingan Persahabatan Golf Malaysia Indonesia (Malindo) di Palm Hill Golf Club di Sentul, Bogor.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pomosi Pariwisata Kabupaten Bogor, Bapak Zainal mengungkapkan optimisme bahwa Malindo inilah yang akan menjadi cikal bakal berkembangnya wisata dengan basis olahraga seperti Golf. Alasan utama meningkatkan wisata dan olahraga adalah faktor eknomi dan perputaran uang yang sangat potensial sehigga masyarakat pun akan menigkat kesejahteraannya.


Selain Malindo ini, ditanda tangani pula kerjasama (MoU) antara Kabupaten Bogor dengan Pemerintahan Negeri Pahang dalam meningkatkan kunjungan wisatawan antara kedua daerah tersebut terutama dalam permainan Golf.

Malindo adalah langkah awal, dan langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah mengelar rekor Indonesia dan Dunia dengan mendatangkan ratusan bahkan ribuan orang dari dalam dan luar negeri secara bersama-sama datang dan bermain golf di Bogor. Rencananya perhelatan akbar tersebut akan diselenggarakan pada awal September 2016.


Kabupaten Bogor sangat paham bahwa kerjasama dengan Malaysia terutama Negeri Pahang akan memperoleh banyak keuntungan misalnya belajar mengemas paket wisata yang menarik dan melakukan promosi efektif atau branding yang ditanamkan pariwisata Malaysia. Saatnya mengemas wisata Indonesia menjadi lebih menarik dan merawatnya sehingga kita bisa sejajar dengan Thailand, Malaysia dan Singapura dalam masalah kunjungan wisatawan. Amin.


Salam Cinta Dari Pulau Ndana, Pulau Terluar Selatan Indonesia

"Setia Sampai Akhir, NKRI Harga Mati," Sebuah pesan dari Pulau Ndana, Pulau Terluar Bagian Selatan Indonesia.
Langit biru di kawasan pantai Nembrala menghias pagi. Nembrala merupakan bagian Barat dari Pulau Rote. Ombak lautnya yang indah membuat kawasan ini sering menjadi tujuan turis asing untuk ber-surfing. Selain Ombak dan Surfing, Sunset dikawasan ini sungguh cantik dan tidak boleh dilewatkan. Saya berada di Pulau Rote untuk beberapa hari. Dan rencananya hari ini akan mengunjungi Pulau Terluar Bagian Selatan, Pulau Ndana. 

Entah perjalanan kali akan menjadi babak baru dimana kecintaan saya terhadap Indonesia patut dipertanyakan. Iya, bagaimana tidak? Di seberang Nembrala sana, sekitar 30 menit perjalanan dengan perahu kecil, Barak TNI dengan penuh perjuangan bahkan mempertaruhkan diri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Legenda Danau Merah Dan Habitat Rusa Timor 


Perahu yang membawa saya dan rombongan kini berada ditengah laut. Pulau Ndana jika ditarik garis lurus, akan terhubung dengan Pantai Bo'a. Pantai ini masih merupakan kawasan Nembrala. Ombak tidak terlalu besar sehingga perjalanan kami tempuh kurang dari 30 menit. 

Konon, Masyarakat mempercayai bahwa Danau Merah yang berada ditengah Pulau Ndana merupakan darah penduduk yang dibunuh akibat perseteruan. Kisah ini berawal dari beberapa orang nelayan dari Pulau Rote mencari ikan sampai ke Pulau Ndana. Kebetulan pada malam itu, Ndana tengah berpesta. Karena banyak putri-putri Ndana yang cantik, nelayan tersebut mengodanya. Hingga akhirnya karena kemarahan warga Ndana, nelayan tersebut akhirnya terbunuh. 


