Jelajah Pesona Lampung, The Treasure Of Sumatra

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Kain Tapis ini dipercaya sebagai penyelaras manusia terhadap alam, mahluk hidup lain dan Sang Pencipta. Warna emas yang dominan dan motif tumbuhan dan hewan menjadi salah satu ciri khas kain tapis. Pembuatan kain biasanya mengunakan kapas dengan benang tenun berwarna perak atau emas. Begitulah masyarakat Lampung menciptakan identitas pakaian dengan sangat detail dan berkelas.Pesona seseorang akan terlihat lebih menarik saat memakai pakaian dipadu dengan Siger, mahkota bagi seorang wanita. Sungguh mata ini tak akan berkedip ketika melihat Muli (sebutan gadis di Lampung) berhias dan mengenakan pakaian adat lengkap.

Ah, Kain Tapis bukanlah satu-satunya Pesona Lampung yang saya kenal. Masih banyak dan tak akan habis ketika saya bercerita mengenai Lampung. Sebut saja Danau Ranau dengan pemandangan Gunung Seminung, Lembah Batu Brak, Bukit Kabut, Rumah Adat Lampung dan beberapa tempat di Lampung yang pernah saya kunjungi. Beruntung sekali saya diajak oleh Mas Yopie dan kawan-kawan dari Lampung Barat dalam rangkaian Festival Skala Brak tahun lalu. Meski telah berlalu, namun memori kecil saya masih mengingat setiap pesona tempat yang saya kunjungi.

Menikmati Senja Di Danau Ranau Dengan Pemandangan Gunung Seminung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jejak langkah saya masih tertinggal di Danau Ranau, Lampung Barat. Beberapa bagian Danau Ranau masuk dalam wilayah Sumatra Selatan. Wilayah ini bisa disebut sebagai batas terluar Provinsi Lampung di bagian Barat. Mobil yang membawa saya dan beberapa kawan cukup lihai menerobos hujan kecil dan lumpur. Walaupun sebagian jalan beralaskan tanah, namun perjalanan saya cukup nyaman. 

Selama perjalanan dari Liwa, saya banyak menemui pohon-pohonan lebat di sisi kanan dan kiri. Pantas saja karena kawasan ini masuk dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kawasan ini sangat luas dan tercatat sebagai hutan warisan Dunia oleh UNESCO. Saya tak sabar melihat lebih dekat danau indah dengan panorama Gunung Seminung. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setengah jam penantian dari Liwa, akhirnya mobil berhenti tepat di sebuah penginapan. Penginapan ini langsung pemandangan Danau Ranau yang membentang dipercantik dengan pemandangan Gunung Seminung. Bisa dibilang, inilah salah satu spot terbaik untuk menikmati sejuknya udara setelah hujan dan senja yang sebentar lagi akan hadir.

Jarak penginapan dan danau tak lebih dari ratusan meter, sangat dekat. Diujung penginapan, terdapat rumah panggung kecil dengan alas kayu, sedangkan disisi rumah panggung kecil terdapat bebatuan yang bersentuhan dengan air danau. Kemudian saya masuk kedalam rumah panggung kecil yang bersebelahan dengan tambak ikan air tawar milik warga sekitar. Dapat ditebak, mata pencaharian warga sekitar adalah petambak ikan dan petani kebun disekitar hutan. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Gunung Seminung memang berkabut kala itu, namun tak mengecilkan hati saya menikmatinya, bahkan foto yang saya ambil cukup membuat saya terpesona. Saya, Danau Ranau dan Gunung Seminung menyatu dalam satu bingkai. Foto ini menjadi salah satu favorite saya selama perjalanan ini.

Danau Ranau menjadi salah satu spot terbaik untuk melalukan wisata dan olahraga air karena kedalaman dan ketenangan airnya. Lampung Barat sangat beruntung memiliki potensi wisata air terbaik di Lampung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Saat Matahari telah meredup dan menghilang di Bukit Barisan Selatan, saatnya saya menikmati senja yang akan segera menghilang. Untung saja, Matahari masih mau muncul pada saat senja, padahal dari siang, hujan telah terlebih dahulu turun dengan durasi cukup lama.

Saatnya menikmati sepotong senja dengan sajian kopi, obrolan ringan bersama teman dan duduk-duduk manis menghadap Gunung seminung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sunrise Di Bukit Kabut

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jarang sekali saya menjumpai sunrise dan kabut dalam satu waktu. Biasanya, jika Matahari muncul, kabut pun akan sirna terkikis sinar yang panas. Namun, kali ini teori saya seratus persen salah. Bukit Kabut di Lampung Barat, ditempat ini saya menemukan sebuah keindahan kala pagi. 

Akses menuju Bukit Kabut Bawang Bakung berkelok-kelok dan cukup menukik, untung saja jalan sangat mulus walaupun beralaskan tanah dan bebatuan kerikil kecil. Sebelum memasuki kawasan berliku-liku, saya melewati sebuah desa dengan rumah-rumah khas Lampung Pesisir. Kawasan ini disebut Pekon Negeri Agung. Untuk menemui kabut, pagi hari sekitar pukul 5 sampai 7 adalah waktu yang ideal karena kabut tebal sudah mulai hilang berlahan-lahan dan pemandangan perbukitan pun sangat menawan.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Spot inilah yang mampu menarik orang-orang berburu kabut di  Lampung Barat. Dunia maya telah menjadi saksi bagaimana viralnya tempat ini. Matahari telah berada di atas ketika saya melihat sekeliling yang masih ditutup kabut. Mungkin kala itu waktu belum genap menunjukan pukul 7 pagi. Antara bahagia dan terpesona, kamera ini tak henti-hentinya mengabadikan seluruh landscape dari kaki bukit sampai puncaknya.

