Tips Jalan-Jalan Murah (Backpacker) Ke Korea Selatan


Korea Selatan menjadi sebuah magnet bagi penjuru dunia untuk datang dan menikmati segala bentuk wisata yang ada. Mulai dari sekedar menikmati alam, melihat gedung-gedung pencakar langit, mencoba menu makanan khas, mengunjungi tempat unik, menemui idola K-Pop dan masih banyak lainnya. Sebut saja Namsam (Seoul) Tower, Istana Gyeongbokung, Nami Island (Pulau Nami), Hanok Buckhon Village, Jeju Island (Pulau Jeju), Lotte World, Everland, Cheonggyechoen stream, Myeongdong, Insandong, Dongdaemun Market dan masih banyak tempat yang harus di kunjungi di Korea Selatan. Untuk merasakan semua keunikan tempat dan kulinernya, idealnya dibutuhkan waktu lebih dari 5 hari. Sayang sekali kalau ke Korea Selatan hanya satu atau dua hari saja dan tidak mengunjungi berbagai tempat tersebut.

Korea Selatan memiliki 4 musim yang tak dimiliki oleh negara tropis seperti Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau menikmati salju dan bermain ski di gunung es merupakan impian traveler dari Indonesia. Bahkan hanya untuk sekedar mengengam dan bermain lempar salju saja sudah merupakan hal istimewa yang tak dapat dilupakan.

Nah Traveler, lalu bagaimana caranya jalan-jalan ke Korea Selatan agar murah (atau Backpacker style), Ini dia beberapa Tips yang wajib dilakukan


1. Cari Tiket Pesawat (Airlines) 


Pengamalan membuktikan bahwa sebenarnya, tiket pesawaat ke Korea Selatan bisa didapatkan dengan range harga yang murah sekitar 2,3 Juta (PP) dengan mengunakan Arlines Air Asia X (Harga tahun 2014). Terus bagaimana cara bisa mendapatkan tiket murah tersebut? Biasanya ada beberapa hal yang harus dilakukan

Cek Harga Pesawat Promo

Air Asia memiliki hari khusus untuk menawarkan promonya yaitu pada minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB atau waktu Malaysia, karena Air Asia bermarkas di Malaysia. Namun, tidak setiap minggu, Air Asia menawarkan promo-promonya, sehingga patut dicek secara berkala setiap minggunya.

Untuk maskapai lain, promo dilakukan secara periodik, artinya tidak sesering Air Asia yang bisa setiap minggu namun Promo biasanya dilaksanakan pada saat menjelng liburan sekolah, natal dan tahun baru, dan masih banyak momen untuk promo.

Berlangganan Email 

Saat maskapai memberitahukan promo, biasanya akan tersebar melalaui email, sehingga sangat disarankan untuk berlangganan email sehingga informasi penting apapun dapat atau promo apapun tidak akan terlewatkan.

Cek dan Bandingkan Harga

Saat ini ada beberapa situs yang dapat membandingkan harga satu maskapai dengan maskapai lainnya dengan satu klik saja, maka informasi harga berserta tanggal keberangkatan dan pulang dapat dilihat. Bisa saja tiket peswat Promo yang diidam-idamkan cocok harganya sehingga langsung di beli.

Beberapa situs yang dapat membandingkan harga tanpa perlu repot ada SkyscannerWegoTravelokaUtiketTiket.com dan masih banyak lainnya.

Booking Tiket Jauh-jauh Hari

Meskipun jadwal traveling atau jalan-jalan Traveler masih sangat jauh atau satu tahun kedepan, tidak ada salahnya untuk membooking dari jauh-jauh hari. Harga yang akan didapatkan sangat fantastis jika di book jauh-jauh hari.

2. Cari Ho(s)tel Murah


Mencari Hotel atau Hostel atau bahkan apartemen di Korea Selatan merupakan hal yang gampang-gampang susah, apalagi pada saat musim dingin. Namun, ada beberapa situs yang memungkinkan untuk melihat satu per satu kondisi hotel atau hostel yang menjadi pilihan nantinya. Situs tersebut antara lain Booking.comAgoda.comHostelworld.com, Wego, Traveloka dan masih banyak lainnya. Namun dari beberapa yang disebut, hanya dua yang bisa dibayar pada saat kedatangan yaitu Booking.com dan Hostelworld.com tapi memang dengan harga yang agak mahal daripada lainnya.

Melalui Agoda.com, Traveler bisa mencari hostel atau hotel mulai dari yang termurah sampai yang termahal, daerah pun bisa disesuaikan misalnya yang suka belanja bisa saja di Myeongdong dan bisa melihat kondisi hostel atau hotel melalui foto-fotonya.