Seorang wanita menunggu suaminya di Pulau Rote. Mendengar kabar suaminya terbunuh, wanita tersebut menceritakan semua kepada anaknya. Amarah memuncak, kemudian anak tersebut pergi ke Ndana dengan membawa kerbau. Warga Ndana yang tak pernah melihat kerbau sangat penasaran, dan kemudian tanpa disadari warga tersebut terbunuh. Sejak saat ini, warna air tersebut berubah menjadi merah seperti darah. Cerita inilah yang dipercaya sampai sekarang oleh warga. 

Selain Danau Merah, Pulau ini menjadi habitat Rusa Timor. Rusa Timor kini jumlahnya bekurang sangat drastis akibat diburu oleh masyarakat. Ditempat inilah, Rusa Timor dilindungi dan dijaga dari tangan pemburu.

Padang Savana Dan Markas TNI 


Saat perahu berhenti sempurna di Pulau Ndana, seketika itu saya terpana. Pasir putih dan padang Savana menyambut saya. hanya beberapa pohon kelapa dan pohon besar lain yang berada dipinggiran pantai. Kami disambut beberapa anggota TNI yang tengah asik berenang, sementara anggota lainnya berada di Markas yang berjarak sekitar 5 menit dengan jalan kaki.


Hamparan padang Savana dan langit biru yang luas membuat saya terpukau. Mungkin padang Savana ini adalah terindah yang pernah saya temui. Sejauh mata memandang hanya rumput saja. Tak terasa langkah kaki sudah sampai di Markas TNI. 

Dengan ramah kami disambut kawan-kawan anggota TNI yang bertugas disini. Ada rasa bahagia terpancar dimata mereka ketika kami bertamu. Mungkin karena interaksi terhadap warga apalagi tamu jarang dilakukan sehingga senyum simpul tergambar diwajah mereka. 


Rasanya baru kali ini saya melihat sisi lain dari anggota TNI. Jauh dari hiruk pikuk dunia luar dan seperti terpenjara dalam pulau Ndana. Namun tidak bagi mereka, Anggota TNI siap mengamankan setiap jengkal tanah negeri ini. Bahkan, sudah tertanam dijiwa mereka bahwa NKRI adalah harga yang harus dijaga sampai mati. Apalagi Pulau Ndana berada dibagian terluar Indonesia.

Rupanya disamping mengurusi tugas negara, anggota TNI pun harus mengurus dapur untuk keperluan sehari-hari. Bayangkan saja sosok gagah berani saat berseragam TNI, kemudian berubah menjadi tukang masak yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu. Namun, bagi saya meraka sangat luar biasa. 


Patung Sudirman Kebanggaan Indonesia


Dari Markas TNI, kami harus berjalan kaki sejauh 1 km menuju Patung Sudirman. Walaupun jauh, namun rasa penasaran itu membuat langkah saya tarpacu juga. Patung Sudirman ini diresmikan pada tahun 2011 dan merupakan monumen sebagai titik terluar pulau bagian selatan. Wow, saya termasuk orang yang beruntung dapat melihat pantung ini.


Melihat Sudirman berdiri tegak di pulau terluar, rasa bangga terhadap bangsa ini kian tumbuh. Pernyataan John F. Kennedy, " Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu," mungkin mengambarkan apa yang saya rasakan saat ini. Ditambah lagi, Markas TNI yang selalu mejaga perbatasan NKRI ini dengan sepenuh hati. Hanya salam cinta yang dapat mereka sampaikan kepada kita semua.

Bagaimana Menuju Pulau Ndana ?

Nah, untuk menuju ke Pulau Rote sebelum ke Pulau Ndana dibutuhkan perbangan langsung dari Jakarta menuju ke Kupang. Perjalanan dari Jakarta - Kupang ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 Jam. Dari Kupang dilanjutkan dengan kapal cepat menuju ke Pulau Rote, Kota Baa. Kemudian dari Baa dilanjutkan ke Nembrala. 