Tak salah jika Bukit Kabut ini menjadi tempat terbaik karena kabutnya yang tahan lama dan tampak sangat elok mengikuti setiap lekuk perbukitan dipandang dari sudut puncak bukit. Sayang, perjumpaan dengan tempat ini harus disudahi, saya harus menjumpai tempat lain yang tak kalah menariknya. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Rumah Adat Lampung Di Pekon Negeri Agung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setelah berburu kabut di Bukit Bawang Bakung, rombongan sempat berhenti sejenak di Pekon Negeri Agung. Sebutan Pekon sama artinya dengan desa secara umum, hal pembeda hanyalah struktur administratif saja. Pekon dipimpin oleh Peratin yang dipilih oleh penduduk setempat. Negeri Agung masih menyimpan adat secara rapat meski tetap disesuaikan dengan roda zaman yang terus berputar. Terlihat dari rumah adat yang tetap kokoh berdiri dan sangat unik.

Rumah Adat Lampung berbentuk rumah panggung seperti rumah-rumah di daerah Sumatra pada umumnya. Namun, Lampung memiliki corak khas berupa warna cerah dan kontras seperti warna Siger dan Kain Tapis.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Hampir sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan beralaskan tanah. Namun mengikuti perkembangan teknologi, terdapat beberapa rumah yang dimodifikasi sehingga mengunakan tembok sehingga bangunan tampak kokoh. Konon salah satu alasan mengapa mengunakan kayu sebagai bahan pembuatan rumah adalah  gempa akibat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883, banyak bangunan rumah bertembok rentak bahkan runtuh, sedangkan bangunan dengan bahan kayu malah masih tegak berdiri.

Rumah Adat memiliki beberapa bagian pokok yaitu loteng sebagai penyimpan barang berharga, serambi untuk menerima tamu, ruang keluarga untuk berkumpul bersama keluarga, kamar tidur utama dan kamar tidur kedua dan ruang dapur serta ruang belakang yang digunakan oleh ibu-ibu.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain pembagian ruangan, pada setiap sisi-sisi rumah terdapat hiasan berupa ornamen, ukiran dan aksara kuno. Diantara aksara kuno tersebut adalah Nemui-Nyimah yang berarti menjaga tali silaturahmi dengan mengunjungi setiap sana keluarga dan bersikap ramah tamah terhadap tamu. Begitulah salah satu sikap hangat warga Lampung saat menerima tamu darimanapun berasal seperti rombongan kami.

Hamparan Sawah Di Lembah Batu Brak 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain Bukit Kabut, kabut ternyata bersahabat di Liwa, Lampung Barat. Ketika menunjungi Lembah Batu Brak, saya masih menjumpai kabut padahal surya telah terbit di timur sana. Untuk menuju Lembah, puluhan anak tangga harus dilalui terlebih dahulu sebelum menemui hamparan sawah di unjung lembah. Udara masih sangat segar ditambah dengan pepohonan hijau disisi sepanjang jalanan.

Saat menuruni tangga, banyak warga sekitar yang berjalan menaiki anak tangga sambil membawa cucian dan peralatan mandi. Rupannya, tepat dibawah tangga terdapat pemandian umum dengan sumber air yang masih alami. Konon, pemandian ini dipercaya bersumber dari tujuh mata air yang berbeda atau disebut pancuran tujuh. Apabila sering mandi dipancuran air tersebut akan awet muda. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Secara logis kepercayaan tersebut sangat tidak masuk akal, namun jika diperhatikan, akses untuk menuju pemandian tersebut dilalui puluhan anak tangga sehingga membuat tubuh menjadi fit dan segar. Disamping itu, sumber air yang alami tentunya akan membuat wajah tetap segar. Saya sempat masuk ke dalam pemandian dan mencoba mencuci muka dengan airnya, memang benar air sangat segar dan membuat wajah berseri-seri.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Dan, hamparan sawah dengan pemandangan bukit memanjakan mata saya. Walaupun, masa kecil saya sering main disawah namun suasana sejuk pagi cukup menyegarkan mata saya yang cukup penat dengan gedung bertingkat di Jakarta.

Setelah berjalan menyusuri sawah, akhirnya saya berhenti di salah satu bukit. Untuk melihat hamparan sawah yang luas, akhirnya saya memberanikan diri naik ke atas bukit. Dan benar saja, setelah diatas bukit. Hamparan sawah ini menjadi salah satu landscape indah. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Himpun Agung Dalam Festival Skala Brak

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Salah satu event yang dikunjungi adalah Himpun Agung di Kepaksian Skala Brak. Kepaksian Sekala Brak merupakan salah satu kerajaan di Lampung. Dahulu, kepaksian inilah yang memegang pemerintah sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Himpun Agung bisa disebut sebagai Musyawarah Agung Para Sultan Kerajaan Adat Paksi Skala Brak. Riuh ramai sangat terlihat kemeriahan Kepaksian Sekala Brak dalam menyambut Tamu Agung dari berbagai Kepaksian dan Pemerintahan. Tak hanya sambutan, melainkan hidangan pun disajikan untuk seluruh tamu yang hadir.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sejatinya, Himpun Agung inilah akar tradisi Musyawarah Mufakat yang sering digemakan di Gedung DPR/MPR di Senayan. Bahkan Ketua MPR, Pak Zulkifli Hasan turut hadir dalam Himpun Agung untuk menerima Anugerah Lencana Kerajaan dan Keris Pusaka Pangeran Batin Sekahandak yang pernah dipakai dalam menyelesaikan konflik Rejang Lebong dan Bumi Pasemah Lebar.

