Menggapai Mimpi Di Gunung Fuji, Jepang

Leave a Comment

Saya melihat Gunung Fuji disaat puncaknya tertutup oleh es. Keindahannya memang tak tertandingi. Bahkan, menurut kepercayaan siapa yang dapat melihat Gunung Fuji secara keseluruhan tanpa tertutup awan atau kabut maka akan diliputi keberuntungan. Entahlah saya hanya percaya saja, namun salah satu alasan mengunjungi Jepang adalah untuk melihat Gunung Fuji dari dekat.  

Suhu udara di Tokyo ketika turun dari pesawat mencapai 12 derajat Celcius. Artinya, jaket tebal Winter yang telah saya siapkan memang akan sangat berguna pada kondisi udara saat ini. Sebetulnya saya sempat meremehkan bahwa kondisi cuaca tidak akan berpengaruh pada tubuh saya, namun saya menyerah. Jaket saya kenakan ditambah dengan sweater dan baju dalam yang hangat. Terhitung 4 lapisan yang saya gunakan pada udara musim dingin. 

Setelah beberapa hari puas mengelilingi Tokyo, kini saatnya berpetualang dan melihat Gunung Fuji dari dekat. 

Perjalanan Ke Gunung Fuji


Untuk mencapai Gunung Fuji diperlukan kurang lebih 2-3 jam dari Tokyo. Banyak sekali moda transportasi yang dapat digunakan, terlebih lagi menggunakan kereta express dan bus. Saya baru mencoba kedua moda tersebut karena sangat mudah digunakan dan sangat hemat. Sebetulnya masih banyak kendaraan lain yang dapat digunakan, namun saya hanya akan membahas kedua jenis ini saja. Untuk informasi transportasi lain biasanya bisa dicari melalui google.

Naik Kereta dari Shinjuku Station

Tidak semua kereta cepat merupakan Shinkansen, demikian juga kereta cepat yang digunakan ke Gunung Fuji melalui Kawaguchiko Station. Dari Shinjuku Station kemudian naik kereta express Kaiji atau Azusa menuju Kofu dan turun di Otsuki Station. Dari Otsuki Station kemudian naik Fujikyu railway atau Fujisan Express dan berhenti Kawaguchiko Station. Total biaya yang dibutuhkan adalah sekitar 3.400 Yen untuk satu kali perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 10 menit.

Jika mengunakan JR Pass, maka biaya dari Shinjuku Station ke Otsuki tercover JR Pass dan hanya membayar biaya dari Otuski Station ke Kawaguchiko Station untuk kereta Fujisan Express atau Fujikyu Railway sebesar 1.140 Yen. Sedangkan pemiliki Tokyo Widepass, seluruh biaya perjalanan baik Kaiji atau Azusa Train dan Fujikyu Railway atau Fujisan Express yaitu dari Shinjuku Station ke Kawaguchiko Station telah tercover sepenuhnya. 

Naik Bus dari Tokyo Station

Salah satu cara ke Gunung Fuji adalah dengan mengunakan bus dari Tokyo Station. Kenapa harus dari Tokyo Station? Karena Tokyo Station merupakan salah satu sentral dari semua jalur kereta di Tokyo sehingga memudahkan apabila janjian dengan orang lain atau untuk memudahkan titik temu saja. 

Apabila telaah sampai di Tokyo Station kemudian menuju Yaseu South Exit dan kemudian belok ke kiri. Sampailah pada pembelian tiket di loket JR. Pembelian tiket dapat dilakukan beberapa hari ataau reserved ticket dengan harga 1.800 Yen. Setelah membeli tiket, silahkan antri di line nomor 7 dengan tujuan Kawaguchiko Station.

Kawaguchiko Station

Saya turun dari Fujikyu Railway dengan menggsok-gosokan tangan tanda mulai kedinginan. Didalam kereta terdapat penghangat sehingga diperjalanan saya tidak merasakan apapun dan menikmati tidur yang cukup lama karena durasi perjalanan sekitar 2 jam lebih. Saya menengok ke arah kanan dan kiri untuk memastikan apakah benar ini Kawaguchiko Station, dan ternyata memang disinilah seharusnya saya turun. 

Saya kaget ketika di ujung rel stasiun, Gunung Fuji dengan indahnya menampakan diri menyambut saya. Selama beberapa tahun ini saya ke Jepang dan belum pernah sekalipun melihatnya, kini nampak indah dengan balutan salju putih di puncaknya. Gunung Fuji memang misterius dan penuh dengan mitos. Maka saya pun percaya bahwa pastinya ada maksud dan tujuan dari penampakan Gunung Fuji saat ini. 

