Saya Traveler Pemula

05.15.00 Bluepacker ID 36 Comments


Wow kok bisa gitu bangga sih disebut Traveler Pemula? Apa yang salah dengan saya, kalau saya memang demikian. Apakah lantas dunia akan berhenti berputar, atau malah saya mengurung diri di dalam kamar dengan segala keluh kesah atas label tersebut. No way, saya malah bangga disebut traveler pemula loh, hahaha.

Ciri-ciri traveler pemula itu ada beberapa versi yang saya dapat dari sebuah situ (lihat disini), hayuk kita lihat satu  per satu ciri-ciri itu :D

Memotret sayap pesawat terbang 


Setiap kali naik pesawat, apalagi dalam posisi duduk strategis di sebelah jendela pesawat, momen yang sangat dinantikan adalah pertunjukan awan, matahari, bintang, bulan, cahaya lampu, pemandangan kota, dan landscape. Apalagi momen pada saat pertama kali naik pesawat pasti akan mengabadikan apa yang ada di depan mata. Sama juga ketika pertama kali ke Jepang waktu itu, saya sangat bergembira, sampai-sampai setiap momen apapun yang terjadi melalui jendela pesawat tak luput dari kamera saya.


Kalau kamu, pasti pernah kan memotret sayap pesawat terbang kan? hayo ngaku?

Mengunggah foto 'temperatur saat ini'
Temperatur atau cuaca disuatu daerah yang kita kunjungi itu sangat penting, apalagi kalau cuaca kota yang dikunjungi berada dititik minus beberapa derajat, sehingga terdapat salju. Beda dengan Indonesia yang hanya memiliki dua musim kan, pastinya akan seru apabila keseruan itu bisa dirasakan oleh orang lain. So, boleh lah pamer-pamer temperatur, asal jangan pamer temperatur diri saat lihat mantan jadian lagi sama yang lain ya.

Mengabadikan kamar hotel

Bagi traveler, akomodasi seperti hotel adalah satu aspek yang paling penting. Kalau dibilang menginap di hotel kelas apa dan dengan budget berapa, itu memang sangat tergantung dengan kebutuhan dan biayanya. Dan, kalau aspek ini tidak dipenuhi, bisa saja travelr mencari alternatif lain, misalnya menginap di rumah orang lain ala couchcsurfing, atau tidur di saat perjalanan bisa jadi alternatif. Saya pernah mengalami tidur di perjalanan ketika saya backpacker dengan beberapa teman di Korea Selatan. Saat itu alternatif yang saya ambil adalah menginap di kereta dari Busan ke Seoul naik kereta api Mugunghwa.



Jadi, tidak hanya hotel saja yang menjadi akomodasi saya selama backpacker ke beberapa negara. Dan, esensi dari sharing mengenai hotel, adalah menyampaikan setiap informasi tempat menginap secara jelas dan detail. 
Menolak transportasi publik dimana pun


Wah, saya justru menerima dengan ikhlas dan sabar segala transportasi publik dimana pun itu, jelas-jelas saya naik jeepney ketika di Manila, naik JR Railway ketika di Jepang, mencoba naik MTR Hongkong, ataupun naik tuk tuk ketika di Bangkok. 


Memotret setiap makanan


Tahun lalu ketika di Korea Selatan, saya menemukan beragama jenis makanan yang sangat baru dan hanya bisa di lihat di Korea. Seperti jajanan pasar yang saya temukan ketika lewat Gwangjang Market di Seoul. Segala jenis masakan tradisional ala Korea ada disana seperti toppoki, bimbimbap, kimbap dan macam lainnya.

Ketika di Jepang beberapa tahun lalu, saya juga makan di Yoshinoya. Saya takjub ketika merasakan daging yang diolah di Jepang rasanya sangat berbeda, lebih tebal teksturenya, dan lembut dagingnya, dan saya malah lupa mengabadikan makanannya. Hal ini malah memicu penasaran saya, kenapa saya tidak memotretnya kemudian membandingkan langsung makanan tersebut.

Lagi-lagi esensi dari memotret makanan bukan hanya pamer saja, namun lebih mendalam, seperti sharing budaya baru melalui makanan yang belum pernah dirasakan atau pun serupa bentuk dan jenisnya namun rasanya berbeda.

Selfie

Selfie itu wajib sebetulnya, namun jangan terlalu over. Kalau ibarat proporsi yang bagus untuk selfie itu tidak lebih dari 50 persen dari total foto perjalanan yang kita miliki. Kalau saya tidak pernah merancang dengan pasti saya harus selfie saat dimana dan jam berapa, tapi idealnya setiap lokasi harus ada foto selfienya hahaha.


Jangan salah juga kalau selfie ini juga berguna untuk menunjukan rekam jejak kita pada destinasi yang pernah kita kunjungi. Apalagi kalau memang destinasi tersebut belum pernah kita datangi, ataupun orang lain belum pernah menemukan lokasi yang kita kunjungi. Wah, pastinya punya kenangan dan kebanggaan sendiri.

Oh iya, jangan salah setiap traveler expertise sekaliber apapun pernah melewati fase-fase sebagai traveler pemula. So jadi traveler pemula itu tak berdosa, yang berdosa itu share foto liburan atau jalan-jalan tanpa menuliskan cerita dibalik foto itu, halah.

