Booking Local Homestay Dan Nikmati Sensasi Tinggal Bersama Penduduk Lokal Ubud, Bali


Bali menawarkan sejuta pesonanya. Tak hanya Nusa Dua,  Kuta atau Sanur,  Ubud pun tak luput dari kedatangan wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Kata orang,  Bali adalah pulau dewata,  tapi menurut saya Bali adalah surga dan Ubud adalah surga tertinggi dalam kastanya.

Ubud memang berbeda. Apabila ingin menikmati indahnya pedesaan Bali atau sekedar yoga dengan pemandangan sawah,  Ubud adalah tempat yang cocok. Saya setuju apabila ada orang yang menyatakan kalau Ubud itu tempat paling sunyi. Sunyi bukan dalam arti sepi,  tapi tempat mendekatkan diri dengan alam. Sunyi bukan mati,  melainkan melampui hidup dan dekat dengan Yang Maha Kuasa. 

Destinasi Wisata Ubud pun tak kalah bila dibanding dengan pantai-pantai dipesisir Selatan dan Timur Bali. Sebut saja Goa Gajah, Puri Saraswati,  Istana Ubud,  Museum Blanco dan beragam destinasi yang terlalu panjang untuk disebutkan. Namun,  sudah pernahkah menikmati destinasi sekaligus berinteraksi layaknya penduduk lokal tanpa ada batasan dan dinding hotel sebagai pemisah.

Menikmati Ubud Dari Sisi Lain

Selain destinasinya, kadang melakukan hal-hal kecil seperti memasak makanan khas Bali,  belajar tari Pendet dan beraktivitas bersama masyarakat Ubud membuat memori tersebut tertanam kuat dalam diri. Bisa dibilang inilah aktivitas anti mainstream yang dapat dilakukan di Ubud. 

Percayalah,  aktivitas anti mainstream ini akan berujung pada kepuasan yang selama ini dicari-cari. Bahkan,  tanpa sadar akan teralin ikatan batin antara penduduk lokal dengan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegeri.

Booking Ubud 'Local' Homestay 

Selama beberapa kali ke Bali,  mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya menginap dihomestay. Bukan merasa tak nyaman atau anti dengan homestay,  namun karena beberapa kali yang muncul dalam mesin pencarian didominasi oleh website booking online yang mendaratkan pilihan hotel-hotel berbintang. Karena terbiasa inilah,  akhirnya tak satupun homestay termemori dibenak saya.

Namun,  satu hal membuat semuanya berubah. Berawal dari sebuah percakapan kemudian ajakan,  berakhir di sebuah homestay di Ubud. 

Kesan pertama Homestay menurut saya adalah sesuatu yang kurang terorganisir secara manajemen. Namun,  kesan itu sirna begitu saya tahu bahwa Homestay di Ubud memiliki website yang secara khusus menerima pesanan dan melihat secara visual homestay tersebut.

Masalah kedua adalah fasilitas. Yup,  anggapan saya, homestay kurang memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang,  namun siapa sangka homestay memiliki televisi,  ruangan AC,  WIFI,  peralatan mandi,  dan semua fasilitas yang bisa didapatkan dihotel berbintang 2 keatas.

Masalah ketiga adalah lingkungan. Homestay lebih menawarkan lingkungan tenang dengan keramahan penduduk Ubud sebagai sebuah keuntungan yang tak dapat disediakan hotel manapun.

Masalah keempat adalah Harga. Harga hotel adalah fixed price yang tidak dapat diubah tetapi malah cenderung naik. Namun,  homestay menawarkan kemudahan seperti tawar menawar harga dan cenderung murah. 

Tebasaya Homestay 

Begitu saya sampai,  disebuah gang sempit,  saya hanya bisa menduga-duga, apakah betul ini jalan menuju Tebasaya Homestay. Namun setelah memasuki pintu gerbang,  dugaan saya mendadak berubah menjadi raut bahagia. Ternyata homestaynya memang masuk gang sempit,  namun bangunan dua lantai dengan luas kamar yang cukup besar besar. 

Memasuki kamar,  segala perlengkapan mandi,  AC,  Televisi, WIFI dan segala rupa yang dibutuhkan termasuk air minum pun tersedia dan tertata apik. Saya cukup terkesandengan homestay ini. Bangunan bergaya Bali sangat terasa apalagi homestay ini dikelilingi oleh perumahan warga yang menampilkan suasana Bali.

Jati Homestay 

Berbeda dengan Tebasaya Homestay,  Jati lebih menampilkan sisi klasik dengan dinding yang terbuat dari bambu. 

Fasilitas pun tak diragukan lagi,  sesuai dengan standar hotel,  homestay ini menawarkan faslitas yang sama. 

So,  kapan kamu ke Ubud dan menginap di Homestay untuk merasakan keeratan emosional dengan penduduk lokal. 


Tips Dan Panduan Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Berangkat Traveling Sendirian (Solo Backpacker)


Wajah pucat pasi disertai dengan drama ketinggalan pesawat ke suatu tempat yang sudah lama diidam-idamkan, mungkin inilah salah satu kekhawatiran yang berlebih apabila kita melakukan Traveling Sendirian atau Solo Backpacker/Traveller. Setelah mengantinya dengan tiket lain, kemudian terbang dengan mengunakan pesawat lain. Tak hanya ketinggalan pesawat, ternyata setelah mendarat, bagasi kita tertukar dengan orang lan berakhir di Lost and Found. Tak hanya menunggu 1 atau 2 jam, namun ternyata harus menunggu sekitar 1 hari lamanya, sementara jam cek in dan itinerary sudah menanti. Dua kesialan tersebut bukanlah akhir, ternyata pada saat mengunjungi tempat wisata, kita kehilangan uang. Dan, tertinggal beberapa lembar uang saja. 

