Saatnya Memacu Adrenaline Dengan River Tubing Sungai Pusur Klaten

17 comments

Dalam kamus saya, adrenaline adalah ketakutan. Artinya apapun yang memacu adrenaline adalah menakutkan dan harus dihindari. Namun, sejalan dengan waku saya belajar untuk menaklukan adrenaline dan pelan-pelan bersahabat dengannya. Dahulu, wahana-wahana di Dufan adalah momok, namun sekarang dufan adalah kesenangan yang harus dirayakan. Kini, satu per satu saya mulai bermain dengan adrenaline, walaupun menurut khalayak umum masih dianggap belum begitu memacu adrenaline.

Explore Indonesia Jogja 2016 bersama Aqua Lestari membuka mata saya dan rombongan. Kami diajak untuk liburan sekaligus memacu adrenaline dengan mendatangi tempat water sport yang berada di Klaten, Jawa Tengah. Sebut saja River Tubing, salah satu water sport yang memacu adrenaline dan tenar di social media. Klaten ternyata memiliki River Tubing salah satunya adalah dikawasan sepanjang Sungai Pusur.


Beberapa tahun lalu, sungai pusur lebih mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah dari hulu sampai hilirnya. Warga berlomba-lomba membuang setiap limbah rumah tangga setiap hari selama puluhan tahun. Akibatnya, Sungai Pusur berubah menjadi tercemar dan tak elok dipandang mata. 

Aqua Lestari bersama pemuda-pemuda dari kecamatan Polan Harjo, Klaten berhasil mendobrak kebiasaan membuang sampah tersebut dengan program bank sampah dan kerajinan dari limbah sampah. Hasilnya, luar biasa, sampah yang tadinya mengunung dan menumpuk ditepian sungai, lenyap dalam sekejap. Sungai kembali bersih dan membuat pemuda-pemuda berinisiatif memanfaatkan sungai menjadi water sport yang memacu adrenaline.


Siap Memacu Adrenaline


Kami berpacu dengan waktu, karena matahari sebentar lagi akan tenggelam. Hampir pukul 4 sore ketika pick up tiba ditempat. Saya tak membawa apapun kecuali tubuh dan baju yang melekat. Beberapa orang menenteng action cam untuk mengabadikan keseruan sore itu. Sehari sebelumnya, kami telah bermain dengan adrenaline di Sungai Oyo, sekitar Yogyakarta. Dan kali ini, kami pun melakukan hal yang sama, namun medannya tentu akan berbeda. Sensasinya juga berbeda.

Sebelum berangkat ke sungai, kami mendapatkan penjelasan singkat mengenai alat dan keamanan yang digunakan saat menyusuri sungai pusur. Terdapat helm dan baju pelampung yang kami gunakan, sedangkan kami mengunakan ban besar selama menyusuri sungai.

Kami harus meneteng sendiri ban besar sampai ke sungai yang tak jauh dari tempat mendapatkan briefing tadi. Hanya saja kami harus melewati rumah-rumah warga sebelum sampai di sungai.


Dan, akhirnya sungai pusur pun terlihat dengan jelas didepan mata. Airnya nampak bening cendrung cokelat karena tanah yang berada disekitar sungainya berwarna cokelat gelap. Struktur sungai pusur ini cenderung berbatu dan arusnya lumayan deras. Bisa dibayangkan betapa tertantangnya kami menjelajah sungai pusur ini.

Ban dilemparkan ke sungai, kemudian kami harus melawati bendungan ter;ebih dahulu sebelum berpacu dengan arus. Dan yup, kemudian setelah sampai bawah ban dinaiki dan akhirnya kami siap berpacu dengan adrenaline.


Awalnya saya sempat terjatuh beberapa kali, namun akhirnya saya bisa mengendalikan ban dengan baik dan melaju. Karena bebatuan dan sungainya tak terlalu lebar, sempat membuat ban saya tersangkut kembali, namun beruntung saya lolos kembali.

Sungguh petualangan yang sangat menyenangkan sekali. Apalagi Sungai Pusur ini menjadi salah satu River Tubing yang dikelola sendiri oleh pemuda desa di Klaten, Jawa Tengah .Apabila berminat untuk memacu adrenaline, informasi selengkapnya bisa ke fanpage River Tubing Sungai Pusur.


Terima kasih Airport.id dan Aqua lestari serta sponspor lain dalam acara Explore Indonesia Jogja 2016.



17 komentar:

  1. Main air pas musim ujan gini enak loh mas hahahahah.

    BalasHapus
  2. ini seger banget, main air sambil teriak-teriak Hahahah

    BalasHapus
  3. bisa nge-tubing juga ternyata di Klaten, kemaren Babang cuma ke umbul ponggok aja

    BalasHapus
  4. seru banget kelihatnya pemandangannya juga bagus airnya bening

    BalasHapus
  5. wahh seru banget ya man, aku sebenarnya parnoan tapi penasaran juga hihihihi

    BalasHapus
  6. aku orang klaten, tapi blm pernah ke sini e.lokasi pasnya dimana sih

    BalasHapus
  7. Ketika ada niat dan usaha, disitu ada jalan. Sudah terbukti ya, Sungai Pusur yang tadinya lebih mirip TPA, bisa jadi produktif untuk tujuan wisara dengan adanya gerakan warga yang sadar lingkungan :) Semoga semangat menjaga kelestarian alam ini bisa menular ke seluruh penjuru Indonesia, biar makin keren deh Indonesia...

    BalasHapus
  8. Wah..
    Seru banget sebelum bermain river tubing, sempat mengambil foto di
    air terjun ..

    BalasHapus
  9. kayaknya seru ya menyusuri sungai pada saat musim hujan tapi ya ngeri juga karena airnya pasti deras..

    BalasHapus
  10. memang bener-bener Asyik nih tempat, saya udah pernah. hehe

    BalasHapus
  11. ni mah cocoknya pergi bareng tmen"
    air nya bersih bnget, liatnya aja udh seger beeut

    BalasHapus
  12. Info kali pusur terbentang dari obyek pemandian cokro tulung-polanharjo-delanggu-juwiring.
    Coba deh telusuri pake perahu karet...kanan kiri pohon bambu rindang di atas persawahan..melewati bendungan irigasi hingga sampe turunan air jembatan pleret bulurejo.monggo nikmati tripnya.(pecinta getek debong)

    BalasHapus
  13. Salam satu kali pusur juwiring.ajak3 kitalah kawan bebenah.

    BalasHapus