Festival Krakatau akan hadir sebentar lagi di Lampung, Agustus akhir 2016. Pesona Krakatau yang tak hilang dimakan usia membuat festival ini layak untuk dinikmati masyarakat Indonesia. Info lebih lengkap silahkan akses www.lampungkrakataufest.com. Saya tunggu di Lampung ya. See you. 


Traveler Dilarang Sakit

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte

Traveling is not only about hotels, cheap flights (airlines), cheap ticket, holidays or trip and travel insurance, its all about you and your health too.
Traveling bukan hanya hotel, penerbangan murah, tiket murah, liburan atau perjalanan dan asuransi perjalanan, semuanya tentang dirimu dan kesehatanmu. Percaya atau tidak, kesehatan kamu menjadi sesuatu hal yang sangat berharga bukan saja saat traveling melainkan saat menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Pengalaman membuktikan bahwa sehat selama traveling akan memudahkan bukan hanya diri sendiri melainkan orang lain atau travelmate selama bepergian bersama mereka. Untung saja, travelmate saya sangat paham dengan ritme dan tipikal perjalanan saya. Jadi, saya merasa sehat, aman dan terjamin dengan mereka.

Kamu pernah sakit selama traveling? Yup, bukan sering sakit sih tapi pernah tepar atau kecapean dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup banyak untuk memulihkan kesehatan. So, saya mau cerita pengalaman di saat Traveling ke Korea Selatan, Hongkong dan Dieng

Pengalaman Di Korea Selatan, Hongkong dan Dieng 

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte

Korea Selatan

Durasi perjalanan Korea Selatan adalah terpanjang di luar negeri yaitu selama 10 hari karena saya dan travelmate mengunjungi tak hanya Seoul tapi juga Nami Island, Busan dan Jeju Island. Korea Selatan adalah mimpi saya setelah Jepang, jadi saya cukup semangat dengan Itinerary (jadwal) yang telah kami susun sebelumnya. 

Setelah dari Seoul, Jeju Island dan Busan, saya kembali lagi ke Seoul. Setelah 7 hari perjalanan, ketahanan fisik saya pun jebol juga. Mau tak mau, saya membutuhkan waktu untuk istirahat. Ternyata bukan saya saja yang mengalami drop namun travelmate saya pun demikian. Akhirnya kami sepakat untuk keluar siang hari untuk menambah waktu istirahat dan menunda beberapa tempat yang seharusnya kami kunjungi.

Hongkong

Hongkong menjadi titik balik saya bahwa traveling bukan hanya mengejar spot indah atau mengumpulkan banyak tempat yang dikunjungi, melainkan harus menikmati setiap perjalanan dan tidak terlalu terburu-buru dengan itinerary yang padat.

Lagi-lagi saya terlalu bersemangat dan terlalu banyak tempat yang harus dikunjungi padahal waktu sangat terbatas. Durasi 6 hari yang ditetapkan seharusnya menjadikan kami santai, namun semakin banyak hari semakin banyak pula tempat yang ingin saya kunjungi. 

Sama dengan Korea Selatan, pada hari ke 4, saya dan travelmate pun drop sehingga kami harus melewatkan satu atau dua tempat yang kami kunjungi.

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte
Dieng Kala Pagi Hari
Dieng

Lain Korea Selatan dan Hongkong, lain pula Dieng. Dataran tinggi ini membuktikan bahwa ketahanan fisik dan persiapan peralatan sangat penting. Dieng terkenal dengan cuaca yang ekstrim antara siang dan malam. Siang bisa sangat panas dan malam pun berubah drastis mencapai hanya sepuluh derajat celsius atau bahkan bisa kurang dari sepuluh. 

Saya memiliki sinus yang kambuh pada saat kondisi fisik kurang bagus. Untungnya pada saat di Dieng, saya tidak mengalami sinus ini, namun justru setelah trip ini sinus saya kambuh. Penyebab kambuhnya bukan hanya fisik yang drop melainkan perubahan cuaca yang ekstrim.

Traveler Dilarang Sakit (Ga Boleh Sakit)

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte
Jadilah Traveler Ceria seperti saya? 
Siapa sih yang ingin sakit pada saat traveling? Pastinya tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Nah lalu bagaimana biar traveling tapi tetap sehat karena Traveler pun Dilarang Sakit alias Ga Boleh Sakit. 

Saya punya jurus jitu agar tidak sakit pada saat traveling. Mau tahu apa saja hal-hal yang harus dilakukan? Lets find out ya.