Tulisan Traveler Lain
Sitti Rasuna - Bukan  Traveler Pemula 

Baca Juga :

36 komentar:

  1. Jika semua itu dilakukan oleh traveller pemula, aku berpikir keras apa yg dilakukan seorang traveller senior? Pokoknya kita semua memang pemula, kang :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bener banget, setujuh, makanya harusnya jangan ada pembatasan level pemula atau mahir atau junior senior dalam hal pertravelan *halah ngomong apa ini*

      Hapus
  2. Ini topik tentang Traveler Pemula maksudnya jadi semacam posbar gitu ya? Kok banyak banget yang nulis ini. Gak mesti semuanya merupakan ciri traveler pemula sih. Aku sampai sekarang masih melakukan semua aktivitas di atas, baik motret pesawat, selfie, motret makanan, meski udah mulai jalan2 sejak umur 4 tahun. Kalau emang itu masuk kategori Traveler Pemula, aku terima aja deh, itu toh emg diriku masih imut2 dan menggemaskan hahaha :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apaaa kamu imut2, bukannya akyu yah yang imut2 hahaha, tapi memang sampai saat ini gue aja masih melakukan hal yang sama sih hahaha

      Hapus
  3. Kalo klasifikasi traveler pemula akan seperti itu, rasanya saya bakal jadi pemula terus, hehehe. Nothing is bad from being a newbie, you will learn something new every time!

    BalasHapus
    Balasan
    1. I agree with you Putri, every one has own stories, and unique, makanya ngga bisa dijenelasir beginian

      Hapus
  4. Untung aku bukan traveler, aku cuman turisssssss #dikeplak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang Cum, you kan traveler senior bingitsss, jangan ngaku2 turis yak :D

      Hapus
  5. hehehe Heboh, Kalau aku memang sudah nggak "ngelakuin" itu semua bukan akrena aku pro, cuman aku jadul dan nggak kekinian aja. Sekarang malah rajin foto foto makanan sama hotel, buat review, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Zulfa, hahaha sekarang berarti kekinian banget yak Mba hahaha, welkom to the jungle

      Hapus
  6. Eh tampilannya berubah yaaa... Makacih kok linkku dipasang padahal aku ngomongin ibuku hehehe... Btw pengen coba ih Yoshinoya di Jepang, insyallah dua minggu lagi aku ke Jepang Mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Una, kan aku punya dua blog hahaha, ini khusus travel :D, sama2, wah Jepang pengen banget nih kesana :)

      Hapus
  7. nggak cuma pemula, sebenarnya yang senior pun tidak sedikit yang sering upload foto sayap pesawat :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Yoga, wahahah setuju banget semua orang berhak melakukannya kan kan kan :D

      Hapus
  8. manggut-manggut saja numpang lewat, aku traveler kawakan #riya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih riya irawan banget deh mas Alid ini hahaha

      Hapus
  9. iyaa...aku pemulaaa byanget.., karena suka melakukan semuanya kecuali selfi hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Metcha, hahaha sama2 aja lah baru pemula juga hehehe

      Hapus
  10. Lhaaa, foto-foto perjalanannya bagus-bagus dan sudah ke mana-mana bukan traveler pemula lagi lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Rifqy, hahaha ah masa sih, gue masih pemula kok di bandingkan yang lain :D

      Hapus
  11. gw hobi banget loh moto sayap pesawat om.. berarti gw amat sangat pemula bingit yak om..

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Om Agus Susanto, iya traveler pemula banget Om

      Hapus
  12. Saya malah baru akhir2 ini demen banget foto selfie di depan lokasi wisata, biasanya males. Tapi harus dibuang malesnya karena sering dimintain foto profil buat kontributor majalah.

    Yang membedakan foto selfie-nya gak pake tongsis, tapi pake DSLR aja gitu, hahaha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Mas Gio Badai, hahaha merasa sama Mas, dulu malah jarang banget foto di tempat wisata, karena bisa menikmati objek wisatanya dengan puas

      Hapus
  13. Kalimat penutupnya bener banget! *kasih jempol* :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Bartzap.Com, hahaha itulah yang saya rasakan saat ini hihihi

      Hapus
  14. gpp jd traveler pemula... pastinya lebih seru... apa enaknya traveling kalo ga moto2, ga selfie, ga bisa pamer di sosmed ;p... mnding jd pemula aja deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cie mas salman yang udah traveling ke korea.. Btw saya kapan iya saya kesana hihihi :')

      Hapus
  15. Salam kenal mas.. Saya juga Newbie Backpacker.. Hehe..

    visit my blog:
    http://ranseltravel.com/blog

    BalasHapus
  16. aku sering motret sayap pesawat tiap terbang kak.
    Biar bisa pamer, beragam pesawat terbang yang udah pernah dinaikin. *dikeplak*

    BalasHapus
  17. Saya malah belum masuk kategori pemula, berencana nyoba. Masi jauh sih rencananya. Hehehe, salam akrab bang!
    Mengenai memotret setiap moment itu penting, walau yang dipublish tidak semua. Minimal bisa jadi pengingat kita dalam membuat tulisan panjang dari perjalanan itu..

    BalasHapus
  18. Wah, jadi kepengen main ke korea. Kira-kira budget untuk traveling kesana berapa ya mas?

    BalasHapus
  19. Waduh mas, kalau gak suka selfie gak traveler dong. Fix saya gak cocok traveler gitu. hahaha.
    Yang lain sih iya, cuma selfie jarang. Palingan di bandar #ehhh

    BalasHapus
  20. sangat luar biasa dan update trus poting artikel bermanfaat saya selalu akan trus berkunjung dan menikmati artikel terbaru kunjungan balik.

    BalasHapus
  21. menjadi seorang travel blogger sepertinya harus jago motret ya.. hehe

    BalasHapus
  22. Saya juga pemula :D haha jadi sering sering liat blog ini aja deh :D kan sama sama pemula :3

    BalasHapus