Delicious Indonesian Signature Dish At Porta Venezia, Aryaduta Semanggi

2 comments

Kadang Ibukota menawarkan kerinduan yang sempurna pada kampung disana. Walaupun banyak pula penawar atas kerinduan sesaat yang memanjakan semua indera termasuk indera perasa. Kampung halaman saya berada di pesisir pantai utara, jadi wajar selera masakan saya pun tak jauh-jauh dari masakan jawa yang manis, semanis saya hehehe. 

Citarasa masakan jawa identik dengan kuah kental, manis dan sambal ini setidaknya identik dengan masakan nusantara yang mengenal sambal dan rempah sebagai bumbunya. Meskipun tak bisa digeneralisir, namun setidaknya masakan di Pulau Jawa memiliki citarasa nusantara secara umum. Apalagi bagi orang yang Indonesia di luar negeri sana, pasti akan kangen dengan masakan masa kecilnya. Nah, yang saya rasakan saat ini. Rindu seindunya dengan masakan rumah.


Porta Venezia, sebuah gerbang menuju Milan, Italia. Nama ini diabadikan sebagai salah satu restoran masakan Italia di Jakarta, tepatnya di Semanggi. Porta Venezia merupakan bagian dari Arya Duta Hotel Semanggi. Saya cukup familiar dengan kawasan ini, dulu kantor saya sangat dekat dengan semanggi dan setiap saat pasti bolak-balik ke Semanggi. Namun, untuk saat ini, saya cukup jarang ke Semanggi, malah saya lebih sering ke Kuningan City karena menemukan tempat baru untuk sekedar nongkrong atau menyelesaikan tulisan di blog saya.

Dihibur sama Live Music Keren :D
Indonesian Signature Dish 


Porta Venezia memiliki ciri khas Italia yang kental, bahkan setelah ditelusuri melalui google pun, banyak review menyatakan bahwa tempat ini memiliki spesialisasi dalam masakan Italia atau Europian taste. Namun, kali ini saya diajak menikmati sajian khusus bertema Indonesian Dish, sebuah citarasa yang sangat saya kenal dengan ramuan rempah dan bahan-bahan lain yang khas.

Dalam kamus saya, Makanan Indonesia tidak pernah gagal memuaskan indra perasa, bahkan selalu mempesona dan penuh senasi sehingga ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain Makanan, Indonesia memiliki beragam ramuan rempah yang beragam sebut saja jahe, kunir, beras kencur, bandrek dan lain-lain. Bayangkan sajian makanan dan minuman Indonesia dalam bentuk yang lebih cantik dan indah berada dalam satu waktu yang sama. Bisa ditebak, saya tak ingin menyantapnya melainkan memotretnya berlama-lama untuk mencari angle terbaik.

Appetizer 

Makanan pembuka biasanya dibuka dengan makanan ringan pengugah selera makan seperti gorengan, sup atau salad, namun Porta Venezia justru menyajikan gado-gado, rujak dan lumpia. Oh wow, how came gado-gado and rujak be part of this appetizer? Biasanya kan gado-gado disajikan sebagai menu utama. Hahaha tenang pemirsa, gado-gado atau rujak ini justru akan mengugah selera makan loh.

Gado-gado


Jika yang kamu bayangkan adalah gado-gado dengan porsi besar dan mengenyakan itu salah besar. Totally wrong. Porsinya cukup sedikit dibandingkan dengan gado-gado pada umumnya. Penyajiannya pun sangat indah. Pertama melihat bukanya ingin menyantap tapi malah memandanganya saja karena indah.

Masalah rasa, gado-gado ini sebagian besar berisi sayuran rebus dengan sambal khas gado-gadonya. Saya sangat suka dengan sambalnya. Racikan sambalnya sangat pas bahkan sangat enak untuk ukuran gado-gado.

Rujak Buah 


Kombinasi buah segar dan sambal kacang membuat mulut merasakan sensasi segar. Mungkin inilah satu alasan mengapa rujak buah menjadi salah satu appetizer kali ini. Untuk buah saya memang pemilih, sehingga tak semua buah menarik selera saya. Coba ada mangga didalamnya, maka mulut ini tak akan berhenti mengunyah.