Sebagai seorang traveler apalagi bepergian hanya seorang diri, kita membutuhkan waktu prepare lebih lama daripada bepergian dengan rombongan. Yup, saya membutuhkan waktu lama untuk riset tempat yang akan dikunjungi, bahkan bertanya teman-teman yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Selain riset, saya juga melakukan persiapan lain seperti membooking penginapan atau hotel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah. 

Nah, lalu apa saja yang harus dilakukan sebelum berangkat agar terhindar dari drama-drama yang tidak penting dan menganggu perjalanan kalian. Simak tips-tips ala Bluepacker Indonesia.

Reminder Jadwal Penerbangan 


Pada saat saya melakukan traveling ke Bali beberapa waktu lalu, saya sempat menemukan peristiwa unik. Pada saat boarding, pramugari dan petugas bandara menemukan kejanggalan pada hitungan mereka. Mereka menemukan kelebihan penumpang 1 orang. Setelah dihitung kembali dan dicross cek, ternyata terdapat satu orang yang bukan penumpang pada hari itu. Usut punya usut, ternyata penerbangan orang tersebut bukan hari itu melainkan keesokan harinya. What a funny story. Wanita bule ini berulang kali mengucapkan "My flight should be tomorrow". Beberapa orang yang mendengar ucapannya tertawa lebar. Mungkin ini salah satu drama yang tidak diinginkan oleh traveler bukan? 

Drama ketinggalan pesawat bukan tidak mungkin akan menimpa kalian. Pekerjaan atau urusan lain yang cukup menyita perhatian bukan tidak mungkin cukup menguras perhatian sehingga tidak sempat memperhatikan kembali schedule penerbangan yang telah dekat. Untuk menghindari hal ini, gunakanlah reminder jadwal yang telah terpasang di smartphone kalian. Satu langkah simple yang sangat penting untuk menghindari drama ketinggalan pesawat. 

Riset Tujuan, Buatlah Itinerary dan Booking Hotel Dari Jauh-Jauh Hari

Setelah membeli tiket pesawat, bukan saatnya bersantai-santai menunggu waktu keberangkatkan berpetulang menurut hati. Mungkin saja ada tipikal traveler yang seperti ini, namun untuk kemudahan pada saat traveling, ada baiknya mempersiakan Itinerary dan membooking hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. 

Riset Tujuan 

Misalnya, tujuan kita adalah Malaysia, khususnya Kuala Lumpur. Risetlah dengan cara mengoogling atau bertanya teman yang pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dari riset tersebut, tentukan beberapa tempat/destinasi yang akan kalian kunjungi. Misalnya Twin Towers, KL Tower, KL Galleries, Bukit Bintang, Pertunjukan MUD KL dan Batu Cave

Itinerary 

Buatlah Itinerary dari riset tersebut, usahakan Itinerary mencakup biaya yang dibutuhkan misalnya tiket masuk, tranportasi dan segala macam biaya yang dibutuhkan selama perjalanan menuju ke destinasi tersebut. Misalnya untuk ke Twin Tower, dibutuhkan transportasi MRT, 2 MYR, kemudian tiket masuk untuk keatas Twin Tower adalah 85 MYR. Dan untuk destinasi selanjutnya pun sama. Disamping itu, karena kita telah melakukan riset maka dari penginapan menuju ke Twin Tower dapat kita estimasi berapa waktu yang dibutuhkan. Selain biaya dan waktu, ditambahkan pula alternatif destinasi apabila Twin Tower sedang dalam perbaikan atau jam kunjungan sudah habis. Rangkum semuanya dalam satu catatan dan diprint. Kirim file data itinerary ke email pribadi sehingga jikalau kertas itinerary hilang masih ada backup datanya di smartphone. 

Booking Hostel/Hotel 

Booking hotel ini termasuk yang wajib dilakukan dan tidak boleh dilewatkan. Saya biasanya selalu membooking hotel jauh-jauh hari, apalagi kalau luar negeri menjadi tujuannnya, maka tak bisa ditawar lagi. Booking online merupakan salah satu cara tercepat, sebut saja agoda, pegi-pegi, travelio, airyroom, zen rooms dan masih banyak lagi jasa booking online tinggal bagaimana kriteria yang dibutuhkan seluruh website tersebut dapat membantu. Salah satu keuntungan booking lebih awal adalah harga yang lumayan rendah dibandingkan booking mepet dengan waktu traveling. Saya biasa mengunakan booking.com, karena bisa dicancel tanpa terkena biaya cancel. So, silahkan booking hotel sekarang juga apabila destinasi telah ditetapkan.

Scan Dokumen Penting 


Passport adalah bukti identitas selama perjalanan di luar negeri. KTP adalah identitas anda di dalam negeri. Keduanya sangat berharga. Jika keduanya hilang, maka perjalanan kita jadi terhambat. Resiko yang paling fatal adalah resiko deportasi. So, sudah saatnya menjadi pejalan yang baik dengan melakukan tindakan simple yaitu scan dokumen penting seperti Passport, KTP, dan dokumen lain yang dirasa penting.