Tiket Pesawat bisa dipesan melalui airpaz.com yang menjual seluruh maskapai di Indonesia dan Dunia. Untuk ke Kupang terdapat beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia. Cara pesan di airpaz.com cukup mudah tinggal beberap langkah dan beres deh tiket pesawat. 

So, impian saya adalah menjelajah Sulawesi dan Papua. Semoga airpaz.com dapat mewujudkannya sebagai bagian dari perjalanan dan kecintaan saya terhadap Indonesia. Sebab cinta harus menjelajahi setiap sudut negeri kita sendiri. Kalau bukan kita yang cinta terhadap negera kita, lalu siapa lagi? 

Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD


Tahun ini, Hotel Grandzuri BSD City memasuki ulang tahun ke-empat beberapa bulan lalu. Hotel dengan letak strategis di BSD City dan dapat dijangkau dari Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa menit ini patut berbangga, karena merupakan hotel pilihan saat berada di Serpong. Agustus ini, Hotel Grandzuri menyuguhkan sesuatu yang spesial bertajuk "Pesta Rakyat Tujuh Belasan, Kampoeng Tempo Doeloe". Sebuah pesta untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Kampoeng Tempo Doeloe seakan mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner khas pada jaman dahulu yang kalah tenar dibandingankan jajanan instan yang banyak dijumpai di mini market atau supermarket. 71 Jajanan Pasar Tradisional dan Makanan Tradisional seperti Pecel, Soto, Banjar, gado-gado dan lainnya turut menyemarakan pesta ini. Selain Jajanan Pasar, pesta kali ini turut menghadirkan lomba tujuh belasan bersama seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri. 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Meriahnya Lomba Tujuh Belasan 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri BSD berbaris rapi mengenakan kaos merah dan celana putih. Bagian depan barisan membawa papan bertuliskan lomba yang akan diikuti sore itu. Wajah sumringah dan penuh semangat seakan menyatakan bahwa kami siap memeriahkan lomba kali ini. Saya termasuk yang turut semangat menyaksikan mereka berlomba. Lombanya pun tak biasa. Sebut saja balon terhimpit, beauty and the beast, slowly bikers, futsal bercorong, kerupuk kuat, pukul balon dan water estafet.

Berkat bujukan pantia lomba, blogger pun ikut memeriahkan acara lomba termasuk saya. Kali ini saya berminat pada pukul balon yang berisi air dan beauty and the beast. Kalau pukul balon berisi air ini sudah biasa dilihat, tapi untuk lomba beauty and the beast baru kali ini saya mendengar atau melihat lomba ini. Penasaran dengan beauty and the beast? Saya juga.

Yang Unik Yang Dilombakan

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan Tujuh Belasan ini selalu menarik untuk diikuti, apalagi biasanya lombanya sangat unik seperti panjat pinang, gebuk bantal, dan masih banyak lomba unik lainnya. Saya termasuk pecinta lomba unik, meskipun jarang ikutan setelah dewasa, namun saya menikmati saat yang berlomba menampilkan ekspresi unik, lucu atau bahkan konyol.

Lalu apa saja yang unik menurut saya? Ini dia beberapa lomba unik yang belum pernah saya lihat atau sudah pernah saya lihat namun sangat menghibur.

Futsal Bercorong


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan ini layaknya futsal seperti yang biasa kita lihat, namun yang spesial peserta lomba harus mengunakan corong yang menutup sebagian penglihatan mereka. Lalu bagaimana keseruannya? Iya banyak sekali peserta yang meleset saat mengambil bola dan malah menendang lawan main bahkan kawan sendiri pun ditendang. Permainan hanya cukup beberapa menit dan bagi peserta yang dapat membobol jaring gawang merekalah pemenangnya.

Balon Terhimpit 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sebetulnya saya cukup penasaran dengan lomba satu ini. Apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk memenangkan lomba ini? Meletuskan balon dengan jarum? Atau bagaiman? Ternyata dua orang akan berpasangan dan salah satunya duduk dikursi, sementara yang lain akan berlari dan menghimpitkan balon pasanganya sehingga meletus. Wow, menarik sekali lomba yang satu ini. Alhasil, saya dibuat terawa oleh perangai mereka yang unik.