Lumpia 


Lumpia yang saya kenal itu biasanya berisi rebung (tunas pohon bambu), makluma saja saya dulu pernah menetap di Semarang. Lumpian sebetulnya isinya sangat beragam dan bisa diisi apapun seperti daging, sayura atau bahkan buah, oh wow. Dihadapan saya sudah disuguhkan lumpia dengan isi bihun dan udang yang mejulur dari lapisan luar yang renyah. Dapat dibayangkan bahwa paduan bihun dan udang memiliki taste tersendiri dan enak menurut saya.

Main Course  

Sepertinya saya memang menunggu-nunggu menu utama hadir untuk dihidangkan. Dari daftar yang dihidangkan terdapat empat menu utama yaitu Indonesian Seafood Platter, Gurame Pecak, Iga Sambal Mangga dan Tongseng Kambing. It's look so tasty banget ya. Mari kita menjelajah rasa demi rasa.

Indonesian Seafood Platter


Ada tuna, sate lilit, udang, sambal dan nasi. Paket komplit banget ini mah namanya. Secara personal saya menikmati tuna dan sambal, sedangkan rasa sate lilit memang tidak semenarik tuna tadi. Untuk udang, dengan ukuran yang begitu besar dan digoreng garing membuat kombinasi seafood platter ini makin komplit.

Gurame Pecak 


Gurame ukuran sedang dengan sambal diatasnya membuat sajian ini luar biasa perfect. Apalagi sambal yang diracik mengugah selera makan dan menyantapnya lagi dan lagi.

Iga Sambal Mangga


Iga ini diapain juga pasti hasilnya enak banget hehehe. Kali ini sajian Iga dibakar dengan matang ditambah dengan sambal mangga yang segar. Oh rasanya tuh pengen makan iga ini lagi.

Tongseng Kambing


I love the sweet thing. Dan tongseng kambing yang disajikan benar-benar semanis yang dirasakan dan daging kambingnya pun empuk. Jadi tidak ada alasan lain kecuali harus menikmatinya kan.

Dessert

Dessert is always in my list. Pokoknya kalo bagian ini saya selalu exicited banget. Apalagi dessert yang disajikan namanya unik-unik seperti Chocolate Talam Jagung, Es Selendang Mayang dan Colenak.

Chocolate Talam Jagung



Yang terpenting dalam sajian ini adalah cokelat dan jagung. Cokelat sangat dominan dipadu dengan bagian atas yang manis dan berisi jagung dalam adonan. Butuh waktu untuk menerka-nerka dimanakah jagung itu berada.

Es Selendang Mayang 



Es krim hampir saja meleleh karena saya asik memotret dessert ini. Ketika menyuapkan satu sendok teh ke dalam mulut, es krim ini menyatu dengan gula jawa cair. Setelah itu suapan kedua, barulah saya meraasakan perpaduan sempurna antara es, gula jawa dan pacar cina atau lebih seperti dawet teksturnya.

Colenak


Sajian ini hampir membuat saya tertipu. Tebak apa isi bagian bawah? bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya, isinya adalah peyuem atau singkong yang difermentasi dan kemudian disajikan sedemekian rupa. Secara personal, saya hanya menikmatinya 60 persen saja, selebihnya saya hanya meringis merasakan rasa asam. Memang saya menghindari jenis peyeum ini dan hanya mencobanya sedikit saja.

Live Music Dan Sajian Lain




Nah kalau malam sabtu berada disekitar semanggi dan ingin dinner dengan suasana Italia atau Eropa bisalah mampir ke Porta Venezian. Masalah harga, all in dinner atau buffet ini biasa dibandrol dengan hanya puluhan ribu saja atau dibawah 100 rb. Wow, harga fantastis namun kelasnya bintang banyak kan.




Informasi Porta Venezia , Aryaduta Semanggi , Jakarta

Alamat Lengkap 
AryaDuta Semanggi
Jl. Garsium Dalam No. 8, Karet Semanggi
Jakarta Selatan 12930

Phone 
+62 21 251 5151

Email 
info.semanggi@aryaduta.com

Website 
www.aryaduta.com

Maps 

2 komentar:

  1. Porsi nya kalo buat aku sech kurang jumbo hahaha, eh tapi ada nasi itu bisa bikin kenyang ding

    BalasHapus
  2. wah manteb tuh bikin lapar aja

    BalasHapus