Packing, Bagasi Dan Pilihan Baju Sesuai Cuaca 


Ada baiknya memastikan apakah tiket pesawat sudah termasuk bagasi atau tidak. Jika tidak termasuk bagasi, lihatlah kebijakan berapa KG yang diperbolehkan untuk dibawa, jika hanya boleh dibawah 10 Kg, silahkan packing sesuai dengan berat yang telah ditentukan. Selain bagasi, yang perlu diperhatikan adalah musim apakah negara yang dituju. Jika musim dingin tentunya dibutuhkan jaket musim dingin dan pakaian dalam yang tahan dingin atau heatech. Atau jika musim panas, maka yang dibutuhkan adalah kaos yang mudah menyerap keringat dan celana pendek serta topi. Setelah semua siap, silahkan packing dan pastikan lagi jangan sampai tertinggal. Happy packing, tapi ingat jangan sampai terlalu berat ya.

Siapkan Obat-obatan Dan Vitamin

Cuaca yang tidak sama dengan negara kita membuat tubuh akan melakukan penyesuaian pada suhu. Apabila tubuh mampu menyesuaikan diri, maka tidak ada masalah. Namun, ketika tubuh lemah dan suhu berganti secara extreme, maka terjadilah penyakit. Obat-obatan dan vitamin sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Kadang kala kita melewatkan membawa obat-obatan pribadi karena koper telah penuh, akibatnya traveling menjadi tak menyenangkan. Sekali lagi pastikan membawa obat-obatan yang praktis dalam kemasan kecil dan bisa dimasuk dalam koper yang telah penuh sekalipun.

SIM Card Dan WIFI

Dengan itinerary yang sangat padat dan kamu seorang diri, dibutuhkan koneksi internet dan maps supaya tidak tersesat. SIM Card ataupun WIFI sangatlah membantu kamu dalam mencari tempat tersebut. Belilah SIM Card atau WIFI pada saat kamu sampai ditempat tujuan, khususnya tujuan luar negeri.

Aplikasi Yang Membantu Traveling 


Salah satu aplikasi yang membantu pada saat traveling adalah Anavigo. Anavigo ini merupakan produk Astra yang membantu perencanaan trip, kemudian terdapat fasilitas menemukan tempat sekitar lengkap dengan keterangan, terdapat traffic report dan fasilitas lain yang memudahkan perjalanan kamu semuanya. Silahkan download disini.

Asuransi Traveling 

Biasanya dalam perjalanan khususnya ke Eropa, dibutuhkan suatu Asuransi perjalanan. Namun, sekarang sudah saatnya mengubah paradigma bahwa asuransi dibutuhkan bukan hanya untuk perjalanan ke Eropa saja, melainkan semua perjalanan. Lalu timbul pertanyaan, apakah Asuransi ini mahal? Jawabnya tergantung dari level perlindungan dan tingkat premi yang ditangung. Silahkan cek disini.

Bawa Tongsis Dan Perlengkapan Kamera

Membawa tongsis merupakan kewajiban sebagian orang, namun apabila solo traveler, maka hal ini menjadi sebuah keharusan. Selain akan mempermudah foto diri sendiri, juga sangat berguna untuk mempercepat proses foto. Selain tongsis, bawalah batere cadangan dan kamera cadangan. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk sebagai bagian dari backup apabila batere utama mati dan kamera utama telah kehabisan semua batere. Disamping itu, bawalah memori card yang banyak, jangan sampai memori kamu telah full pada saat mengunjungi sebuah destinasi. Selain itu, bawalah external hardisk untuk membackup semua file baik foto maupun video setelah beberapa hari traveling.

Baca Maps Dan Notes


Maps tentu saja sangat membantu apabila kita tidak memiliki koneksi ke internet atau pada saat smartphone kita mati. Selain itu, catatlah alamat penting dan hal-hal penting seperti alamat hotel, tempat wisata dan nomor-nomor penting pada saat ditujuan. Hal simple ini kadang sangat dibutuhkan apalagi pada saat terdesak, seperti menanyakan suatu alamat maka notes ini dapat digunakan.

Bawa Uang Secukupnya

Setelah membuat Itinerary dan biaya, maka pada saat traveling, usahakan untuk membawa uang sesuai yang dibutuhkan dan dilebihkan beberapa saja. Resiko bepergian di luar negeri atau di daerah lain di Indonesia, kita tidak pernah tahu. Maka disarankan membawa uang secukupnya sehingga pada saat kehilangan masih bisa terselamatkan dengan kartu kredit atau kartu debit. Jangan lupa untuk memisahkan antara uang dan kartu-kartu lain dalam tempat berbeda sehingga pada saat kehilangan, kita masih memiliki cadangan.

Update Social Media Dan Selalu Hubungi Keluarga

Seringkali kita dianggap pamer karena sering update di social media, namun tidak salahnya untuk terus update di social media. Karena dengan update di social media, keluarga dan teman-teman akan mengetahui dimana keberadaan kita. Sesekali perlu juga menghubungi keluarga melalui whatsapp dimana keberadaan kita. Tentu saja ini akan sangat membantu perjalanan, apalagi untuk seorang solo traveler hal ini harus dilakukan.

Sudahkah kamu melakukan hal-hal tersebut untuk memperlancar travelingmu? Silahkan dipraktekan tips ini ya. Sampai jumpa di tips-tips selanjutnya. 