Kerupuk Kuat 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

"Bang, himpit terus bang krupuknya biar kita menang," ucap seorang wanita berkaos merah.

Sementara seorang pria berbaju rapi berwarna hitam menghimpit krupuk dengan lehernya agar krupuk dapat dimakan oleh pasangannya.

Begitulah suasana lomba krupuk kuat. Lomba makan krupuk berpasangan seperti ini rupanya menarik untuk dilihat. Selain harus dimaikan oleh pria dan wanita atau bisa berpasangan dengan jenis kelamin sama, ternyata kerjasama untuk menghabiskan krupuk sangat dibutuhkan. Pemenang ditentukan berdasarkan kekompakan dan bisa menghabiskan krupuk secara bersama-sama. Menarik bukan?

Beauty & The Beast 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Bukan berarti yang ikut lomba ini harus seorang puteri cantik dan pangeran buruk rupa. Kali ini Beauty and the Beast membalikan fakta tersebut. Lomba ini membutuhkan keahlian mendadani seseorang dengan mata tertutup. What? Apa bisa mendandani seseorang dengan mata tertutup? Lomba ini telah membuktikannya, walau hasil dandanan membuat terpingkal-pingkal.

Saya salah seorang peserta, namun bukan saya yang didandani. Sayalah yang mendandani, Bowo, kawan blogger. Keahlian make-up saya diuji. Bukan saja karena harus rapi dan cantik (baca : Pria Cantik), namun harus menarik untuk dipandang mata. Jeng-jeng bukan membuat wajah Bowo menarik, tapi tambah hancur karena make-upnya tidak terlihat dan cenderung tak beraturan. Sementara, pemenangnya memang sangat cucok dan menor bagi seorang pria hahaha.

Kampoeng Tempo Doeloe Dengan 71 Jajanan Pasar 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan Pasar menjadi makanan saya saat kecil. Pasar diperempatan jalan, saat pagi selalu menjual aneka jajanan yang mengoda selera. Sebut saja gempolan, bubur sumsum dan bubur candil (biji salak), ketiganya merupakan jajanan kesukaan saya. Gempolan berbentuk bulat berwarna merah kecokelatan dan putih, terbuat dari tepung terigu dan dicampur gula jawa. Sedaangkan untuk penyajiannya sangat nikmat dengan santan. Saya paling suka gempolan. Saat pulang kampung, hal pertama yang saya tanyakan adalah "Gempolannya Ada?".

Kampoeng Tempo Doeloe menghadirkan kembali jajanan pasar kehadapan saya. Tak hanya satu, dua atau 10 macam, namun 71 jajanan pasar dihadikan. Bagai menjelajah masa kecil, Kampoeng ini dapat menawar kerinduan akan kampung halaman nun jauh disana.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan pasar yang disajikan sangat beragam dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya kenal dengan beberapa macam Jajanan seperti kue gulung, moaci, kue cucur, pastel, puteri ayu, dan masih banyak lainnya. Moaci menjadi salah satu favorite saya. Sebetulnya Moaci ini setahu saya berasal dari Jepang. Mungkin karena dahulu terdapat peninggalan Jepang, salah satunya jajanan ini.

Cara membuat moaci tergolong unik. Tepung beras ketan ditumbuk sehingga membentuk adonan yang lembut dan lengket dan kemudian dibentuk bulat. Setelah berbentuk bulat kemudian ditaburkan tepung sehingga tidak lengket. Moaci tersohor Indonesia berasal dari Sukabumi, namun kini Moaci lebih terkenal berasal dari Semarang.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sentuhan Sunda pun hadir dalam Kampoeng Tempo Doeloe melalui Nasi Tutug Oncom. Nasi Tutug Oncom ini berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Cara membuatnya pun tergolong spesial karena nasi akan dicampung dengan oncom goreng atau bakar. Tutug dalam bahasa Sunda berarti menumbuk dan proses inilah yang membuat Nasi ini terkenal dengan nama Tutug Oncom. Biasanya Nasi tersebut akan dihidangkan dengan lauk-lauk lain seperti sayur-sayuran, ayam, telur dan daging.