Kenali Cuaca Destinasi Traveling

Cuaca menjadi salah satu isu penting pada saat traveling. Pada saat traveling di dalam negeri, cuaca masih sangat bersahabat karena sama yaitu tropis, namun pada saat traveling ke luar negeri yang memiliki empat musim seperti Jepang dan Korea Selatan, cuacanya pun akan sangat ekstrim. Negara dengan empat musim memiliki cuaca ektrim pada saat musim dingin atau salju sehingga pada saat sebelum melakukan perjalanan coba cek cuaca negara tersebut dengan http://www.accuweather.com sehingga tahu persis apa yang harus dipakai dan menghindari sakit karena saltum (salah kostum).

Selain cuaca, perhatikan juga apakah daerah tersebut dataran rendah (pantai) atau dataran tinggi (gunung). Beda dataran, beda pula cuacanya sehingga membutuhkan pakaian yang pas agar tidak sakit.

Jangan Telat Makan & Makan Makanan Sehat

Mungkin makan menjadi hal sepele pada saat aktivitas kita sehari-hari, namun pada saat traveling hal ini akan memiliki efek cukup serius. Telat makan saja menyebabkan penyakit lain muncul seperti maag dan sakit perut. Sehingga waktu makan sangatlah penting pada saat traveling. Buatlah jeda atau waktu istirahat pada itinerary kamu sehingga tidak akan telat makan.

Selain Makan Tepat Waktu, kebutuhan gizi dalam makanan pun harus di perhatikan. Sering sekali pada saat traveling, kita memilih makanan cepat saji (fast food/junk food) dengan kandungan gizi yang tidak seimbang. Ada baiknya memilih makanan yang mengandung sayuran, daging dan buah-buahan dalam satu hari perjalanan. Misalnya, pada saat pagi mengonsumsi roti, saat siang junk food dan malamnya diusahakan untuk makan buah-buahan dan sayuran sebagai penyeimbang gizi pada hari tersebut.

Minum Banyak Air Putih 

Itinerary yang padat membuat banyak aktivitas dan jalan ke sana kemari. Dehidrasi pun tidak bisa dihindari pada saat cuaca panas. Banyak pula traveler yang melupakan untuk minum air putih karena terlalu asyik menjelajah tempat baru. Saran saya, bawalah tempat minum kecil ukuran 600 ml agar ringkas dan dapat disimpan di tas dan dapat diisi kembali. Manfaar air putih cukup banyak sehingga sayang sekali kalau sakit gara-gara dehidrasi.

Minum Stimuno Forte

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte

Saat traveling dan kecapean maka sistem kekebalan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. Apalagi ditambah dengan waktu istirahat yang kurang dan itinerary yang padat. Cobalah minum STIMUNO Forte yang membantu tubuh membangun sistem kekebalan tubuh (imun). Selain itu, Stimuno Forte juga membuat sistem imun tubuh bekerja lebih aktif dan memproduksi antibodi sehingga tubuh tidak gampang sakit.

Selain membantu kinerja sistem kekebalan tubuh, Stimuno Forte sangat aman dikonsumsi karena terbuat dari ekstrak tumbuhan/tanaman Phyllanthus Niruri (meniran). Kalau pada saat traveling, dianjurkan untuk minum 2 kapsul tiap hari sedangkan pemakaian tiap hari untuk pencegahan cukup 1 kapsul. Khusus pada saat sakit dapat dikonsumsi 3 kapsul sehari. Usia yang diperbolehkan mengonsumsi adalah  diatas 12 tahun. Kalau pun dikonsumsi terus menerus pun masih aman kok, sudah teruji klinis loh hehehe.

bluepackerid.com - Traveler Dilarang Sakit - Stimuno Forte

Stimuno Forte sangat banyak manfaatnya sehingga pada saat traveling biar tidak sakit sedia kemasan 30 kapsul yang praktis ini kemana pun kamu pergi. Ringkas dan praktis tapi tetap sehat karena Traveler Dilarang Sakit (Ga Boleh Sakit).

Jangan Begadang Dan Cukup Tidur 

Begadang jangan begadang... kalau tiada artinya, begadang boleh saja kalau ada perlunya. Bang Haji Rhoma Irama sudah mengingatkan traveler untuk cukup tidur dan dilarang begadang. Traveling membuat waktu istirahat atau jeda antar satu destinasi dengan destinasi lain hanya pada saat berada di kendaraan umum atau taksi. Jadi dengan waktu istirahat yang cukup, tubuh membutuhkan waktu tidur yang lumayan lama untuk memulihkan kondisi tubuh. Tidurlah tepat waktu dan bangun lebih lama agar tubuh kembali ke kondisi semula.

Jaga Kebersihan 

Sering kali pada saat traveling, kita melupakan hal-hal kecil seperti tidak cuci tangan pada saat makan street food atau makanan yang di beli di mini market. Hal kecil seperti tidak mencuci tangan bisa saja menyebabkan kuman-kuman berbahaya sehingga tubuh rentan terhadap penyakit. Selain mencuci tangan, mandi juga menjadi hal yang harus dilakukan agar tubuh menjadi bersih dan terhindar dari penyakit yang timbul. As simple as that, tapi sangat bermanfaat.

Oh iya, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, jangan lupa minum Stimuno Forte, karena kamu ngga boleh sakit!

Ini dia tips-tips dari saya agar tidak sakit selama traveling. Kalau kamu biasanya ngapain aja agar tidak sakit saat traveling? Boleh donk komennya. 