Ini dia beberapa hostel atau hotel pilihan yang murah di Seoul

Hostel Korea Original

Terletak di Jongno-gu, hostel ini menarwarkan sensasi menjadi orang Korea Selatan sebenarnya. Tempat tidur yang disediakan memang sengaja dihadirkan dengan bentuk tradisional. Untuk book silahkan disiniHarga per malam sekitar 22 USD (Sekitar 250 rb).

Sinseoldong Station Residence Dongdaemun

Letak hostel tak jauh dari Dongdaemun Market yang terkenal dengan pasar yang menjual segala jenis makanan tradisional. Hostel ini berjarak 4 KM dari pusat kota sehingga sangat layak menjadi salah satu pilihan menginap. Harga per malam sekitar 18 USD (Sekitar 200 rb). Silahkan book disini.

Myoengdong Town Guesthouse

Tidak puas hanya sekali atau dua kali mengunjungi Myeongdong, mungkin hostek ini adalah pilihan yang menarik untuk menginap. Siapkan diri dan uang untuk berbelanja segalanya di myengdong. Untuk booking disini. Rate per malam sekitar 200rb an.

3. Call Friend dan Couchsurfing


Bagi sebagian orang termasuk saya, menginap dirumah atau apartemen seseorang yang baru dikenal atau teman merupakan solusi terbaik untuk menghemat sebagian besar biaya perjalanan ke Korea Selatan. Memang tidak terlalu signifikan, namun bisa menghemat setidaknya biaya akomodasi selama berada di Korea Selatan.

Untuk menginap gratis, usahakan menghubungi teman atau saudara yang tinggal di Korea Selatan dengan memberitahu dari awal pada saat membooking sehingga teman atau saudara kita akan mempersiapkan dengan maksimal.

Satu lagi cara agar dapat menginap gratis bisa melalui couchsurfing.com. Bagi yang belum mengetahui, couchsurfing.com adalah salah satu situs yang menyediakan teman sesama tarveler yang tinggal di berbagai belahan dunia untuk menjadi host atau tuan rumah dari traveler lain yang ingin singgah di negaranya tanpa memunggut biaya sepeserpun. Namun perlu diketahui, setiap host memiliki peraturan yang harus ditaati oleh traveler.

4. Transportasi Umum 


Setelah menghemat biaya tiket pesawat dan penginapan atau akomodasi kini saatnya untuk menghemat biaya perjalanan dengan mengunakan transportasi umum (Public Trasportation) di Korea Selatan. Oh iya sebelum mengunakan trnsportasi umum sangat disarankan untuk membeli T-Money.

T-Money 

T-Money itu sebuah alat pembayaran untuk segala jenis transportasi mulai dari subway, bus dan taksi serta dapaat digunakan untuk berbelanja di mini market atau bahkan supermarket di seluruh Korea Selatan. Cukup dengan satu kartu dan sangat usefull. T-Money dapat dibeli secara langsung di Seven Eleven, Mini Stop dan Fending Machine di subway atau tempat umum lainnya.

Tranportasi beragam

Korea Selatan memiliki beragam transportasi yang dapat dipilih, setidaknya ada subway/kereta dan bus. Kenapa sangat disarankan untuk menaiki dua moda tranportasi ini, karena sangat nyaman dan murah. Untuk menghemat lagi, usahakan carilah jalur secara benar dan usahakan tempat yang dikunjungi berdekatan satu sama lain sehingga tidak membutuhkan transportasi tambahan atau bahkan taksi.

5. Tempat Wisata 


Tempat wisata di Korea Selatan sangat beragam sekali mulai dari yang membayar tiket masuk dengan harga ratusan ribu atau bahkan jutaan sampai yang gratis. Iya Korea Selatan pun memiliki tempat wisata eksotis yang murah dan gratis. Traveler tidak percaya? mari kita lihat satu per satu tempat wisata tersebut.

Love Lock "Gembok Cinta" di Namsan Tower 

Namsan (Seoul) Tower menjadi tempat sangat romantis apabila dikunjungi dengan pasangan karena terdapat gembok cinta yang sangat  unik dan dapat melihat pemandangan kota Seoul dari atas bukit Namsan.

Myoengdong, Dongdaemun dan Insadong

Window shopping atau sekedar menikmati ramainya pusat perbelanjaan di Seoul ini merupakan tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Apabila tak berminat untuk berbelanja atau sekedar menikmati suasana, tempat-tempat ini sangat direkomendasikan.

Monumen King Sejong

Jika tak berfoto atau mengunjungi monumen King Sejong, maka bisa dipastikan traveler belum pernah ke Seoul atau bahkan ke Korea Selatan. King Sejong adalah penemu huruf Hangul yang digunakan oleh Korea Selatan sampai saat ini.

