Panduan Lengkap Wisata Cirebon

10.30.00 Bluepacker ID 4 Comments

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Cirebon dari Jakarta ditempuh sekitar tiga jam baik mengunakan kendaraan pribadi maupun kereta api ataupun bus. Apalagi semenjak Tol Cipali beroperasi sangat memudahkan  warga Jakarta, Bandung dan sekitar Jawa Barat untuk sampai di Cirebon

Dahulu Cirebon hanya sebuah Dusun kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Karena berkembang pesat dari sebuah dusun berubah menjadi desa akhirnya dinamakan Caruban yang artinya bersatu padu. Tak hanya penduduk lokal, namun pendatang dari Arab, Tiongkok, Jawa, Sunda dan beragam suku lainnya membuat Caruban kaya akan akulturasi budaya. Caruban pada akhirnya berubah menjadi  Cirebon karena pelafalan oleh warganya.

Beruntung sekali saya telah mengunjungi Cirebon beberapa kali. Dan saya rangkumkan dalam panduan lengkap Wisata Cirebon

Transportasi Ke Cirebon

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Akses menuju Cirebon sangat mudah semenjak Tol Cipali telah beroperasional. Dengan mobil pribadi, jarak tempuh dari Jakarta menjadi lebih singkat menjadi sekiar 3 jam perjalanan. Selain mobil pribadi, Cirebon dapat tempuh melalui jalur kereta api dan bus serta armada travel dan sewa (rental) mobil.

Kereta Api 

Kereta Api merupakan pilihan transportasi yang praktis dan mudah dari Jakarta menuju ke Cirebon. KA Argo Jati dan Cirebon Express merupakan dua kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir dan berhenti di Stasiun Cirebon. Bagi penumpang kereta api Ekonomi seperti Matramaja, Tawang Jaya, Tegal Express, Majapahit dan kereta ekonomi lainnya berangkat dari Stasiun Senen dan berhenti di Stasiun Perunjakan di Cirebon. Sedangkan dari kota lain, dapat menyesuaikan stasiun keberangkatan dan stasiun pemberhentian di Cirebon. 

Bus 

Jakarta memiliki beberapa Terminal seperti Kampung Rambutan, Pulogadung, Pasar Minggu dan beberapa terminal lain yang terdapat bus antar kota dengan rute menuju ke Cirebon. Biasanya PO seperti Sahabat, Madona, Pahala Kencana dan liainnya memiliki rute langsung ke Cirebon. Tarif bus ke Cirebon bervariasi mulai dari 50.000 sampai dengan ratusan ribu rupiah. 

Travel dan Rental Mobil

Seperti halnya Bus, armada travel juga melayani rute Jakarta - Cirebon dengan tarif yang bervariasi. Seperti halnya Travel, rental mobil pun dapat dijadikan alternatif menuju ke Cirebon. Silahkan klik infonya di http://www.jakartacirebon.com untuk City Tour dan Rental Mobil.

Wisata 4 Keraton Cirebon

Tak hanya Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan, namun Cirebon juga memiliki Keraton Keprabonan sebagai pelengkap dari 3 Keraton yang diketahui oleh Masyarakat.

Keraton Kasepuhan 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Kasepuhan menjadi Keraton pertama didirikan di Cirebon. Keraton terdiri dari dua komplek yaitu Dalem Agung Pakungwati, berdiri sekitar tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana dan komplek Keraton Pakungwati yang didirikan sekitar tahun 1529 oleh Pangeran Mas Zainul Arifin

Keraton ini menjadi satu tempat wisata yang harus dikunjungi dengan harga tiket masuk 15 ribu rupiah setiap hari dari jam 08.00-15.00 WIB dengan alamat Jalan Kasepuhan No. 43, Kelurahan Kasepuhan, Cirebon.

Keraton Kanoman 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Keraton Kanoman terletak tak jauh dari Keraton Kasepuhan sekitar 1 kilometer. Kanoman merupakan Keraton kedua setelah pada tahun 1666 terdapat pembagian kekuasaan antara Pangeran Raja Martawijaya memerintah Keraton kasepuhan dan Pangeran Raja Kartawijaya yang memerintah Keraton Kanoman

Di Kanoman, terdapat beberapa benda sejarah seperti Kereta Paksi Naga Liman dan Jempana yang masih utuh dan terawat dengan baik. Untuk memasuki komplek Keraton Kanoman tidak dipungut biaya masuk, namun terdapat beberapa guide yang menawarkan jasa pengantar keliling keraton.