Wisata Alam Bogor Barat : Air Panas Ciparay Dan Curug Cigamea

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Saya hanya mengenal Bogor sebagai kota hujan dan sejuta angkot. Namun, Farm Trip bersama Disbudpar Kabupaten Bogor beberapa hari lalu mengubah pandangan saya mengenai Bogor. Ternyata masih banyak tempat wisata menarik yang wajib dikunjungi oleh warga Jakarta dan sekitar Bogor, dua diantaranya adalah Pemandian Panas Ciparay dan Curug Cigamea di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Selama tiga hari, saya bersama teman media dan blogger akan meng-explore Kabupaten Bogor Bagian Barat. Selama ini Bogor Barat terkenal dengan salah satu destinasi wisata yang populer bahkan ratusan mobil rela parkir berjamaah demi menghirup segarnya udara dan menikmati jagung bakar dengan harga tak wajar. Iya demikian saya mengambarkan wisata di Puncak. Bahkan terdapat joke menarik tentang Puncak, warga Jakarta rela menunggu lama di jalan dan makan mie intsan kemudian kembali lagi Jakarta. 

Pemandian Air Panas Ciparay dan Curug Cigamea seolah menjawab kegalauan saya dan warga Jakarta lainnya. Bagaimana tidak, hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari Jakarta dan bisa diakses melalui jalan tol, dua destinasi dengan mudah diakses dan dinikmati keindahannya.

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Sebelum ke Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kami menaruh beberapa barang bawaan di Highland Park Resort. Selanjutnya kami melintasi jalan aspal yang mulus dan lancar namun tidak cukup lebar bagi Bus kami naiki dengan kapasitas 30 orang sehingga perjalanan kami sempat terganggu sebentar akibat bus yang berpapasan dengan kendaran lain. Namun hal tersebut tidak mengurangi keriaan saya siang itu.

Memang tak bisa dipungkiri, akses jalanlah aset utama di suatu daerah. Apabila jalan tidak mulus, maka akan menganggu kelancaran akses warga dan pendatang untuk melakukan kegiatan di daerah tersebut. Untunglah akses lumayan lancar walau terdapat beberapa jalan yang rusak. 

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Pemandangan selama melintas kawasan Bogor Barat ini sungguh menentramkan. Bagaikan terapi mata dan pikiran yang sudah jenuh dengan radiasi laptop dan menumpuknya deadline. Sejenak bisa melupakan segala gundah gulana di Jakarta sana. Boleh dibilang Bogor inilah ciptaan Tuhan yang indah dan wajib di nikmati dengan mata, hati dan jiwa. 

Pemandian Air Panas Ciparay - Gunung Salak Endah 

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Setelah satu jam lebih perjalanan, Bus kami berhenti di kampung Ciparay, Kawasan Gunung Salak Endah. Cuaca terlihat mendung dengan awan hitam yang sedikit hitam. Akses ke Pemandian Ciparay cukup jauh dari jalan utama, setidaknya dibutuhkan kendaraan pribadi atau ojek apabila naik kendaraan umum. Memang dibutuhkan dua atau tiga ganti angkutan untuk sampai di daerah ini. Namun percayalah perjuangan menuju destinasi ini akan dibayar tuntas dengan pemandian air panas yang menyegarkan tubuh dan menyehatkan kulit.

Pintu masuk hanya berupa gerbang dengan tulisan "Selamat Datang Di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gunung Salak Endah Bogor", cukup untuk menyambut saya dan rombongan yang penasaran dengan Air Panas Ciparay ini. Setelah pintu gerbang, saya disambut ratusan anak tangga. Rupanya anak tangga ini tahu bahwa saya membencinya, namun saya terlanjur menyanggupi untuk sampai di bawah sana dan mengambil momen langka di kamera. Anggap saja setiap anak tangga 10 kalori akan terbakar dan menjadi langsing setelah di bawah sana. 

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Beruntung sekali anak tangga bukan menanjak namun menurun, so bagian akhir saat pulang nanti akan menjadi the hardest part karena akan naik satu per satu anak tangga. Wish me luck.

Sekeliling terlihat banyak tanaman-tanaman hijau, terlihat sangat cocok bagi yang suka dengan wisata alam. Mengunjungi pemandian air panas Ciparay adalah momen langka dalam catatan saya, mungkin bisa dihitung dengan jari kapan saya mengunjunginya. Dan beruntung sekali saya berada disini saat ini.

bluepackerid.com - Air Panas CIparay dan Curug Cigamea

Setelah hitungan ratusan anak tangga, terlihat dengan jelas sebuah sungai yang dialiri air panas. Sungai ini lebih dikenal dengan nama Cikuluwung. Saat itu aliran airnya cukup deras dengan volume sedang. Langkah kaki yang tadinya lambat berubah menjadi kecepatan tinggi setelah melihat pemandangan ini. Rasanya ingin segera sampai dibawah dan sekedar merasakan panasnya air dan sejuknya pemandangan sekitarnya.

Di beberapa sudut anak tangga terdapat beberapa penjual baik makanan, minuman maupun souvenir bahkan celana pendek atau kaos pun tersedia. Jadi jangan khawatir kalo tertinggal celana pendek dan ingin basah-basahan bisa membeli disini.