Hanok Buckhon Village

Hanok Buckhon Village ini merupakan rumah tradisional Korea Selatan yang masih sangat terawat sampai sekarang. Dahulunya, kompleks perumahan ini merupakan tempat tinggal para bangsawan dan sudara dari Kerajaan.

6. Street Food dan Mini Stop (Mini Market)


Street Food (Kuliner Jalanan) bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya makan, apalagi makanan jalanan di Korea Selatan sangat bersih dan layak jadikan pilihan. Selain street food, mini stop (mini market) juga menjual makanan set yang dijual dengan harga murah. Apabila kangen dengan masakan Indonesia, saya biasa membawa rendang, abon atau bahkan teri kacang yang di makan bersama dengan nasi istan yang bisa di beli di mini market.

Begitulah tips yang bisa dishare ke Traveler yang ingin menghemat di Korea Selatan.

Sampai jumpa di Korea Selatan ya.


The Passport Cafe, The Gate To The World


Tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling Dunia, namun ingin merasakan atmosfir asyiknya traveling menjelajah Dunia? Saya punya penawarnya, mampirlah ke The Passport Cafe, di Tangerang. Namanya juga Passport, tentu saja benda ini merupakan benda terpenting jika kamu ingin ke luar negeri. So, bersiap-siaplah menjelajah Dunia tanpa harus membeli tiket pesawat terbang, tempat menginap apalagi membawa bagasi dengan berat lebih dari 20 kilogram. Cukup dengan mengoyang lidah saja, Negara seperti Jepang, Jerman, Italia dan lainnya sudah kamu kunjungi. Luar biasa.

The Passport ini bisa dijangkau dengan berkendara kurang lebih 1 jam dari Statsiun Rawa Buntu, apabila kamu dari Jakarta. Apabila dari Tangerang, cukup kunjungi saja deretan ruko dalam perumahan Gading Serpong Summarecon. Atau alternatif terakhir, gunakan layanan ojek online atau taksi.

Konsep Cafe



Begitu masuk ke dalam Cafe, suasana klasik dan modern cukup terasa. Warna-warna gelap seperti hitam, cokelat dan abu-abu dipilih untuk mewakili kesan minimalis namun tetap modern. Furniturnya pun tampak menyesuaikan dengan warna dinding yang cenderung gelap. Memang karena letaknya di ruko yang terbatas sehingga suasana terasa agak sempit. Namun, begitu naik ke lantai 2, ruangannya menjadi sangat luas dengan beberapa meja besar dan kecil yang dipadupadankan. 

Saya tertarik dengan walls art dengan beberapa tulisan yang menghias sebagian besar dinding. Orang bilang sih, instagramable banget. Yup, sekitar 3 walls art ini mengangkat kopi sebagai teman terbaik pada saat mampir ke Cafe. Kembali lagi ke lantai satu, persis sebelum anak tangga, terdapat beberapa jenis biji kopi. Biji kopinya sebagian besar dari Sumatera dan Jawa sebagai salah satu penghasil biji kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia. 

"Coffee is always a good idea", salah satu walls art ini membuat saya ingin memesan sebuah kopi dan merasakan sensasinya, kemudian dari kopi ini timbul ide-ide terbaik. Bohong kalau saya suka kopi, namun lebih bohong lagi kalau saya tidak suka kopi. Memang saya pengemar rahasia kopi, orang lebih sering saya mengkonsumsi teh dari pada kopi. Namun, makin sering menikmati kopi, saya jadi suka. 

Selain Walls Art, terdapat pojok Eropa dengan ruang tamu lengkap dengan tungku perapian layaknya rumah-rumah khas benua biru. 

Aneka Makanan Dunia Di The Passport


Pilihan menu makanan sangat berangam, mulai dari menu Indonesia sampai belahan Dunia seperti Eropa dan Asia. Seperti saya yang mencoba Wagyu dan Panacota. Wagyu dengan eropan style ini memang sangat lezat, apalagi dengan saus dan sayuran membuat Wagyu ini sempurna. Namun, karena saya tak banyak mengetahui tentang Wagyu, saya hanya merasakan kelezatan daging yang dibakar dengan kematangan medium atau setengah matang. 

Panacota sebagai dessert ini memang menarik untuk dinikmati. Apalagi kelembeutan Panacota ini membuat lidah mearasakan sensasi manis yang sangat saya sukai. Mengenai minuman, pilihan kopi, teh, jus dan lainnya sangat beragam. 

Bagi yang berada di daerah Tangerang, sangat rekomen sekali The Passport Cafe. 

