Jelajah Pesona Lampung, The Treasure Of Sumatra

23.57.00 Bluepacker ID 8 Comments

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Kain Tapis ini dipercaya sebagai penyelaras manusia terhadap alam, mahluk hidup lain dan Sang Pencipta. Warna emas yang dominan dan motif tumbuhan dan hewan menjadi salah satu ciri khas kain tapis. Pembuatan kain biasanya mengunakan kapas dengan benang tenun berwarna perak atau emas. Begitulah masyarakat Lampung menciptakan identitas pakaian dengan sangat detail dan berkelas.Pesona seseorang akan terlihat lebih menarik saat memakai pakaian dipadu dengan Siger, mahkota bagi seorang wanita. Sungguh mata ini tak akan berkedip ketika melihat Muli (sebutan gadis di Lampung) berhias dan mengenakan pakaian adat lengkap.

Ah, Kain Tapis bukanlah satu-satunya Pesona Lampung yang saya kenal. Masih banyak dan tak akan habis ketika saya bercerita mengenai Lampung. Sebut saja Danau Ranau dengan pemandangan Gunung Seminung, Lembah Batu Brak, Bukit Kabut, Rumah Adat Lampung dan beberapa tempat di Lampung yang pernah saya kunjungi. Beruntung sekali saya diajak oleh Mas Yopie dan kawan-kawan dari Lampung Barat dalam rangkaian Festival Skala Brak tahun lalu. Meski telah berlalu, namun memori kecil saya masih mengingat setiap pesona tempat yang saya kunjungi.

Menikmati Senja Di Danau Ranau Dengan Pemandangan Gunung Seminung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jejak langkah saya masih tertinggal di Danau Ranau, Lampung Barat. Beberapa bagian Danau Ranau masuk dalam wilayah Sumatra Selatan. Wilayah ini bisa disebut sebagai batas terluar Provinsi Lampung di bagian Barat. Mobil yang membawa saya dan beberapa kawan cukup lihai menerobos hujan kecil dan lumpur. Walaupun sebagian jalan beralaskan tanah, namun perjalanan saya cukup nyaman. 

Selama perjalanan dari Liwa, saya banyak menemui pohon-pohonan lebat di sisi kanan dan kiri. Pantas saja karena kawasan ini masuk dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kawasan ini sangat luas dan tercatat sebagai hutan warisan Dunia oleh UNESCO. Saya tak sabar melihat lebih dekat danau indah dengan panorama Gunung Seminung. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setengah jam penantian dari Liwa, akhirnya mobil berhenti tepat di sebuah penginapan. Penginapan ini langsung pemandangan Danau Ranau yang membentang dipercantik dengan pemandangan Gunung Seminung. Bisa dibilang, inilah salah satu spot terbaik untuk menikmati sejuknya udara setelah hujan dan senja yang sebentar lagi akan hadir.

Jarak penginapan dan danau tak lebih dari ratusan meter, sangat dekat. Diujung penginapan, terdapat rumah panggung kecil dengan alas kayu, sedangkan disisi rumah panggung kecil terdapat bebatuan yang bersentuhan dengan air danau. Kemudian saya masuk kedalam rumah panggung kecil yang bersebelahan dengan tambak ikan air tawar milik warga sekitar. Dapat ditebak, mata pencaharian warga sekitar adalah petambak ikan dan petani kebun disekitar hutan. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Gunung Seminung memang berkabut kala itu, namun tak mengecilkan hati saya menikmatinya, bahkan foto yang saya ambil cukup membuat saya terpesona. Saya, Danau Ranau dan Gunung Seminung menyatu dalam satu bingkai. Foto ini menjadi salah satu favorite saya selama perjalanan ini.

Danau Ranau menjadi salah satu spot terbaik untuk melalukan wisata dan olahraga air karena kedalaman dan ketenangan airnya. Lampung Barat sangat beruntung memiliki potensi wisata air terbaik di Lampung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Saat Matahari telah meredup dan menghilang di Bukit Barisan Selatan, saatnya saya menikmati senja yang akan segera menghilang. Untung saja, Matahari masih mau muncul pada saat senja, padahal dari siang, hujan telah terlebih dahulu turun dengan durasi cukup lama.