Dan yup akhirnya saya sampai di ujung anak tangga terakhir dan menemui beberapa penjual makanan, minuman dan souvenir, kali ini jumlahnya lumayan banyak di banding diatas tadi. Selain itu, bagi yang suka relaksasi ternyata ada yang menyediakan ikan relaksasi. Tinggal menyelupkan kaki kamu di air berisi ikan dan kemudian kaki akan terasa seperti digeletik. Relaksasi ini dipercaya akan menlancarkan aliran darah dan membuat tubuh menjadi segar kembali seperti layaknya refleksi kaki.


Batu-batu besar yang dialiri air panas bermuatan belerang ini tak seperti batu kali biasanya. Warnanya agak berbeda karena dipengaruhi percikan belerang selama beberapa tahun. Bisa dikatakan bahwa inilah pewarnaan alami dari alam.

Bagi yang berminat ingin mandi atau bermain air disini, disediakan ruang ganti dan kolam renang berisi air belerang, selain pemandian alami di Sungai Cikuluwung. Ingin menikmati air panas namun tak ingin nyemplung di sungai? Di bagian kiri disediakan juga pancuran dari bambu yang berasal dari sumber mata air panas, senasinya masih sama dengan air sungai Cikuluwung.




Sambil menikmati alam, saya duduk sebentar dan mengamati jembatan penghubung antar perkampungan dengan area wisata yang saat ini dikelola oleh warga masyarakat. Fasilitas yang disediakan lumayan terpenuhi namun butuh pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terutama jumlah pancuran dan kolam renang yang sangat padat menampung kunjungan warga sekitar pada akhir pekan.

Saatnya melanjutkan perjalanan ke Curug Cigamea yang jaraknya sekitar 1 jam dari Pemandian Air Panas Ciparay.


Harga Tiket menurut beberapa sumber adalah Rp 4.000  sedangkan harga saung terbuka sekitar Rp 30.000 dan saung tertutup Rp 50.000. Sedangkan penginapan antara  Rp 100.000 - 300.000.

Curug Cigamea 


Landscape pegunungan nan hijau dan beberapa orang yang sedang membangun sebuah bangunan nampak indah ketika Bus kami keluar dari kawasan wisata pemandian air panas Ciparay. Cuaca siang menjelang sore ini agak mendung, namun sekali lagi tak membuat saya mendung juga, hati saya selalu cerah ceria. 

Curug Cigamea merupakan salah satu Curug yang ada di Kabupaten Bogor. Letaknya yang tak jauh dari Ciparay membuat destinasi ini wajib dikunjungi. Sementara tak jauh Higland Park Resort, tempat kami menginap, terdapat Curug Nangka yang sama-sama memiliki air terjun dengan aliran air yang cukup sejuk.  


Pintu gerbang Curug Cigamea  seolah memanggil saya kembali. Setelah lelah naik turun ratusan anak tangga, kini saya pun harus melakukan hal sama. Namun karena telah terlatih sebelumnya, maka sayang kalau tidak meikmati Curug dari dekat. Yoss, semangat. 

Anak tangga yang saya lalui terlihat lebih lebar dari sebelumnya di Ciparay, namun jumlahnya kali dua kali lipat. Perjuangan menuruni anak tangga memang tak sebegitu berat kalau naik nanti, namun pemandangan mendung, hijau dan gunung membuat saya melupakan rasa capai yang mendera kaki. 


Tak jauh setelah kaki melangkah, terdapat beberapa gubug penjual. Dan didalam gubug ternyata terdapat beberapa monyet yang turun dari gunung untuk mencari sisa-sisa makanan yang ada didalam gubug penjual. Beruntung monyetnya tidak nakal, jadi saya senang saja dengan kehadirannya. 




Memang pesona Bogor tak terbantahkan, di kiri kanan tangga menuju Curug dipenuhi berbagai tumbuhan hijau yang menyegarkan mata saya. Tak menyesal untuk turun dan menyusuri anak tangga ini satu persatu.

Nama Cigamea konon diambil dari beberapa kepercayaan bahwa gemercik air terjun dari beberapa kilometer bisa didengar dari kejauhan. Cerita ini ada benarnya juga, pasalnya ketika saya belum sampai di curug, aliran air terjun tersebut telah sampai di telinga saya dengan jelas. 


Sama seperti Ciparay, kamu bisa menikmati relaksasi ikan dan penjaja makanan hampir disepanjang anak tangga menuju ke Curug. Kalau tidak membawa makanan atau minuman, jangan khawatir karena semuanya tersedia lengkap dan tak akan kehabisan.



Oh iya, jika mau berkunjung ke Curug dengan kendaraan umum dapat mengunakan angkot 03 dari stasiun Bogor arah Terminal Cibubulak, kemudian naik angkot 05 ke arah Leuwiwilang dan turun di pertigaan Cibatok kemudian menyambung dengan angkot 59. Dari situ bisa naik ojek menuju ke Curug.

Sedangkan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 dengan parkir yang lumayan luas. Harga terapi ikan sebesar Rp 5.000.Nah, kamu bisa mencoba flying fox seharga Rp 20.000 (Harga bisa berubah atau disesuaikan). 



Sampai jumpa di destinasi lainnya di Kawasan Bogor Barat. Mari kita explore Bogor lainnya. Dan tunggu tulisan selanjutnya tentang Rumah Joglo dan Kampung Wisata Djampang serta Higland Park Resort.