Keraton Kacirebonan 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Dengan gaya arsitek yang dipengaruhi oleh Belanda dan Jawa serta budaya Tiongkok, Keraton Kacirebonan merupakan Keraton ketiga di Cirebon. Kacirebonan merupakan pecahan dari Keraton Kanoman pada saat melawan Belanda. Keberhasilan Pangeran M. Khaerudin melecut semangat warga Cirebon melawan Belanda membuat Pangera Khaerudin di asingkan ke Ambon. Pada saat kembali dari pengasingan, Pangeran Khaerudin yang tadinya akan diangkat menjadi Sultan Kanoman ternyata Belanda mengangkat Pangeran Imam Muhdin menjadi Sultan Kanoman Ke-5. Dengan pengangkatan ini maka Pangeran khaerudin mendirikan Keraton Kacirebonan dengan gelar Sultan Kacirebonan I.

Keraton Keprabonan 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Selisih pendapat mengenai status Keraton Keprabonan membuat bangunan peguron peninggalan Putra Mahkota Kasultanan Kanoman Pangeran Raja Adipati (PRA) Kaprabonan ini menjadi bahan perbincangan. Peguron ini didirikan pada tahun 1696 sebagai tempat memperdalam ilmu agama dan menghindar dari dunia kesultanan atau dunia politik.

Wisata Religi 

Ternyata bukan hanya Masjid Agung Cipta Rasa, Masjid Merah atau Makam Sunan Gunung Jati saja yang ada di Cirebon melainkan Klenteng dan Gereja juga menjadi bagian menarik dari Wisata Religi di Cirebon. 

Wisata Masjid 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Cirebon sangat kental dengan Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Sunan penyebar agama Islam. Tak heran jika Cirebon memiliki banyak Masjid yang didirikan langsung oleh Sunan Gunung Jati. Sebut saja Masjid Agung Cipta Rasa dan Masjid Panjunan.

Masjid Agung Cipta Rasa memiliki tradisi unik setiap sholat Jumat. Terdapat 7 orang Muazin (pelantun Adzan) yang mengumandangkan Adzan secara bersama-sama. Konon tradisi unik ini dimaksudkan untuk menangkal sebuah penyakit yang melanda warga sekitar Masjid.

Kisah pendirian Masjid Agung Cipta Rasa pun sangat unik. Warga meyakini bahwa Masjid ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati sebagai arsiteknya. pembangunan berdurasi dari usai Maghrib hingga menjelang sholat Subuh. 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Masjid Merah Panjunan berdiri pada tahun 1480 oleh Pangeran Panjunan atau Syarif Abdurrahman. Pangeran Panjunan kemudian menjadi Murid Sunan Gunung Jati. Di sekitar masjid terdapat pengrajin tembikar atau dalam bahasa setempat disebut Jun. 

Ziarah Makam Gunung Jati 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Sunan Gunung Jati begitu erat hubungannya dengan Sejarah Cirebon dan Islam. Begitu eratnya sehingga Makam Sunan Gunung Jati selalu ramai dipadati peziarah bukan hanya dari Cirebon melainkan dari berbagai daerah lain. Jika melihat ke dalam area makam, arsitektur bangunan sangat unik perpaduan dari beberapa budaya yang berkembang di Cirebon.

Sepanjang bagian dinding bangunan komplek Makam terdapat banyak porselen yang berasal dari Tiongkok (China). Porselen tersebut dibawa oleh Nyi Mas Ratu Rara Sumedang pada sekitar abad ke-13. Selain porselen, tergambar pula ayat-ayat suci Al-Quran dalam bentuk kaligrafi sebagai bentuk akulturasi budaya Arab. Sedangkan budaya Jawa terihat dari bentuk banguan yang menyerupai limasan.

Klenteng, Gereja dan Pura

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Selain Masjid, terdapat pula Klenteng, Gereja dan Pura yang terdapat di Cirebon. Kehadiran Klenteng, Gereja dan Pura membuktikan bahwa akulturasi budaya memang terjadi di Cirebon.