Signature Menu : Nasi Goreng Ugal-ugalan dan Sop Buntut Balado

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Pernah merasakan Nasi Goreng dengan sambal pedas luar biasa? Seperti Maicih yang memiliki level kepedasan, Nasi Goreng Hotel Grandzuri BSD pun demikian. Nasi Goreng ini memiliki 5 level dimulai dari level  Mangstaph, Enak Gila, Nampar, Nampol dan Ugal-Ugalan.

Mulanya saya mencoba dari Mangstaph. Level ini menyajikan pedas yang biasa seperti nasi goreng dengan tambahan satu atau dua sendok cabai. Kemudian rasa ingin tahu membuat saya mencicipi Nasi Goreng Enak Gila. Kali ini lidah saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum karena pedasnya. Tidak berhenti sampai disitu, saya ingin menguji ketahanan pedas saya dengan mencoba level berikutnya. Sepertinya Level Nampar akan menjadi sesuatu yang menampar-nampar lidah saya. Benar saja, satu sendok nasi goreng membuat mata saya merem melek dan menahan pedasnya. Segera saja saya minum air untuk meredam pedas itu.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Menu berikutnya adalah Sop Buntut Sambal Balado ala Chef Yan Hari. Berbeda dengan Nasi Goreng yang sangat pedas, sambal balado yang tersaji bersama Sop Buntut tidak terlalu pedas dan terasa pas. Kuah sop yang bening dipadu dengan daging buntut yang lembut membuat sajian ini paling saya favoritekan.

Dua menu ini merupakan Signature Menu yang dapat dipesan setiap saat oleh tamu Hotel Grandzuri BSD. Sedangkan Jajanan Pasar hanya akan dijumpai beberapa macam saja setelah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menikmati Staycation Dengan Bermain Air

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Setelah kenyang dengan sajian Jajanan Pasar dan Signature Menu, saya dan beberapa media dan blogger mendapatkan kesempatan untuk Staycation. Seperti yang diketahui, Grandzuri memiliki fasilitas lengkap seperti fitness/gym center, swimping pool, parkir luas, penjemputan dan beragam fasilitas lainnya.

Kamar yang saya tempati pun lumayan luas dengan fasilitas kamar cukup lengkap. Urusan kamar mandi pun sangat diperhatikan, jadi kalau tidak bawa perlengkapan mandi, Hotel ini telah menyediakannya mulai dari pasta gigi, sikat gigi, sabun, shampoo dan perlengkapan lain.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Desain kamar memang sangat nyaman untuk istirahat, apalagi terdapat sentuhan artistik sebuah lukisan menambah suasana nyaman seperti dirumah sendiri. It feels like home for me.

Keesokan harinya, untuk mengisi hari, saya dan beberapa kawan blogger pun menikmati hari dengan berenang bersama. Suasana kolam pun sangat ramai hari itu, banyak anak-anak kecil yang turut bermain bersama saya dan kawan-kawan lain.

Hotel Grandzuri BSD selalu menawarkan kemeriahan yang berbeda tiap bulannya, untuk bulan depan pasti temanya akan berbeda dan akan menyajikan kejutan yang berbeda bagi tamunya. We'll see you soon.