Menikmati Pemandangan Gunung Panderman Dari Kartika Wijaya Heritage Hotel Batu


Selamat Datang di Kota Batu, sebuah kota berjarak 15 KM dari Kota Malang dan 90 KM dari Surabaya. Dahulu, saya mengenal Batu bukanlah sebuah Kota yang memiliki pemerintahan dan tergabung dengan Malang, namun setelah saya menginjakan kaki di Batu, saya baru mengetahuinya. Semenjak 2001, Kota Batu telah memiliki pemerintahan setelah dimekarkan dari Kabupaten Malang. Walikota, Bapak Eddy Rumpoko memimpin kota dengan populasi sekitar 180 ribu. 

Konon, Kerajaan Medang dibawah Raja Sindok memerintahkan Mpu Supo untuk mendirikan tem[at peristirahatan. Kawasan tersebut dikenal sekarang sebagai Wisata Songgoriti. Tempat ini memiliki landscape pegunungan indah dan dialiri mata air sejuk. Mata air inilah yang digunakan untuk mencuci pusaka-pusaka kerajaan.

Nama Batu dipercaya berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro bernama Abu Ghonaim atau disebut Mbah Wastu. Sudah kebiasaan kultur Jawa memanggil seseorang dengan nama panggilan yang disingkat, kemudian masyarakat menyebut Mbah Wastu dengan Mbatu atau Batu. menurut kisah yang beredar, Mbah Wastu dikejar Belanda dari Jawa Tengah hingga akhirnya sampai di kaki Gunung Panderman

Dikaki Gunung Panderman inilah, sebuah hotel Haritage dengan bangunan yang didirikan sekitar tahun 1800 akhir itu berdiri megah hingga kini. Saya beruntung dapat menikmati beberapa malam disini.

Ke Batu, Bukan Malang


Saya dari Solo mengunakan sebuah kereta Malioboro Express sekitar pukul 8 pagi. Dengan durasi perjalanan sekitar 5-6 jam kemudian saya tiba di Stasiun Malang sekitar pukul 15.40 WIB. Transportasi menuju ke Batu langsung memang belum ada, Saya harus naik tiga mikrolet atau angkutan kota. 

Dari Stasiun Malang carilah Mikrolet ke arah Terminal Landung Sari. Biasanya yang kearah Terminal Landung Sari adalah Mikrolet berwarna Biru dengan kode AL ( Arjosari - Landung Sari) atau ADL (Arjosari - Dinoyo - Landung Sari). Setelah samai di Landung Sari, carilah angkutan ke Batu, biasanya berwarna Ungu atau Biru. Setelah sampai di Terminal Batu, carilah Bus ke arah pusat kota atau Alun-Alun Batu. Biaya per angkutan sekitar 4.000-5.000, sehingga total 15.000 untuk sampai ke Batu dari Stasiun Malang.

Dibawah Kaki Gunung Panderman 


Suhu di kamar mendadak seperti lemari es. Dengan selimut tebal pun saya tetap mengigil dan segera bangun. Saya melihat sekeliling ruangan, tidak ada AC yang disedikan, namun dingin telah menjalar keseluruh tubuh saya. Saya baru sadar kalau ini adalah Batu, dengan udara yang begitu sejuk dan dingin waktu malam hingga dini hari.

Setelah mandi, saya segera menyiapkan beberapa peralatan kamera dan smartphone. Tapi sayangnya, saya hanya sempat mengisi satu batere kamera DSLR, beruntung power bank sudah saya charge. Rencananya saya akan mengunjungi beberapa obyek wisata  di sekitar hotel. Jarak yang dekat dari hotel membuat saya leluasa memilih tempat apa saja yang bisa dijelajahi. 

Sebelum memutuskan tempat wisata yang akan dijelajahi, saya kemudian sarapan terlebih dahulu dibawah. Suasana pagi sangat cerah dengan sinar matahari yang terang. Oh iya, Hotel ini memiliki spot paling magis diantara spot-spot lain. Spot ini terdapat di restoran yang berada persis dibelakang lobi utama. Dengan pemandangan Gunung Panderman, menikmati pagi dengan sebuah kopi rasanya sangat membuat betah. Apalagi kolam renang yang biru serta hijaunya pemandangan membuat spot ini indah untuk dinikmati.


Menu sarapan sangat beragam. Bisa dipilih antara tradisional dan Internasional. Saya lebih memilih Nasi Krawu Kartika, hidangan dengan nasi, serundeng, telur, tahu tempe dan abon. Rasanya sangat sweet karena perpaduan dari serudeng dan lauk-lauk lain. Enak sekali. 

Saya beralih ke makanan lain dan memilih mie goreng, nugget dan sayuran. Menu ini bisa disebut sebagi menu nasional. Sedangkan menu lain yang saya sentuh pagi ini adalah semangka dan melon. Cukup full juga perut saya mencerna tiga buah porsi makanan yang cukup besar. 

Disisi lain, terdapat bubur tradisional dengan santan sebagai bahan campuran yang lezat. Kue-kue ringan juga bisa dijadikan pilihan apabila tidak sempat sarapan dengan porsi besar. Omlete atau telor mata sapi pun bisa dipesan kepada chef. 


Susu kedelai, Jus, Air Putih dan Jamu tersaji pada pintu masuk. Saya sebetunya tertarik dengan jamu, namun kemudian lebih memilih susu kedelai yang segar. Menurut manajemen Kartika Wijaya Heritage Hotel, Susu kedelai ini diramu dengan kedelai yang fresh. Pantas saja saya sampai mondar mandir mengambil susu kedelai ini.