Informasi The Passport Cafe 

Alamat Lengkap :
 Jl. Ki Hajar Dewantara No. 39, Pakulonan Baru,
Kelapa Dua, Tangerang, Banten


Wisata Asyik Keliling Kota-Kota Di Jepang Dengan Sepeda


Pada saat ke Jepang, dibenak kita pasti akan tergambar transportasi canggih seperti MRT, Kereta Bawah Laut dan moda transportasi lain. Namun pernahkah terbesit dalam pikiran untuk mencoba sesuatu yang beda saat mengelilingi kota Tokyo atau Kyoto dengan Sepeda? Bagi yang belum pernah merasakan sensasi mengelilingi kota-kota di Jepang, kayaknya harus mencobanya. 

Sepeda sepertinya tak asing bagi kita yang tinggal di Indonesia. Banyak yang memanfaatkan moda tranportasi ini di kampung sampai ke kota, namun ternyata masyarakat Jepang juga banyak memanfaatkan moda tranportasi ini karena selain murah, juga sehat. Bahkan, jalur seperti trotoar atau jalur sepeda disediakan khusus. Kadang, sepeda digunakan hanya untuk jarak dekat seperti dari rumah menuju ke Stasiun terdekat, atau untuk berbelanja ke pasar yang tak jauh dari rumah. 

Belakangan ini, traveler yang sudah bosan dengan kereta cepat atau bus mencoba sensasi berbeda dengan menyewa sepeda dan menikmati sekeliling area tersebut. Selain nyaman dan tidak terburu-buru, banyak sekali hal-hal yang tidak kita temukan saat kita mengunakan kereta cepat atau bus. Mungkin saja, tempat yang tidak banyak dikunjungi orang namun memikat hati justru akan ditemukan dengan bersepeda. Bagai menemukan harta karun yang terpedam kan?

Nah, tempat apa saja sih yang cocok untuk mengexplore dengan bersepeda di Jepang? 

Asakusa, Tokyo


Tokyo Skytree Tower nampak menjulang saat langkah terhenti di Sungai Sumida, sungai yang membelah Asakusa dan memisahkannya dengan Tokyo Skytree. Selain Menikmati Sungai Sumida, Asakusa memiliki Kuil Sensoji yang menjadi ikon Tokyo. Selain Sensoji, di sepanjang Nakamise, penjual oleh-oleh khas Jepang. Tentu saja sensasi Jepang dalam tradisional maupun modern bisa dilihat lebih dekat dengan sepeda. 

Kyoto 


Kyoto bisa disebut kembaran dari Yogyakarta. Keduanya sama-sama menjaga tradisi dan budayanya sehingga tak heran jika melihat wanita berpakaian kimono lengkap dan berias sangat tebal. Kalau tidak salah sebutan Geisha ini sering digunakan untuk wanita penghibur dengan konotasi yang kurang baik. Namun, sekarang jumlahnya tidak sebanyak pada abad 18 dan 19. Mengelilingi Distrik Gion dengan pemandangan Geisha, bangunan tradisional dan toko-toko membuat perjalanan lebih terasa menyenangkan. Apalagi kalau ingin mengoleksi banyak foto-foto dari distrik ini.

Shimanami Kaido

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Pulau Honshu dan Pulau Shikoku memiliki jembatan penghujung dengan panjang sekitar 60 kilometer yang menghubungkan beberapa pulau dan jembatan. Didaerah ini pula banyak diadakan event internasional seperti lari marathon. Pemandangan dari jembatan ini sangat luar biasa menawan, apalagi pemandangan lau dari pulau Seto. Bersepeda mengelilingi jembatan dan menikmati pulau-pulaunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. 

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Kibi Plain, Okayama


Kota Okayama menjadi salah satu tempat menarik yang wajib dikunjungi. Seperti layaknya pedesaan di Indonesia, Okayama memiliki pemandangan asri dengan tanaman disepanjang jalan yang dilaluinya. Jepang memang identik dengan Tokyo yang serba cepat dan modern, namun Okayama ini membuktikan sisi lain yang tidak pernah dibayangkan di benak wisatawan pada umumnya. Kibi Plain ini merupakan dataran sepanjang sekitar 17 kilometer dengan padi dan tumbuhan lainnya di samping kanan dan kiri jalan. Dijamin puas menikmati sisi lain dari Jepang ini.

Rental Sepeda Untuk Traveling


Roda jaman berputar, begitu pula dengan teknologi yang digunakan atau ditambahkan pada sepeda. Teknologi tersebut menginsprasi dibuatkan sepeda listrik, apalagi Jepang merupakan salah satu negara dengan inovasi dan teknologi yang luar biasa. Jadi tidak ada keraguan untuk memakai sepeda listrik. Namun karena harga sepeda listrik ini lebih mahal dari sepeda manual, alangkah baiknya menyewa saja ditempat seperti Asakusa, Tokyo atau Kyoto. Harga sewa sepeda berkisar antara 100-300 yen per jam, 400-800 yen per setengah hari dan 1.000-1.200 per hari.