Beberapa Klenteng atau Vihara yang berada di Cirebon tidak terlalu banyak. Dua diantaranya adalah Vihara Pemancar Keselamatan dan Klenteng Lithang Khonghucu. Vihara Pemancar Keselamatan terlentak di antara Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Vihara ini terletak di Jalan Winaon, Cirebon.

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Klenteng Lithang Konghucu berada tak jauh dari Vihara Pemancar Keselamatan di Jalan Talang dan dekat dengan Pasar Talang. Klenteng ini digunakan oleh umat Khonghucu untuk beribadah. Selain dekat dengan Pasar Talang, Klenteng ini tak jauh dari Cirebon Mall.

Untuk Pura Agung Jati Permana terdapat di Jalan Bali sedangkan Gereja terhitung berjumlah sembilan di Cirebon dan salah satunya berada di Jalan Yos Sudarso bernama Gereja Krsiten Pasundan.

Hotel Di Cirebon 

Memilih hotel di Cirebon bukanlah yang sulit karena pilihan Hotel sudah sangat beragam mulai dari hotel kelas bawah sampai hotel dengan kelas berbintang. Nah, karena terlalu banyak, saya pilihkan satu hotel yang bagus di Cirebon, yaitu Batiqa Hotel.

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Beberapa kali saya berkunjung ke Cirebon, ini kedua kalinya saya merasakan menginap di Batiqa Hotel. Lokasi Hotel yang tak jauh dari Goa Sunyaragi dan Mall seperti CSB Mall dan Gerage Mall membuat saya memiilihnya sebagai hotel favorite pada saat saya berkunjung ke Cirebon. 

Satu yang khas dari Batiqa Hotel adalah sentuhan interior corak batik Mega Mendung yang terkenal dari Cirebon. Dan salah satu hal yang saya sukai adalah dominan warna biru pada lambang Batiqa Hotel berupa bunga anggrek.


Batiqa Hotel Cirebon memiliki 108 kamar standard dan 11 kamar suite dengan fasilitas fitness center, FRESQA Restoran dengan Internasional dan Tradisional menu, Lounge, Bussines Center, Meeting Facilities, Shuttle Service, Coffee Shop, WIFI dan berbagai fasilitas yang lainnya.

Letak Hotel berada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kesmabi, Cirebon dan dekat dengan Stasiun Perunjakan dan Stasiun Cirebon. Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi websitenya di www.batiqa.com atau telepon ke (0231) 833 8000

Postingan Review mengenai Batiqa Hotel Cirebon silahkan lihat disini ya




Wisata Kuliner 

Menikmati kuliner Cirebon merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dihindari. Selain karena rasanya yang enak, faktor harga yang lumayan terjangkau inilah yang membuat kuliner Cirebon banyak di kunjungi.

Empal Gentong

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Makanan mirip gulai (gule) ini dimasak dalam periuk atau gentong dengan kuah berisi usus, babat dan daging sapi. Empal getong sangat istimewa karena kegurihan santan dan bumbu yang pas. Terdapat beberapa tempat yang menjual empal gentong seperti di Amarta dan Apud.

Nasi Lengko

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Nasi Lengko atau Sega Lengko dalam Bahasa Cirebon merupakan kuliner yang kaya akan protein dan serat karena berisi campuran dari nasi putih, tempe goreng, tahu goreng, mentimun, tauge, daun kucai, bawang goreng, bumbu kacang dan kecap manis. Nasi lengko biasanya dihidangkan dengan tambahan berupa sate kambing.

Nasi lengko tersebar di beberapa tempat di Cirebon, dua diantaranya adalah H.M. Sadi di Jalan Pagongan dan H. Barno di Jalan Bahagia Cirebon.

Nasi Jamblang 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Seperti halnya Nasi Lengko, Nasi Jamblang ini merupakan campuran antara nasi putih dengan lauk pauk yang bermacam-macam seperti telur, ikan, ati ampela, ayam, perkedel, sayuran, gorengan dan lauk-pauk lainnya yang beragam. Nasi putih dengan lauk pauk ini disajikan dengan mengunakan dau jati atau daun jamblang dalam bahasa Cirebon.

Beberapa Nasi Jamblang yang terkenal adalah Mang Dul di Jalan Doktor Cipto Mangunkusumo, Ibu Nur di Jalan Cangkring dan Pelabuhan di Jalan Pasuketan.