Tips Jalan-Jalan Murah (Backpacker) Ke Korea Selatan


Korea Selatan menjadi sebuah magnet bagi penjuru dunia untuk datang dan menikmati segala bentuk wisata yang ada. Mulai dari sekedar menikmati alam, melihat gedung-gedung pencakar langit, mencoba menu makanan khas, mengunjungi tempat unik, menemui idola K-Pop dan masih banyak lainnya. Sebut saja Namsam (Seoul) Tower, Istana Gyeongbokung, Nami Island (Pulau Nami), Hanok Buckhon Village, Jeju Island (Pulau Jeju), Lotte World, Everland, Cheonggyechoen stream, Myeongdong, Insandong, Dongdaemun Market dan masih banyak tempat yang harus di kunjungi di Korea Selatan. Untuk merasakan semua keunikan tempat dan kulinernya, idealnya dibutuhkan waktu lebih dari 5 hari. Sayang sekali kalau ke Korea Selatan hanya satu atau dua hari saja dan tidak mengunjungi berbagai tempat tersebut.

Korea Selatan memiliki 4 musim yang tak dimiliki oleh negara tropis seperti Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau menikmati salju dan bermain ski di gunung es merupakan impian traveler dari Indonesia. Bahkan hanya untuk sekedar mengengam dan bermain lempar salju saja sudah merupakan hal istimewa yang tak dapat dilupakan.

Nah Traveler, lalu bagaimana caranya jalan-jalan ke Korea Selatan agar murah (atau Backpacker style), Ini dia beberapa Tips yang wajib dilakukan


1. Cari Tiket Pesawat (Airlines) 


Pengamalan membuktikan bahwa sebenarnya, tiket pesawaat ke Korea Selatan bisa didapatkan dengan range harga yang murah sekitar 2,3 Juta (PP) dengan mengunakan Arlines Air Asia X (Harga tahun 2014). Terus bagaimana cara bisa mendapatkan tiket murah tersebut? Biasanya ada beberapa hal yang harus dilakukan

Cek Harga Pesawat Promo

Air Asia memiliki hari khusus untuk menawarkan promonya yaitu pada minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB atau waktu Malaysia, karena Air Asia bermarkas di Malaysia. Namun, tidak setiap minggu, Air Asia menawarkan promo-promonya, sehingga patut dicek secara berkala setiap minggunya.

Untuk maskapai lain, promo dilakukan secara periodik, artinya tidak sesering Air Asia yang bisa setiap minggu namun Promo biasanya dilaksanakan pada saat menjelng liburan sekolah, natal dan tahun baru, dan masih banyak momen untuk promo.

Berlangganan Email 

Saat maskapai memberitahukan promo, biasanya akan tersebar melalaui email, sehingga sangat disarankan untuk berlangganan email sehingga informasi penting apapun dapat atau promo apapun tidak akan terlewatkan.

Cek dan Bandingkan Harga

Saat ini ada beberapa situs yang dapat membandingkan harga satu maskapai dengan maskapai lainnya dengan satu klik saja, maka informasi harga berserta tanggal keberangkatan dan pulang dapat dilihat. Bisa saja tiket peswat Promo yang diidam-idamkan cocok harganya sehingga langsung di beli.

Beberapa situs yang dapat membandingkan harga tanpa perlu repot ada SkyscannerWegoTravelokaUtiketTiket.com dan masih banyak lainnya.

Booking Tiket Jauh-jauh Hari

Meskipun jadwal traveling atau jalan-jalan Traveler masih sangat jauh atau satu tahun kedepan, tidak ada salahnya untuk membooking dari jauh-jauh hari. Harga yang akan didapatkan sangat fantastis jika di book jauh-jauh hari.

2. Cari Ho(s)tel Murah


Mencari Hotel atau Hostel atau bahkan apartemen di Korea Selatan merupakan hal yang gampang-gampang susah, apalagi pada saat musim dingin. Namun, ada beberapa situs yang memungkinkan untuk melihat satu per satu kondisi hotel atau hostel yang menjadi pilihan nantinya. Situs tersebut antara lain Booking.comAgoda.comHostelworld.com, Wego, Traveloka dan masih banyak lainnya. Namun dari beberapa yang disebut, hanya dua yang bisa dibayar pada saat kedatangan yaitu Booking.com dan Hostelworld.com tapi memang dengan harga yang agak mahal daripada lainnya.

Melalui Agoda.com, Traveler bisa mencari hostel atau hotel mulai dari yang termurah sampai yang termahal, daerah pun bisa disesuaikan misalnya yang suka belanja bisa saja di Myeongdong dan bisa melihat kondisi hostel atau hotel melalui foto-fotonya.

Ini dia beberapa hostel atau hotel pilihan yang murah di Seoul

Hostel Korea Original

Terletak di Jongno-gu, hostel ini menarwarkan sensasi menjadi orang Korea Selatan sebenarnya. Tempat tidur yang disediakan memang sengaja dihadirkan dengan bentuk tradisional. Untuk book silahkan disiniHarga per malam sekitar 22 USD (Sekitar 250 rb).

Sinseoldong Station Residence Dongdaemun

Letak hostel tak jauh dari Dongdaemun Market yang terkenal dengan pasar yang menjual segala jenis makanan tradisional. Hostel ini berjarak 4 KM dari pusat kota sehingga sangat layak menjadi salah satu pilihan menginap. Harga per malam sekitar 18 USD (Sekitar 200 rb). Silahkan book disini.