Sebelum menyewa sepeda pastikan membawa fotocopy passport dan sertakan alamat dan nomor handphoe atau email yang bisa dihubungi. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan atau pencurian sepeda.

Aturan bersepeda di Jepang bisa dibilang sangat ketat, seperti gunakan jalur khusus sepeda atau trotoar jika tidak ada jalur khusus. Kemudian disarankan untuk mengunakan helm sepeda. Dan dilarang parkir sembarangan, dan apabila melanggar maka akan terkena denda. Jangan lupa untuk mengunci sepeda, karena bisa saja orang lain mengunakan tanpa tahu milik siapa. Untuk menghindari hal-hal yang kurang jelas, sebaiknya menanyakan secara langsung pada tempat menyewa sepeda.

Okay, setelah menyewa sepeda, kini saatnya menelusuri tempat yang tersembunyi di Jepang. Selamat bergowes. Jya, matta ne.

Kerala (India) Blog Express Season 4


Seperti de javu, saya kembali membangunkan mimpi setahun lalu. Kerala, sepertinya nama ini terus memanggil-manggil dan terus berputar-putar di kepala. Hanya saja, salah satu provinsi atau bagian di India ini begitu meresap sampai-sampai setiap malam saya harus memutar-mutar kepala agar dapat menginjakan kaki untuk pertama kalinya di India.

Kerala Blog Express telah memasuki season 4. Saya ternyata pernah mencoba mendaftar pada tahun 2014 lalu, namun karena blog saya masih belum memiliki domain dot com, tentu saja membuat percobaan ini gagal. Di tahun berikutnya, saya telah memiliki domain dan banyak teman-teman blogger yang mendukung, dan Alhamdulillah saya finish di urutan ke-2 pada saat penutupan voting, namun sepertinya Tuhan belum mengizinkan saya singgah ke India, saya pun gagal berangkat. Dan tahun inilah kesempatan yang bagus untuk melanjutkan momentum dan impian saya pergi ke India. 

Kerala Blog Express Season 3
Setiap jengkal di Kerala merupakan berkah dari Tuhan. Sepertinya Tuhan dan Para Dewa ingin memberikan secuil tanah yang berada disurga untuk ditempatkan di Kerala. Tempat Para Dewa berkumpul, seperti itulah kata-kata yang pantas mengambarkan keindahan alamnya. India memang identik dengan New Delhi atau Kalkuta, namun dengan perkenalan saya dengan Kerala, saya rasa India patut berbangga dengan keistimewaan Kerala. Kerala adalah God's Own Country

Menyalakan Asa Ke Kerala


  
Dengan bekal pengalaman tahun lalu, saya mulai meminta ("Ngemis") vote mulai dari inbox di facebook, WA satu per satu kontak yang ada, kemudian meminta dukungan dari komunitas dan grup blogger, dan menyebarkan secara luas di social media mulai dari twitter, instagram, path dan facebook. Mulanya dukungan secara cepat didapatkan, namun perlahan-lahan kemudian mulai stagnan. Pada saat kondisi itulah, saya mulai berkonsultasi dengan Mba Donna dan Haryadi (Omnduut), tentang apa strategi yang bisa dilakukan, karena hal itulah yang bisa saya manfaatkan untuk mendorong motifasi saya ke Kerala.

Beberapa minggu waktu saya hampir habis hanya untuk meminta vote satu per satu, namun seperti berkejaran dengan waktu dan saingan yang teman dari Indonesia yang kebetulan saya kenal secara pribadi membuat motivasi saya mulai meluntur, namun beberapa minggu sebelum penutupan saya mulai membulatkan tekad, bahwa setiap orang tentu saja berhak mendapatkan apa yang ia impikan dengan usaha. Dengan keyakinan, saya pun tetap melakukan hal-hal yang saya lakukan di awal.

Saya meminta Vote dengan cara : 


2. kemudian tekan tombol atau tanda jempol VOTE NOW 


3.  Kemudian Login dengan akun facebook
4. Dan "DONE", terima kasih sudah Vote

Dan hasilnya sampai saat ini, saya merupakan peringkat ke 12 secara keseluruhan dan peringkat ke 2 di Indonesia. 


Peringkat 12 Dunia

Peringkat 2 Indonesia
Dalam bulan Januari 2017, Pihak Kerala Tourism atau Panitia Kerala Blog Express akan menyeleksi sebanyak 30 kontestan dari seluruh Dunia dan diprioritaskan yang berada di 30 besar. Namun, bukan Kerala Blog Express namanya kalau tidak ada kejutan, pada 3 season sebelumnya, belum tentu 30 besar secara vote akan otomatis akan berangkat, karena akan disesuaikan dengan jatah per negara dan tentu saja faktor X lain yang kurang kami pahami. Namun, sekali lagi, saya hanya manusia yang bisa berusaha dan berdoa yang terbaik. Semoga saya bisa menginjakan kaki saya di Kerala, India. Amin.