Informasi Grand Zuri BSD

Alamat 
Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk
Blok CBD Lot. 6, BSD City, Serpong
Tangerang Selatan, Banten

Email 
reservation.bsd@grandzuri.com

Telepon
+6221 2940 4955

Website 
http://grandzuri.com/bsdcity

Maps 

Jelajah Pesona Lampung, The Treasure Of Sumatra

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Kain Tapis ini dipercaya sebagai penyelaras manusia terhadap alam, mahluk hidup lain dan Sang Pencipta. Warna emas yang dominan dan motif tumbuhan dan hewan menjadi salah satu ciri khas kain tapis. Pembuatan kain biasanya mengunakan kapas dengan benang tenun berwarna perak atau emas. Begitulah masyarakat Lampung menciptakan identitas pakaian dengan sangat detail dan berkelas.Pesona seseorang akan terlihat lebih menarik saat memakai pakaian dipadu dengan Siger, mahkota bagi seorang wanita. Sungguh mata ini tak akan berkedip ketika melihat Muli (sebutan gadis di Lampung) berhias dan mengenakan pakaian adat lengkap.

Ah, Kain Tapis bukanlah satu-satunya Pesona Lampung yang saya kenal. Masih banyak dan tak akan habis ketika saya bercerita mengenai Lampung. Sebut saja Danau Ranau dengan pemandangan Gunung Seminung, Lembah Batu Brak, Bukit Kabut, Rumah Adat Lampung dan beberapa tempat di Lampung yang pernah saya kunjungi. Beruntung sekali saya diajak oleh Mas Yopie dan kawan-kawan dari Lampung Barat dalam rangkaian Festival Skala Brak tahun lalu. Meski telah berlalu, namun memori kecil saya masih mengingat setiap pesona tempat yang saya kunjungi.

Menikmati Senja Di Danau Ranau Dengan Pemandangan Gunung Seminung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jejak langkah saya masih tertinggal di Danau Ranau, Lampung Barat. Beberapa bagian Danau Ranau masuk dalam wilayah Sumatra Selatan. Wilayah ini bisa disebut sebagai batas terluar Provinsi Lampung di bagian Barat. Mobil yang membawa saya dan beberapa kawan cukup lihai menerobos hujan kecil dan lumpur. Walaupun sebagian jalan beralaskan tanah, namun perjalanan saya cukup nyaman. 

Selama perjalanan dari Liwa, saya banyak menemui pohon-pohonan lebat di sisi kanan dan kiri. Pantas saja karena kawasan ini masuk dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kawasan ini sangat luas dan tercatat sebagai hutan warisan Dunia oleh UNESCO. Saya tak sabar melihat lebih dekat danau indah dengan panorama Gunung Seminung. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setengah jam penantian dari Liwa, akhirnya mobil berhenti tepat di sebuah penginapan. Penginapan ini langsung pemandangan Danau Ranau yang membentang dipercantik dengan pemandangan Gunung Seminung. Bisa dibilang, inilah salah satu spot terbaik untuk menikmati sejuknya udara setelah hujan dan senja yang sebentar lagi akan hadir.

Jarak penginapan dan danau tak lebih dari ratusan meter, sangat dekat. Diujung penginapan, terdapat rumah panggung kecil dengan alas kayu, sedangkan disisi rumah panggung kecil terdapat bebatuan yang bersentuhan dengan air danau. Kemudian saya masuk kedalam rumah panggung kecil yang bersebelahan dengan tambak ikan air tawar milik warga sekitar. Dapat ditebak, mata pencaharian warga sekitar adalah petambak ikan dan petani kebun disekitar hutan. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Gunung Seminung memang berkabut kala itu, namun tak mengecilkan hati saya menikmatinya, bahkan foto yang saya ambil cukup membuat saya terpesona. Saya, Danau Ranau dan Gunung Seminung menyatu dalam satu bingkai. Foto ini menjadi salah satu favorite saya selama perjalanan ini.

Danau Ranau menjadi salah satu spot terbaik untuk melalukan wisata dan olahraga air karena kedalaman dan ketenangan airnya. Lampung Barat sangat beruntung memiliki potensi wisata air terbaik di Lampung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Saat Matahari telah meredup dan menghilang di Bukit Barisan Selatan, saatnya saya menikmati senja yang akan segera menghilang. Untung saja, Matahari masih mau muncul pada saat senja, padahal dari siang, hujan telah terlebih dahulu turun dengan durasi cukup lama.