Myoengdong Town Guesthouse

Tidak puas hanya sekali atau dua kali mengunjungi Myeongdong, mungkin hostek ini adalah pilihan yang menarik untuk menginap. Siapkan diri dan uang untuk berbelanja segalanya di myengdong. Untuk booking disini. Rate per malam sekitar 200rb an.

3. Call Friend dan Couchsurfing


Bagi sebagian orang termasuk saya, menginap dirumah atau apartemen seseorang yang baru dikenal atau teman merupakan solusi terbaik untuk menghemat sebagian besar biaya perjalanan ke Korea Selatan. Memang tidak terlalu signifikan, namun bisa menghemat setidaknya biaya akomodasi selama berada di Korea Selatan.

Untuk menginap gratis, usahakan menghubungi teman atau saudara yang tinggal di Korea Selatan dengan memberitahu dari awal pada saat membooking sehingga teman atau saudara kita akan mempersiapkan dengan maksimal.

Satu lagi cara agar dapat menginap gratis bisa melalui couchsurfing.com. Bagi yang belum mengetahui, couchsurfing.com adalah salah satu situs yang menyediakan teman sesama tarveler yang tinggal di berbagai belahan dunia untuk menjadi host atau tuan rumah dari traveler lain yang ingin singgah di negaranya tanpa memunggut biaya sepeserpun. Namun perlu diketahui, setiap host memiliki peraturan yang harus ditaati oleh traveler.

4. Transportasi Umum 


Setelah menghemat biaya tiket pesawat dan penginapan atau akomodasi kini saatnya untuk menghemat biaya perjalanan dengan mengunakan transportasi umum (Public Trasportation) di Korea Selatan. Oh iya sebelum mengunakan trnsportasi umum sangat disarankan untuk membeli T-Money.

T-Money 

T-Money itu sebuah alat pembayaran untuk segala jenis transportasi mulai dari subway, bus dan taksi serta dapaat digunakan untuk berbelanja di mini market atau bahkan supermarket di seluruh Korea Selatan. Cukup dengan satu kartu dan sangat usefull. T-Money dapat dibeli secara langsung di Seven Eleven, Mini Stop dan Fending Machine di subway atau tempat umum lainnya.

Tranportasi beragam

Korea Selatan memiliki beragam transportasi yang dapat dipilih, setidaknya ada subway/kereta dan bus. Kenapa sangat disarankan untuk menaiki dua moda tranportasi ini, karena sangat nyaman dan murah. Untuk menghemat lagi, usahakan carilah jalur secara benar dan usahakan tempat yang dikunjungi berdekatan satu sama lain sehingga tidak membutuhkan transportasi tambahan atau bahkan taksi.

5. Tempat Wisata 


Tempat wisata di Korea Selatan sangat beragam sekali mulai dari yang membayar tiket masuk dengan harga ratusan ribu atau bahkan jutaan sampai yang gratis. Iya Korea Selatan pun memiliki tempat wisata eksotis yang murah dan gratis. Traveler tidak percaya? mari kita lihat satu per satu tempat wisata tersebut.

Love Lock "Gembok Cinta" di Namsan Tower 

Namsan (Seoul) Tower menjadi tempat sangat romantis apabila dikunjungi dengan pasangan karena terdapat gembok cinta yang sangat  unik dan dapat melihat pemandangan kota Seoul dari atas bukit Namsan.

Myoengdong, Dongdaemun dan Insadong

Window shopping atau sekedar menikmati ramainya pusat perbelanjaan di Seoul ini merupakan tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Apabila tak berminat untuk berbelanja atau sekedar menikmati suasana, tempat-tempat ini sangat direkomendasikan.

Monumen King Sejong

Jika tak berfoto atau mengunjungi monumen King Sejong, maka bisa dipastikan traveler belum pernah ke Seoul atau bahkan ke Korea Selatan. King Sejong adalah penemu huruf Hangul yang digunakan oleh Korea Selatan sampai saat ini.

Hanok Buckhon Village

Hanok Buckhon Village ini merupakan rumah tradisional Korea Selatan yang masih sangat terawat sampai sekarang. Dahulunya, kompleks perumahan ini merupakan tempat tinggal para bangsawan dan sudara dari Kerajaan.

6. Street Food dan Mini Stop (Mini Market)


Street Food (Kuliner Jalanan) bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya makan, apalagi makanan jalanan di Korea Selatan sangat bersih dan layak jadikan pilihan. Selain street food, mini stop (mini market) juga menjual makanan set yang dijual dengan harga murah. Apabila kangen dengan masakan Indonesia, saya biasa membawa rendang, abon atau bahkan teri kacang yang di makan bersama dengan nasi istan yang bisa di beli di mini market.

Begitulah tips yang bisa dishare ke Traveler yang ingin menghemat di Korea Selatan.

Sampai jumpa di Korea Selatan ya.


The Passport Cafe, The Gate To The World


Tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling Dunia, namun ingin merasakan atmosfir asyiknya traveling menjelajah Dunia? Saya punya penawarnya, mampirlah ke The Passport Cafe, di Tangerang. Namanya juga Passport, tentu saja benda ini merupakan benda terpenting jika kamu ingin ke luar negeri. So, bersiap-siaplah menjelajah Dunia tanpa harus membeli tiket pesawat terbang, tempat menginap apalagi membawa bagasi dengan berat lebih dari 20 kilogram. Cukup dengan mengoyang lidah saja, Negara seperti Jepang, Jerman, Italia dan lainnya sudah kamu kunjungi. Luar biasa.