Terima kasih kepada semua teman-teman seluruhnya mulai dari teman di Pemalang, Semarang, Jakarta, teman komunitas Indonesia Corners, Blogfam, teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Doakan semoga saya bisa berangkat ke Kerala. Amin Ya Allah. 

Selamat Datang Di Kerajaan Kera Hutan Nepa, Madura


Bukan manusia yang menyambut saya dan rombongan blogger dari seluruh penjuru Indonesia, ketika memasuki Hutan Nepa. Beberapa ekor keralah yang menyambut sore ini. Cuaca sedikit mendung tak menyurutkan niat mengelilingi Hutan Nepa. Mungkin karena tak panas inilah, puluhan kera berkeliaran mengikuti langkah kami ke dalam hutan.

Nepa disebut demikian karena di daerah ini banyak tumbuh tumbuhan 'Nipah'. Penyebutan masyarakat di Kabupaten Sampang ini membuatnya bergeser menjadi Nepa. Sebelum masuk ke Hutan, terlebih dahulu melewati bibir pantai yang disebut pantai Nepa sesuai dengan nama Hutan. Kegunaan pohon Nipah ini sangat banyak, Salah satunya bisa digunakan sebagai atap rumah pada dahulu sebelum mengunakan genting. Selain itu, Nipah berfungsi sama dengan bakau, menahan pengikisan tanah dari gelombang air laut.     


Kera-kera ini bukanlah perwujudan dari hewan sesungguhnya. Masyarakat percaya bahwa kera-kera ini adalah prajurit-prajurit Raden Segoro. Raden Segoro adalah putra dari Putri Kerajaan Gilingwesi. Prajurit ini melawan Prajurit dari negeri asing hingga sekarang, kera-kera ini pun terbagi dalam dua kubu besar. Peraturan dalam kerajaan kera ini adalah barang siapa yang memasuki wilayah kerajaan kera lain, maka tak ada jalan lain kecuali harus mati, kecuali pada saat kedua kerajaan diserang oleh pihak-pihak luar. 

Peraturan tidak tertulis inilah yang membuat saya cukup terperangah dan penasaran dengan kehidupan kera secara lebih dekat. Namun, semakin kaki melangkah, kera-kera tidak mau menampakan diri, hanya beberapa kera saja yang antusias dengan kami. 

    

Sore ini nampak sepi, sepertinya hanya rombongan kami saja yang melintas sampai ke tengah Hutan dan melihat petilasan Kyai Poleng. Kyai Polong merupakan penjaga Puteri kerajaan Gilingwesi dan Raden Segoro. Merekalah yang dipercaya sebagai nenek moyang di Pulau Madura ini.


Melihat tingkah polah kera seperti mereka memiliki dunia mereka sendiri dan sangat kocak. Beruntung kera yang kami temui tidak agresif dan cenderung kooperatif dengan manusia. Ini juga yang masyarakat percaya bahwa kera-kera ini masih memiliki sifat manusia yang dibawa pada saat menjadi prajurit Raden Segoro. 

Kisah nenek moyang Pulau Madura memang sangat menarik, dari mulut ke mulut dan turun temurun cerita ini digaungkan sehingga telah tertanam di alam bawah sadar. 




Terima kasih kepada #BPWS dan Plat-M yang telah mengundang saya dan blogger-blogger nusantara dalam acara #MenduniakanMadura

Saatnya Memacu Adrenaline Dengan River Tubing Sungai Pusur Klaten


Dalam kamus saya, adrenaline adalah ketakutan. Artinya apapun yang memacu adrenaline adalah menakutkan dan harus dihindari. Namun, sejalan dengan waku saya belajar untuk menaklukan adrenaline dan pelan-pelan bersahabat dengannya. Dahulu, wahana-wahana di Dufan adalah momok, namun sekarang dufan adalah kesenangan yang harus dirayakan. Kini, satu per satu saya mulai bermain dengan adrenaline, walaupun menurut khalayak umum masih dianggap belum begitu memacu adrenaline.

Explore Indonesia Jogja 2016 bersama Aqua Lestari membuka mata saya dan rombongan. Kami diajak untuk liburan sekaligus memacu adrenaline dengan mendatangi tempat water sport yang berada di Klaten, Jawa Tengah. Sebut saja River Tubing, salah satu water sport yang memacu adrenaline dan tenar di social media. Klaten ternyata memiliki River Tubing salah satunya adalah dikawasan sepanjang Sungai Pusur.