Saatnya menikmati sepotong senja dengan sajian kopi, obrolan ringan bersama teman dan duduk-duduk manis menghadap Gunung seminung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sunrise Di Bukit Kabut

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jarang sekali saya menjumpai sunrise dan kabut dalam satu waktu. Biasanya, jika Matahari muncul, kabut pun akan sirna terkikis sinar yang panas. Namun, kali ini teori saya seratus persen salah. Bukit Kabut di Lampung Barat, ditempat ini saya menemukan sebuah keindahan kala pagi. 

Akses menuju Bukit Kabut Bawang Bakung berkelok-kelok dan cukup menukik, untung saja jalan sangat mulus walaupun beralaskan tanah dan bebatuan kerikil kecil. Sebelum memasuki kawasan berliku-liku, saya melewati sebuah desa dengan rumah-rumah khas Lampung Pesisir. Kawasan ini disebut Pekon Negeri Agung. Untuk menemui kabut, pagi hari sekitar pukul 5 sampai 7 adalah waktu yang ideal karena kabut tebal sudah mulai hilang berlahan-lahan dan pemandangan perbukitan pun sangat menawan.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Spot inilah yang mampu menarik orang-orang berburu kabut di  Lampung Barat. Dunia maya telah menjadi saksi bagaimana viralnya tempat ini. Matahari telah berada di atas ketika saya melihat sekeliling yang masih ditutup kabut. Mungkin kala itu waktu belum genap menunjukan pukul 7 pagi. Antara bahagia dan terpesona, kamera ini tak henti-hentinya mengabadikan seluruh landscape dari kaki bukit sampai puncaknya.

Tak salah jika Bukit Kabut ini menjadi tempat terbaik karena kabutnya yang tahan lama dan tampak sangat elok mengikuti setiap lekuk perbukitan dipandang dari sudut puncak bukit. Sayang, perjumpaan dengan tempat ini harus disudahi, saya harus menjumpai tempat lain yang tak kalah menariknya. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Rumah Adat Lampung Di Pekon Negeri Agung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setelah berburu kabut di Bukit Bawang Bakung, rombongan sempat berhenti sejenak di Pekon Negeri Agung. Sebutan Pekon sama artinya dengan desa secara umum, hal pembeda hanyalah struktur administratif saja. Pekon dipimpin oleh Peratin yang dipilih oleh penduduk setempat. Negeri Agung masih menyimpan adat secara rapat meski tetap disesuaikan dengan roda zaman yang terus berputar. Terlihat dari rumah adat yang tetap kokoh berdiri dan sangat unik.

Rumah Adat Lampung berbentuk rumah panggung seperti rumah-rumah di daerah Sumatra pada umumnya. Namun, Lampung memiliki corak khas berupa warna cerah dan kontras seperti warna Siger dan Kain Tapis.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Hampir sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan beralaskan tanah. Namun mengikuti perkembangan teknologi, terdapat beberapa rumah yang dimodifikasi sehingga mengunakan tembok sehingga bangunan tampak kokoh. Konon salah satu alasan mengapa mengunakan kayu sebagai bahan pembuatan rumah adalah  gempa akibat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883, banyak bangunan rumah bertembok rentak bahkan runtuh, sedangkan bangunan dengan bahan kayu malah masih tegak berdiri.