The Passport ini bisa dijangkau dengan berkendara kurang lebih 1 jam dari Statsiun Rawa Buntu, apabila kamu dari Jakarta. Apabila dari Tangerang, cukup kunjungi saja deretan ruko dalam perumahan Gading Serpong Summarecon. Atau alternatif terakhir, gunakan layanan ojek online atau taksi.

Konsep Cafe



Begitu masuk ke dalam Cafe, suasana klasik dan modern cukup terasa. Warna-warna gelap seperti hitam, cokelat dan abu-abu dipilih untuk mewakili kesan minimalis namun tetap modern. Furniturnya pun tampak menyesuaikan dengan warna dinding yang cenderung gelap. Memang karena letaknya di ruko yang terbatas sehingga suasana terasa agak sempit. Namun, begitu naik ke lantai 2, ruangannya menjadi sangat luas dengan beberapa meja besar dan kecil yang dipadupadankan. 

Saya tertarik dengan walls art dengan beberapa tulisan yang menghias sebagian besar dinding. Orang bilang sih, instagramable banget. Yup, sekitar 3 walls art ini mengangkat kopi sebagai teman terbaik pada saat mampir ke Cafe. Kembali lagi ke lantai satu, persis sebelum anak tangga, terdapat beberapa jenis biji kopi. Biji kopinya sebagian besar dari Sumatera dan Jawa sebagai salah satu penghasil biji kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia. 

"Coffee is always a good idea", salah satu walls art ini membuat saya ingin memesan sebuah kopi dan merasakan sensasinya, kemudian dari kopi ini timbul ide-ide terbaik. Bohong kalau saya suka kopi, namun lebih bohong lagi kalau saya tidak suka kopi. Memang saya pengemar rahasia kopi, orang lebih sering saya mengkonsumsi teh dari pada kopi. Namun, makin sering menikmati kopi, saya jadi suka. 

Selain Walls Art, terdapat pojok Eropa dengan ruang tamu lengkap dengan tungku perapian layaknya rumah-rumah khas benua biru. 

Aneka Makanan Dunia Di The Passport


Pilihan menu makanan sangat berangam, mulai dari menu Indonesia sampai belahan Dunia seperti Eropa dan Asia. Seperti saya yang mencoba Wagyu dan Panacota. Wagyu dengan eropan style ini memang sangat lezat, apalagi dengan saus dan sayuran membuat Wagyu ini sempurna. Namun, karena saya tak banyak mengetahui tentang Wagyu, saya hanya merasakan kelezatan daging yang dibakar dengan kematangan medium atau setengah matang. 

Panacota sebagai dessert ini memang menarik untuk dinikmati. Apalagi kelembeutan Panacota ini membuat lidah mearasakan sensasi manis yang sangat saya sukai. Mengenai minuman, pilihan kopi, teh, jus dan lainnya sangat beragam. 

Bagi yang berada di daerah Tangerang, sangat rekomen sekali The Passport Cafe. 

Informasi The Passport Cafe 

Alamat Lengkap :
 Jl. Ki Hajar Dewantara No. 39, Pakulonan Baru,
Kelapa Dua, Tangerang, Banten


Wisata Asyik Keliling Kota-Kota Di Jepang Dengan Sepeda


Pada saat ke Jepang, dibenak kita pasti akan tergambar transportasi canggih seperti MRT, Kereta Bawah Laut dan moda transportasi lain. Namun pernahkah terbesit dalam pikiran untuk mencoba sesuatu yang beda saat mengelilingi kota Tokyo atau Kyoto dengan Sepeda? Bagi yang belum pernah merasakan sensasi mengelilingi kota-kota di Jepang, kayaknya harus mencobanya. 

Sepeda sepertinya tak asing bagi kita yang tinggal di Indonesia. Banyak yang memanfaatkan moda tranportasi ini di kampung sampai ke kota, namun ternyata masyarakat Jepang juga banyak memanfaatkan moda tranportasi ini karena selain murah, juga sehat. Bahkan, jalur seperti trotoar atau jalur sepeda disediakan khusus. Kadang, sepeda digunakan hanya untuk jarak dekat seperti dari rumah menuju ke Stasiun terdekat, atau untuk berbelanja ke pasar yang tak jauh dari rumah. 

Belakangan ini, traveler yang sudah bosan dengan kereta cepat atau bus mencoba sensasi berbeda dengan menyewa sepeda dan menikmati sekeliling area tersebut. Selain nyaman dan tidak terburu-buru, banyak sekali hal-hal yang tidak kita temukan saat kita mengunakan kereta cepat atau bus. Mungkin saja, tempat yang tidak banyak dikunjungi orang namun memikat hati justru akan ditemukan dengan bersepeda. Bagai menemukan harta karun yang terpedam kan?

Nah, tempat apa saja sih yang cocok untuk mengexplore dengan bersepeda di Jepang? 

Asakusa, Tokyo


Tokyo Skytree Tower nampak menjulang saat langkah terhenti di Sungai Sumida, sungai yang membelah Asakusa dan memisahkannya dengan Tokyo Skytree. Selain Menikmati Sungai Sumida, Asakusa memiliki Kuil Sensoji yang menjadi ikon Tokyo. Selain Sensoji, di sepanjang Nakamise, penjual oleh-oleh khas Jepang. Tentu saja sensasi Jepang dalam tradisional maupun modern bisa dilihat lebih dekat dengan sepeda. 