Teman saya pun yang memiliki niat yang sama untuk melihat Gunung Fuji pun tak terealisasikan karena Fuji San (Sebutan untuk Gunung Fuji dalam bahasa jepang) tak mau menampakan dirinya. Bukan hanya sekali namun untuk kedua kali, dan uniknya teman saya datang selang beberapa hari dengan kedatangnya saya. Dan, terbukti ketika saya datang kembali pada saat menjelang musim gugur, Fuji San masih mau menampakan dirinya walaupun sebagian badannya tertutup awan putih yang cukup tebal.

Mendaki Gunung Fuji


Pendakian ke Gunung Fuji memang memerlukan stamina yang kuat, apalagi Gunung ini merupakan salah satu yang tertinggi di Jepang dan Asia. Pada saat musim panas dan gugur, masih memungkinkan untuk didaki, namun pada saat musim dingin, sangat jarang yang mendaki sampai puncak karena puncaknya tertutup oleh salju. 

Bagi yang bukan pendaki seperti saya, tentunya ingin tetap melihat gunung Fuji dari dekat. Nah, dari Kawaguchiko Station bisa dilanjutkan ke beberapa tempat yang dapat diakses untuk melihat lebih dekat Gunung Fuji. Salah satu tempatnya adalah Kachi-Kachi Yama Ropeway. 

Kachi-Kachi Yama ini dapat dicapai dengan mengunakan Omni Bus/Fujikyu Bus dengan warna Merah. Harga tiket bus untuk mencapai tempat tersebut 2 day pass sebesar 2.380 Yen. Kachi-kachi Yama merupakan pemberhentian nomor 11 di jalur Merah.



Sebetulnya Kachi-kachi Yama terdapat salah satu jalur pendakian yang dapat dilalui oleh siapapun. Namun, pengunjung biasanya mengunakan ropeway dengan membayar sekitar 800 Yen untuk naik dan turun ke atas bukit ini. 

Selain melihat pemandangan Gunung Fuji dari dekat, terdapat restoran, kuil, permainan dan tempat untuk melihat Fuji San dengan lebih jelas dengan teleskop. Sebetulnya, Kachi-Kachi inilah salah satu tempat yang wajib dikunjungi disekitar Gunung Fuji untuk melihat dan berfoto dengan latar belakang Gunung Fuji. 



Setelah sampai di puncak bukit, terdapat jalur menuju puncak dengan melewati beberapa anak tangga. Dari sini sudah nampak Gunung Fuji yang legendaris. Apalagi pada saat saya kesana untuk kedua kalinya, suasana sudah sangat berbeda dan sudah direnovasi. Bukit ini berada diketinggian sekitar 1.000-2.000 meter diatas permukaan laut. Sehingga udara di atas pun bercampur antara panas dan dingin secara bersama-sama. 



Pada saat musim dingin dan jalur pendakian tertutup salju, maka cara yang paling tepat adalah mendaki melalu jalur Kachi-kachi Yama. Oh iya, kadang pada saat traveling atau pendakian biasanya terserang masuk angin dan penyakit meriang karena kecapean. Jangan sampai petualangan dan pendakian yang seru terganggu karena hal tersebut. Coba sediakan Starvit yang membantu meredakan masuk angin, meriang dan gejala lainnya. 

Bagi para pendaki gunung, teman-teman yang suka naik gunung atau yang sering traveling ada quiz dari @starvitid.Caranya mudah sekali Upload instagram foto traveling kamu dengan produk starvit pakai hashtag #StarvitGo #Starvit #Kuis #pendaki dan mention @starvitid. Buruan upload karena ada hadiah 2 tiket PP ke Bali dengan undian di Bulan Oktober dan Desember. Pemenang kuis #StarvitGo akan diterbangkan dari pulau Jawa dalam periode Januari-Maret 2018. Dapatkan Starvit di Guardian, Watson, Boston, Hypermart, Carrefour dan Diamond. Silahkan cek ke Instagram Starvit di www.instagram.com/starvit .

Selamat menggapai mimpi di Gunung Fuji dan menemukan arti kehidupan karena perjuangan untuk melihat salah satu keajaban di Jepang ini dibutuhkan sebuah pengorbanan, entah itu melawan cuaca dingin, meriang, masuk angin dan lain-lainnya. 


0 komentar:

Posting Komentar