The Rooms & Facilities


Kartika Wijaya Heritage Hotel Batu memiliki histori cukup panjang. Bangunan lobi utama merupakan bangunan peninggalan Belanda pada paruh akhir 1800-an. Bangunan ini tidak pernah dirubah dan masih otentik sampai sekarang, hanya beberapa bagian saja yang disesuaikan seperti tangga yang kini sangat artistik dan siap menyambut kamu dengan senyum.


Nisa dan Ricky, pagi itu menyambut saya dengan senyum. Kebetulan saya ingin tahu lebih dalam mengenai hotel dan bertemu dengan manajemen Hotel. Apalagi bangunan utama sangat fotogenik dari jalan raya sana. Selain di bangunan utama, ternyata terdapat banyak jenis kamar. Mari kita melihat lebih dalam tipe-tipe kamar yang tersedia dan fasilitas yang ada di hotel ini. 

Tipe Kamar


Tipe kamar sangat beragam di Kartika Wijaya Heritage Hotel Batu, diantaranya Moderate, Superior, Deluxe, Junior Suite, Suite, Cottage, Executive Cottage dan Presidential. Wow, banyak juga ya pilihan tipe kamarnya, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Moderate

Tipe kamar Moderate ini luasnya 21 meter persegi dengan fasilitas kamar mandi dalam dengan pilihan air panas, pembuat kopi atau teh dan TV. 

Superior 


Tipe kamar Superior ini luasnya 23 meter persegi dengan fasilitas kamar mandi dalam dengan pilihan air panas, pembuat kopi atau teh dan TV. 

Deluxe

Dengan konsep modern di bangunan baru, tipe kamar Deluxe ini mengunakan AC di dalam kamarnya. Fasilitas kamar sama dengan lainnya, namun konsepnya sangat modern dan minimalis.

Junior Suite & Suite 


Junior Suite lebih berkesan sangat alami dengan dikelilingi oleh taman bunga dan menghadap pemandangan alam dan gunung. Fasilitas kamar yang diberikan juga sangat lengkap mulai dari kamar mandi dalam dengan pilihan air panas, pembuat kopi atau teh, TV, AC, ruang tamu dengan sofa yang nyaman.

Suite dengan konsep sangat modern dan luasnya 36 meter persegi. Selain itu bisa terkoneksi langsung dengan Deluxe Room sehingga sangat cocok buat keluarga. Fasilitas kamar yang diberikan juga sangat lengkap mulai dari kamar mandi dalam dengan pilihan air panas, pembuat kopi atau teh, 2 TV Flat, AC, Bath Tab dan ruang tamu dengan sofa yang nyaman.

Cottage & Executive Cottage 


Mau menikmati kebersamaan dengan keluarga tanpa terganggu dengan hiruk pikuk di luar, tipe kamar Cottage ini bisa jadi pilihan yang nyaman. Luas kamar sekitar 36-50 meter persegi. Terdapat pilihan tema Indonesia seperti Java, Bali, Toraja, Papua, Kalimantan dan Sumatera. 

Sedangkan Executive Cottage menyajikan konsep Eropa dan Asia dengan taman bunga yang ada didepan Cottage. Bisa dipilih tipe seperti Sakura, Bara, Tulip, Crisant, Lotus dan Madura. Untuk fasilitasnya sudah tidak diragukan lagi karena sangat lengkap.

Presidential



Dengan konsep modern dan minimalis, kamar ini memiliki kamar, dapur dan ruang tamu secara terpisah. Bisa disebut sebagai kamar mirip apartemen yang memiliki luas lebih dari 70 meter persegi. Untuk fasilitas sangat lengkap mulai dari dapur atau pantry, ruang makan, ruang tamu, kamar tidur dan kamar mandi.

Fasilitas Hotel


Selain kolam renang, terdapat juga ruang meeting atau pertemuan yang dapat menampung sekitar ratusan orang. Biasanya selain untuk meeting juga bisa digunakan sebagai pernikahan. Terdapat taman dalam hotel, fasilitas olahraga seperti lapangan tenis, dan tak lupa juga ada cafe dan restoran.

Wisata Dekat Hotel


Banyak sekali tempat wisata yang dekat dengan hotel sebut saja Selecta, Punten Flora Park, Batu Night Spectacular (BNS), Jatim Park 1, Secret Zoo, Museum Satwa, Eco Green Park dan Museum Angkot. Sedangkan wisata alam yang dapat dipilih antara lain Paralayang di Gunung Bayak, Air Terjun Coban Rondo, Perkebunan Apel, Air Panas Belerang dan masih banyak pilihan lainnya. Selain dekat dengan tempat wisata, Kartika Wijaya Heritge Hotel sangat dekat dengan Kantor Walikota dan Alun-Alun Kota Batu.

Nah yang lagi tren baru-baru ini adalah The Bagong Adventure Museum Tubuh di kawasan Jatim Park 1. Yuk, mari kita explore kota Batu. 

Informasi Kartika Wijaya Heritage Hotel Batu

Alamat 
Jalan Penglima Sudirman No. 127,
Kota Batu, Jawa Timur 
(Dekat Kantor Walikota)

Nomor Telepon 
+62341 - 592600 

Email 
reservasi@kartikawijaya.com

Website 

Social Media

Maps