Kyoto 


Kyoto bisa disebut kembaran dari Yogyakarta. Keduanya sama-sama menjaga tradisi dan budayanya sehingga tak heran jika melihat wanita berpakaian kimono lengkap dan berias sangat tebal. Kalau tidak salah sebutan Geisha ini sering digunakan untuk wanita penghibur dengan konotasi yang kurang baik. Namun, sekarang jumlahnya tidak sebanyak pada abad 18 dan 19. Mengelilingi Distrik Gion dengan pemandangan Geisha, bangunan tradisional dan toko-toko membuat perjalanan lebih terasa menyenangkan. Apalagi kalau ingin mengoleksi banyak foto-foto dari distrik ini.

Shimanami Kaido

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Pulau Honshu dan Pulau Shikoku memiliki jembatan penghujung dengan panjang sekitar 60 kilometer yang menghubungkan beberapa pulau dan jembatan. Didaerah ini pula banyak diadakan event internasional seperti lari marathon. Pemandangan dari jembatan ini sangat luar biasa menawan, apalagi pemandangan lau dari pulau Seto. Bersepeda mengelilingi jembatan dan menikmati pulau-pulaunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. 

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Kibi Plain, Okayama


Kota Okayama menjadi salah satu tempat menarik yang wajib dikunjungi. Seperti layaknya pedesaan di Indonesia, Okayama memiliki pemandangan asri dengan tanaman disepanjang jalan yang dilaluinya. Jepang memang identik dengan Tokyo yang serba cepat dan modern, namun Okayama ini membuktikan sisi lain yang tidak pernah dibayangkan di benak wisatawan pada umumnya. Kibi Plain ini merupakan dataran sepanjang sekitar 17 kilometer dengan padi dan tumbuhan lainnya di samping kanan dan kiri jalan. Dijamin puas menikmati sisi lain dari Jepang ini.

Rental Sepeda Untuk Traveling


Roda jaman berputar, begitu pula dengan teknologi yang digunakan atau ditambahkan pada sepeda. Teknologi tersebut menginsprasi dibuatkan sepeda listrik, apalagi Jepang merupakan salah satu negara dengan inovasi dan teknologi yang luar biasa. Jadi tidak ada keraguan untuk memakai sepeda listrik. Namun karena harga sepeda listrik ini lebih mahal dari sepeda manual, alangkah baiknya menyewa saja ditempat seperti Asakusa, Tokyo atau Kyoto. Harga sewa sepeda berkisar antara 100-300 yen per jam, 400-800 yen per setengah hari dan 1.000-1.200 per hari.

Sebelum menyewa sepeda pastikan membawa fotocopy passport dan sertakan alamat dan nomor handphoe atau email yang bisa dihubungi. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan atau pencurian sepeda.

Aturan bersepeda di Jepang bisa dibilang sangat ketat, seperti gunakan jalur khusus sepeda atau trotoar jika tidak ada jalur khusus. Kemudian disarankan untuk mengunakan helm sepeda. Dan dilarang parkir sembarangan, dan apabila melanggar maka akan terkena denda. Jangan lupa untuk mengunci sepeda, karena bisa saja orang lain mengunakan tanpa tahu milik siapa. Untuk menghindari hal-hal yang kurang jelas, sebaiknya menanyakan secara langsung pada tempat menyewa sepeda.

Okay, setelah menyewa sepeda, kini saatnya menelusuri tempat yang tersembunyi di Jepang. Selamat bergowes. Jya, matta ne.

Kerala (India) Blog Express Season 4


Seperti de javu, saya kembali membangunkan mimpi setahun lalu. Kerala, sepertinya nama ini terus memanggil-manggil dan terus berputar-putar di kepala. Hanya saja, salah satu provinsi atau bagian di India ini begitu meresap sampai-sampai setiap malam saya harus memutar-mutar kepala agar dapat menginjakan kaki untuk pertama kalinya di India.

Kerala Blog Express telah memasuki season 4. Saya ternyata pernah mencoba mendaftar pada tahun 2014 lalu, namun karena blog saya masih belum memiliki domain dot com, tentu saja membuat percobaan ini gagal. Di tahun berikutnya, saya telah memiliki domain dan banyak teman-teman blogger yang mendukung, dan Alhamdulillah saya finish di urutan ke-2 pada saat penutupan voting, namun sepertinya Tuhan belum mengizinkan saya singgah ke India, saya pun gagal berangkat. Dan tahun inilah kesempatan yang bagus untuk melanjutkan momentum dan impian saya pergi ke India. 

Kerala Blog Express Season 3
Setiap jengkal di Kerala merupakan berkah dari Tuhan. Sepertinya Tuhan dan Para Dewa ingin memberikan secuil tanah yang berada disurga untuk ditempatkan di Kerala. Tempat Para Dewa berkumpul, seperti itulah kata-kata yang pantas mengambarkan keindahan alamnya. India memang identik dengan New Delhi atau Kalkuta, namun dengan perkenalan saya dengan Kerala, saya rasa India patut berbangga dengan keistimewaan Kerala. Kerala adalah God's Own Country

Menyalakan Asa Ke Kerala


  
Dengan bekal pengalaman tahun lalu, saya mulai meminta ("Ngemis") vote mulai dari inbox di facebook, WA satu per satu kontak yang ada, kemudian meminta dukungan dari komunitas dan grup blogger, dan menyebarkan secara luas di social media mulai dari twitter, instagram, path dan facebook. Mulanya dukungan secara cepat didapatkan, namun perlahan-lahan kemudian mulai stagnan. Pada saat kondisi itulah, saya mulai berkonsultasi dengan Mba Donna dan Haryadi (Omnduut), tentang apa strategi yang bisa dilakukan, karena hal itulah yang bisa saya manfaatkan untuk mendorong motifasi saya ke Kerala.