Docang

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Docang merupakan kuliner Cirebon yang konon merupakan peninggalan dari Sunan Gunung Jati. Docang terdiri dari campuran lontong, daun singkong, tauge, kerupuk, dan dicampur dengan sayur dage atau tempe gembos yang disajikan dengan parutan kelapa.

Docang yang patut dicoba antara lain adalah Docang di Jalan Kesambi, Jalan Siliwangi dan Docang Pak Kumis di Jalan Tentara Pelajar, dekat dengan Gerage Mall.

Nasi Bogana

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Nasi Bogana merupakan makanan favorite para Raja di Cirebon. Makanan ini mirip dengan nasi kuning namun yang berbeda dengan nasi kuning adalah campuran kelapa dan kunyit. Sajian nasi ini dipadu dengan tahu, telur, daging ayam dan bumbu lainnya. Nasi Bogana bisa dinikmati pada restoran di Keraton Kacirebonan yang buka hampir setiap hari.

Wisata Lain Di Cirebon 

Selain Wisata Keraton, Religi dan Kuliner, terdapat beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Goa Sunyaragi, Batik Trusmi, Wisata Gedung (Pabrik) BAT, dan wsiata lain yang belum sempat dijelajahi. Namun, saya akan bahas Goa Sunyaragi, Kampung Batik Trusmi dan Gedung (Pabrik) BAT.

Goa Sunyaragi

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Goa sunyaragi merupakan tempat beristirahat para Raja dari Kesultanan di Cirebon. Selain beristirahat tempat ini digunakan untuk mencari waisat atau bersemedi (meditasi) meninggalkan hiruk pikuk duniawi. Bangunan ini bukan menyerupai istana namun seperti candi dan berbukit-bukit dikelilingi oleh aliran air.

Goa sunyaragi sempat dirusak oleh Belanda karena diduga sebagai tempat mengatur strategi perang melawan Belanda. Sekitar tahun 1852 dilakukan perbaikan, sementara pada tahun 1976 hingga tahun 1984 dilakukan pemugaran secara total. Goa Sunyaragi terletak di by pass Bridgen Dharsono kelurahan Sunyaragi, Kesambi.

Kampung Batik Trusmi

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Ke Cirebon belum lengkap tanpa berbelanja kerajinan batik yang khas yaitu Batik Mega Mendung. Tak puas dengan satu atau dua toko saja? Mampirlah ke Kampung Batik Trusmi yang berlokasi di Desa Trusmi, Plered, Cirebon.

Konon Kampung ini merupakan prakarsa dari Ki Gede Trusmi, salah satu murid Sunan Gunung Jati, yang menyebarkan agama islam melalui seni membatik. Dan yang membanggakan, Mega Mendung, maotif batik Cirebon, menjadi salah satu ikon Batik Nasional. Ayo belanja batik di Kampung Batik Trsumi!

Gedung (Pabrik) BAT 

bluepackerid.com - Panduan Lengkap Wisata Cirebon

Gedung BAT atau British American Tobaccos menjadi salah satu Cagar Budaya di Cirebon. Gedung yang dahulunya merupakan pabrik untuk memproduksi rokok. Gedung ini didirikan pada tahun 1924 dan digunakan sampai setelah perang dunia kedua.

Pada masa setelah kemerdekaan, Gedung ini sempat dijadikan pabrik rokok oleh PT Bentoel International Investama dan berhenti beroperasi pada tahun 2010. Gaya arsitektur BAT ini menganut faham Art Deco berdasar pada bentuk geometris matematis yang terlihat elegan, glamor dan modern.

Setelah mendapatkan panduan lengkap mengenai Wisata Cirebon, kapankah kamu ke Cirebon untuk sekedar menikmati kuliner atau menikmati senja di Goa Sunyaragi? 

4 komentar:

  1. Pengalaman tak terlupakan selama jalan-jalan di Cirebon :)

    BalasHapus
  2. wah lengkap banget! Kemaren kan belum semua tuh, berarti pan kapan kudu ke Cirebon lagi yaaag :D

    BalasHapus
  3. Aku tau jarak jakarta cirebon itu 258 km #BacaDariBlogMbakDonna hahaha.

    Gw cirebon yg bikin kangen cuman kulinernya doang

    BalasHapus
  4. Terima kasih panduannya, kebetulan saya berencana untuk berlibur ke cirebon,,

    BalasHapus