Beberapa tahun lalu, sungai pusur lebih mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah dari hulu sampai hilirnya. Warga berlomba-lomba membuang setiap limbah rumah tangga setiap hari selama puluhan tahun. Akibatnya, Sungai Pusur berubah menjadi tercemar dan tak elok dipandang mata. 

Aqua Lestari bersama pemuda-pemuda dari kecamatan Polan Harjo, Klaten berhasil mendobrak kebiasaan membuang sampah tersebut dengan program bank sampah dan kerajinan dari limbah sampah. Hasilnya, luar biasa, sampah yang tadinya mengunung dan menumpuk ditepian sungai, lenyap dalam sekejap. Sungai kembali bersih dan membuat pemuda-pemuda berinisiatif memanfaatkan sungai menjadi water sport yang memacu adrenaline.


Siap Memacu Adrenaline


Kami berpacu dengan waktu, karena matahari sebentar lagi akan tenggelam. Hampir pukul 4 sore ketika pick up tiba ditempat. Saya tak membawa apapun kecuali tubuh dan baju yang melekat. Beberapa orang menenteng action cam untuk mengabadikan keseruan sore itu. Sehari sebelumnya, kami telah bermain dengan adrenaline di Sungai Oyo, sekitar Yogyakarta. Dan kali ini, kami pun melakukan hal yang sama, namun medannya tentu akan berbeda. Sensasinya juga berbeda.

Sebelum berangkat ke sungai, kami mendapatkan penjelasan singkat mengenai alat dan keamanan yang digunakan saat menyusuri sungai pusur. Terdapat helm dan baju pelampung yang kami gunakan, sedangkan kami mengunakan ban besar selama menyusuri sungai.

Kami harus meneteng sendiri ban besar sampai ke sungai yang tak jauh dari tempat mendapatkan briefing tadi. Hanya saja kami harus melewati rumah-rumah warga sebelum sampai di sungai.


Dan, akhirnya sungai pusur pun terlihat dengan jelas didepan mata. Airnya nampak bening cendrung cokelat karena tanah yang berada disekitar sungainya berwarna cokelat gelap. Struktur sungai pusur ini cenderung berbatu dan arusnya lumayan deras. Bisa dibayangkan betapa tertantangnya kami menjelajah sungai pusur ini.

Ban dilemparkan ke sungai, kemudian kami harus melawati bendungan ter;ebih dahulu sebelum berpacu dengan arus. Dan yup, kemudian setelah sampai bawah ban dinaiki dan akhirnya kami siap berpacu dengan adrenaline.


Awalnya saya sempat terjatuh beberapa kali, namun akhirnya saya bisa mengendalikan ban dengan baik dan melaju. Karena bebatuan dan sungainya tak terlalu lebar, sempat membuat ban saya tersangkut kembali, namun beruntung saya lolos kembali.

Sungguh petualangan yang sangat menyenangkan sekali. Apalagi Sungai Pusur ini menjadi salah satu River Tubing yang dikelola sendiri oleh pemuda desa di Klaten, Jawa Tengah .Apabila berminat untuk memacu adrenaline, informasi selengkapnya bisa ke fanpage River Tubing Sungai Pusur.


Terima kasih Airport.id dan Aqua lestari serta sponspor lain dalam acara Explore Indonesia Jogja 2016.



Rooftop Garden Sensation Di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta


Langit itu terlukis jelas awan putih berarak memanjakan mata yang memandang saat matahari begitu terang bersinar. Saya memperhatikan sekeliling lantai paling atas itu dengan seksama. Angin turut hadir dan membelai-belai tubuh saya yang tak terasa sudah dibanjiri keringat. Cuaca seperti inilah yang memanjakan saya untuk bermain bebas di rooftop. Tanaman yang umumnya sayuran ini tumbuh di selang-selang putih membuat mata saya kembali bersinar. Inilah senasinya memiliki kebun walau tak sebesar yang dibayangkan, namun jika berada di Jakarta, kebun kecil ini bisa saya sebut sebagai "Paradise".

Selang-selang putih itulah yang memberikan kehidupan pada tanaman. Sistem pemberian air ini dikenal sebagai Hidroponik yang sangat ramah lingkungan. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun mendatang, sistem tanam ini akan booming dan menjadi primadona di Jakarta. Selain alasan lahan yang terbatas, efektivitas dan keparktisan adalah poin utama melaksanakan hidroponik. 