Rumah Adat memiliki beberapa bagian pokok yaitu loteng sebagai penyimpan barang berharga, serambi untuk menerima tamu, ruang keluarga untuk berkumpul bersama keluarga, kamar tidur utama dan kamar tidur kedua dan ruang dapur serta ruang belakang yang digunakan oleh ibu-ibu.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain pembagian ruangan, pada setiap sisi-sisi rumah terdapat hiasan berupa ornamen, ukiran dan aksara kuno. Diantara aksara kuno tersebut adalah Nemui-Nyimah yang berarti menjaga tali silaturahmi dengan mengunjungi setiap sana keluarga dan bersikap ramah tamah terhadap tamu. Begitulah salah satu sikap hangat warga Lampung saat menerima tamu darimanapun berasal seperti rombongan kami.

Hamparan Sawah Di Lembah Batu Brak 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain Bukit Kabut, kabut ternyata bersahabat di Liwa, Lampung Barat. Ketika menunjungi Lembah Batu Brak, saya masih menjumpai kabut padahal surya telah terbit di timur sana. Untuk menuju Lembah, puluhan anak tangga harus dilalui terlebih dahulu sebelum menemui hamparan sawah di unjung lembah. Udara masih sangat segar ditambah dengan pepohonan hijau disisi sepanjang jalanan.

Saat menuruni tangga, banyak warga sekitar yang berjalan menaiki anak tangga sambil membawa cucian dan peralatan mandi. Rupannya, tepat dibawah tangga terdapat pemandian umum dengan sumber air yang masih alami. Konon, pemandian ini dipercaya bersumber dari tujuh mata air yang berbeda atau disebut pancuran tujuh. Apabila sering mandi dipancuran air tersebut akan awet muda. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Secara logis kepercayaan tersebut sangat tidak masuk akal, namun jika diperhatikan, akses untuk menuju pemandian tersebut dilalui puluhan anak tangga sehingga membuat tubuh menjadi fit dan segar. Disamping itu, sumber air yang alami tentunya akan membuat wajah tetap segar. Saya sempat masuk ke dalam pemandian dan mencoba mencuci muka dengan airnya, memang benar air sangat segar dan membuat wajah berseri-seri.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Dan, hamparan sawah dengan pemandangan bukit memanjakan mata saya. Walaupun, masa kecil saya sering main disawah namun suasana sejuk pagi cukup menyegarkan mata saya yang cukup penat dengan gedung bertingkat di Jakarta.

Setelah berjalan menyusuri sawah, akhirnya saya berhenti di salah satu bukit. Untuk melihat hamparan sawah yang luas, akhirnya saya memberanikan diri naik ke atas bukit. Dan benar saja, setelah diatas bukit. Hamparan sawah ini menjadi salah satu landscape indah. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Himpun Agung Dalam Festival Skala Brak

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Salah satu event yang dikunjungi adalah Himpun Agung di Kepaksian Skala Brak. Kepaksian Sekala Brak merupakan salah satu kerajaan di Lampung. Dahulu, kepaksian inilah yang memegang pemerintah sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Himpun Agung bisa disebut sebagai Musyawarah Agung Para Sultan Kerajaan Adat Paksi Skala Brak. Riuh ramai sangat terlihat kemeriahan Kepaksian Sekala Brak dalam menyambut Tamu Agung dari berbagai Kepaksian dan Pemerintahan. Tak hanya sambutan, melainkan hidangan pun disajikan untuk seluruh tamu yang hadir.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sejatinya, Himpun Agung inilah akar tradisi Musyawarah Mufakat yang sering digemakan di Gedung DPR/MPR di Senayan. Bahkan Ketua MPR, Pak Zulkifli Hasan turut hadir dalam Himpun Agung untuk menerima Anugerah Lencana Kerajaan dan Keris Pusaka Pangeran Batin Sekahandak yang pernah dipakai dalam menyelesaikan konflik Rejang Lebong dan Bumi Pasemah Lebar.

Festival Krakatau akan hadir sebentar lagi di Lampung, Agustus akhir 2016. Pesona Krakatau yang tak hilang dimakan usia membuat festival ini layak untuk dinikmati masyarakat Indonesia. Info lebih lengkap silahkan akses www.lampungkrakataufest.com. Saya tunggu di Lampung ya. See you.