Beberapa minggu waktu saya hampir habis hanya untuk meminta vote satu per satu, namun seperti berkejaran dengan waktu dan saingan yang teman dari Indonesia yang kebetulan saya kenal secara pribadi membuat motivasi saya mulai meluntur, namun beberapa minggu sebelum penutupan saya mulai membulatkan tekad, bahwa setiap orang tentu saja berhak mendapatkan apa yang ia impikan dengan usaha. Dengan keyakinan, saya pun tetap melakukan hal-hal yang saya lakukan di awal.

Saya meminta Vote dengan cara : 


2. kemudian tekan tombol atau tanda jempol VOTE NOW 


3.  Kemudian Login dengan akun facebook
4. Dan "DONE", terima kasih sudah Vote

Dan hasilnya sampai saat ini, saya merupakan peringkat ke 12 secara keseluruhan dan peringkat ke 2 di Indonesia. 


Peringkat 12 Dunia

Peringkat 2 Indonesia
Dalam bulan Januari 2017, Pihak Kerala Tourism atau Panitia Kerala Blog Express akan menyeleksi sebanyak 30 kontestan dari seluruh Dunia dan diprioritaskan yang berada di 30 besar. Namun, bukan Kerala Blog Express namanya kalau tidak ada kejutan, pada 3 season sebelumnya, belum tentu 30 besar secara vote akan otomatis akan berangkat, karena akan disesuaikan dengan jatah per negara dan tentu saja faktor X lain yang kurang kami pahami. Namun, sekali lagi, saya hanya manusia yang bisa berusaha dan berdoa yang terbaik. Semoga saya bisa menginjakan kaki saya di Kerala, India. Amin.

Terima kasih kepada semua teman-teman seluruhnya mulai dari teman di Pemalang, Semarang, Jakarta, teman komunitas Indonesia Corners, Blogfam, teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Doakan semoga saya bisa berangkat ke Kerala. Amin Ya Allah. 

Selamat Datang Di Kerajaan Kera Hutan Nepa, Madura


Bukan manusia yang menyambut saya dan rombongan blogger dari seluruh penjuru Indonesia, ketika memasuki Hutan Nepa. Beberapa ekor keralah yang menyambut sore ini. Cuaca sedikit mendung tak menyurutkan niat mengelilingi Hutan Nepa. Mungkin karena tak panas inilah, puluhan kera berkeliaran mengikuti langkah kami ke dalam hutan.

Nepa disebut demikian karena di daerah ini banyak tumbuh tumbuhan 'Nipah'. Penyebutan masyarakat di Kabupaten Sampang ini membuatnya bergeser menjadi Nepa. Sebelum masuk ke Hutan, terlebih dahulu melewati bibir pantai yang disebut pantai Nepa sesuai dengan nama Hutan. Kegunaan pohon Nipah ini sangat banyak, Salah satunya bisa digunakan sebagai atap rumah pada dahulu sebelum mengunakan genting. Selain itu, Nipah berfungsi sama dengan bakau, menahan pengikisan tanah dari gelombang air laut.     


Kera-kera ini bukanlah perwujudan dari hewan sesungguhnya. Masyarakat percaya bahwa kera-kera ini adalah prajurit-prajurit Raden Segoro. Raden Segoro adalah putra dari Putri Kerajaan Gilingwesi. Prajurit ini melawan Prajurit dari negeri asing hingga sekarang, kera-kera ini pun terbagi dalam dua kubu besar. Peraturan dalam kerajaan kera ini adalah barang siapa yang memasuki wilayah kerajaan kera lain, maka tak ada jalan lain kecuali harus mati, kecuali pada saat kedua kerajaan diserang oleh pihak-pihak luar. 

Peraturan tidak tertulis inilah yang membuat saya cukup terperangah dan penasaran dengan kehidupan kera secara lebih dekat. Namun, semakin kaki melangkah, kera-kera tidak mau menampakan diri, hanya beberapa kera saja yang antusias dengan kami. 

    

Sore ini nampak sepi, sepertinya hanya rombongan kami saja yang melintas sampai ke tengah Hutan dan melihat petilasan Kyai Poleng. Kyai Polong merupakan penjaga Puteri kerajaan Gilingwesi dan Raden Segoro. Merekalah yang dipercaya sebagai nenek moyang di Pulau Madura ini.


Melihat tingkah polah kera seperti mereka memiliki dunia mereka sendiri dan sangat kocak. Beruntung kera yang kami temui tidak agresif dan cenderung kooperatif dengan manusia. Ini juga yang masyarakat percaya bahwa kera-kera ini masih memiliki sifat manusia yang dibawa pada saat menjadi prajurit Raden Segoro. 

Kisah nenek moyang Pulau Madura memang sangat menarik, dari mulut ke mulut dan turun temurun cerita ini digaungkan sehingga telah tertanam di alam bawah sadar. 




Terima kasih kepada #BPWS dan Plat-M yang telah mengundang saya dan blogger-blogger nusantara dalam acara #MenduniakanMadura