Rombongan Explore Indonesia Jogja 2016 tak menunggu lama untuk mengabadikan rooftop. Mulai memotret tanaman dan lingkungan sekitar rooftop. Tiba-tiba secara tak sengaja, model dadakan berpose untuk kami. Jepret sana, jepret sini, kami seperti melakukan sesi foto dengan model profesional. Dan hasilnya memang mengagumkan, kami puas dan tertawa bersama melihat keseruan kami melakukan foto-foto di rooftop milik Greenhost Hotel. Tak heran hotel ini menjadi favorite tamu yang menginap karena konsep rooftopnya pun sangat keren.


Boutique Hotel Ramah Lingkungan 

Air sedikitpun sangat dimanfaatkan oleh Greenhost

Menyatu dengan alam dan mengerti lingkungan, Greenhost menyampaikan pesan ini melalui bangunan hotel yang sangat hijau. Atap bangunan dibiarkan menantang langit dan hanya kaca yang menghalanginya dari hujan. Sistem pengairan pun dibuat sangat efektif dan tidak ada satupun yang terbuang percuma dan akan berputar dan disaring kembali menjadi air yang bersih atau digunakan untuk keperluan tanaman dan flush toilet. 

Sedikit banyak, saya belajar untuk mengerti bahwa air yang kita gunakan harus dihemat demi menjaga lingkungan tetap seimbang. Selama ini, saya hanya memandang bahwa air adalah sumber daya yang tak terbatas, namun berkaca dengan belahan bumi lain yang mengalami kekeringan, inilah saatnya untuk lebih memahami pentingnya menghemat air di mana pun berada.


Selain sistem pengairan, konsep hotel sedikit berbeda, bisa dilihat dari perpaduan antara modern dan ramah lingkungan membuat hotel ini seperti rumah kebun. Konsep ini memang sangat cocok bagi wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri yang kerap melakukan rutinitas dan berhadapan dengan gedung-gedung pencakar langit dan kemacetan. 

Prawirotaman, sebuah kawasan yang kerap disebut sebagai kampung turis adalah lokasi hotel ini berada. Grafiti menghias sepanjang jalan sebelum memasuki area hotel. Di ujung jalan, aktivitas pasar pun tak boleh dilewatkan begitu saja. Pedagang yang menjajakan dagangnya pun merupakan potret keseharian yang sangat instagramable. So, what are you waiting for? Segera ambil kamera dan jalan-jalanlah di sekeliling dan temukan gambar terbaikmu kemudian share. Sungguh menyenangkan melakukan aktivitas seru ini pada saat sore.


Meet The Room 


Ornamen kayu dan dinding tanpa dicat bagi saya adalah konsep kamar yang memukau. Hotel lain menciptakan kamar dengan cat atau wallpaper sehingga menambah kesan flat, namun Greenhost justru membiar tembok alamiah dan menyatu dengan konsep ramah lingkungan yang telah diusung sebelumnya. 

Kasur cukup lebar dengan selimut tebal dan disampingnya terpasang colokan listrik. Yup, untuk saya, colokan sudah menjadi nyawa kedua, apalagi kamera dan smartphone pun membutuhkan banyak colokan listrik untuk mengisi daya baterai setelah seharian telah digunakan. 



Kamar mandi sangat lengkap dengan perlengkapan mandi dan handuk. Sedangkan lemari pakaian pun tersedia dengan ukuran sedang dan cukup luas untuk menampung beberapa koper atau tas ransel ukuran besar. TV layar datar dengan berbagai channel luar dan dalam negeri siap menemani istirahat saya malam ini. Begitu pula dengan koneksi internet yang lumayan kencang dan membantu aktivitas online beberapa malam di hotel ini.

Tipe-tipe kamar terdiri dari Erick Room, Futura, Rempah 1, Rempah 2, Studio Kita 1-3 dengan arrange harga mulai dari 300 ribu  sampai 1 juta-an. 


Fasilitas Hotel 



Rooftop menjadi salah satu daya tarik Greenhost Hotel, namun fasilitas yang mendukungnya pun tak kalah. Sebut saja Souvenir Shop, Co-working space, Art Kitchen, Greenhost Creative Farming, Meeting Space, Tea Spa, Swimming Pool, Mezzanine Tea Shop, Attic Bar & Lounge, Parkir dan lain-lainnya. 

Fasilitas ini menunjang apapun keperluan saya selama menginap di Greenhost, apalagi konsep hotelnya sangat eco-friendly dan sangat disukai oleh wisatawan asing. Saya beberapa kali bertemu dengan bule-bule yang berseliweran di area lobi ataupun art kitchen. 



Terima kasih kepada airport.id yang telah menyelengarakan event Explore Indonesia Jogja 2016 bersama sponsor salah satunya adalah Greenhost Hotel ini.  

Informasi Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta 

Alamat 
Jalan Prawirotaman II No. 629
Brontokusuman, Yogyakarta

Telepon 
+62274 389 777

Email 
info@greenhosthotel.com

Website 

Maps