Saatnya menikmati sepotong senja dengan sajian kopi, obrolan ringan bersama teman dan duduk-duduk manis menghadap Gunung seminung.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sunrise Di Bukit Kabut

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Jarang sekali saya menjumpai sunrise dan kabut dalam satu waktu. Biasanya, jika Matahari muncul, kabut pun akan sirna terkikis sinar yang panas. Namun, kali ini teori saya seratus persen salah. Bukit Kabut di Lampung Barat, ditempat ini saya menemukan sebuah keindahan kala pagi. 

Akses menuju Bukit Kabut Bawang Bakung berkelok-kelok dan cukup menukik, untung saja jalan sangat mulus walaupun beralaskan tanah dan bebatuan kerikil kecil. Sebelum memasuki kawasan berliku-liku, saya melewati sebuah desa dengan rumah-rumah khas Lampung Pesisir. Kawasan ini disebut Pekon Negeri Agung. Untuk menemui kabut, pagi hari sekitar pukul 5 sampai 7 adalah waktu yang ideal karena kabut tebal sudah mulai hilang berlahan-lahan dan pemandangan perbukitan pun sangat menawan.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Spot inilah yang mampu menarik orang-orang berburu kabut di  Lampung Barat. Dunia maya telah menjadi saksi bagaimana viralnya tempat ini. Matahari telah berada di atas ketika saya melihat sekeliling yang masih ditutup kabut. Mungkin kala itu waktu belum genap menunjukan pukul 7 pagi. Antara bahagia dan terpesona, kamera ini tak henti-hentinya mengabadikan seluruh landscape dari kaki bukit sampai puncaknya.

Tak salah jika Bukit Kabut ini menjadi tempat terbaik karena kabutnya yang tahan lama dan tampak sangat elok mengikuti setiap lekuk perbukitan dipandang dari sudut puncak bukit. Sayang, perjumpaan dengan tempat ini harus disudahi, saya harus menjumpai tempat lain yang tak kalah menariknya. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Rumah Adat Lampung Di Pekon Negeri Agung

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Setelah berburu kabut di Bukit Bawang Bakung, rombongan sempat berhenti sejenak di Pekon Negeri Agung. Sebutan Pekon sama artinya dengan desa secara umum, hal pembeda hanyalah struktur administratif saja. Pekon dipimpin oleh Peratin yang dipilih oleh penduduk setempat. Negeri Agung masih menyimpan adat secara rapat meski tetap disesuaikan dengan roda zaman yang terus berputar. Terlihat dari rumah adat yang tetap kokoh berdiri dan sangat unik.

Rumah Adat Lampung berbentuk rumah panggung seperti rumah-rumah di daerah Sumatra pada umumnya. Namun, Lampung memiliki corak khas berupa warna cerah dan kontras seperti warna Siger dan Kain Tapis.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Hampir sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan beralaskan tanah. Namun mengikuti perkembangan teknologi, terdapat beberapa rumah yang dimodifikasi sehingga mengunakan tembok sehingga bangunan tampak kokoh. Konon salah satu alasan mengapa mengunakan kayu sebagai bahan pembuatan rumah adalah  gempa akibat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883, banyak bangunan rumah bertembok rentak bahkan runtuh, sedangkan bangunan dengan bahan kayu malah masih tegak berdiri.

Rumah Adat memiliki beberapa bagian pokok yaitu loteng sebagai penyimpan barang berharga, serambi untuk menerima tamu, ruang keluarga untuk berkumpul bersama keluarga, kamar tidur utama dan kamar tidur kedua dan ruang dapur serta ruang belakang yang digunakan oleh ibu-ibu.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain pembagian ruangan, pada setiap sisi-sisi rumah terdapat hiasan berupa ornamen, ukiran dan aksara kuno. Diantara aksara kuno tersebut adalah Nemui-Nyimah yang berarti menjaga tali silaturahmi dengan mengunjungi setiap sana keluarga dan bersikap ramah tamah terhadap tamu. Begitulah salah satu sikap hangat warga Lampung saat menerima tamu darimanapun berasal seperti rombongan kami.

Hamparan Sawah Di Lembah Batu Brak 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Selain Bukit Kabut, kabut ternyata bersahabat di Liwa, Lampung Barat. Ketika menunjungi Lembah Batu Brak, saya masih menjumpai kabut padahal surya telah terbit di timur sana. Untuk menuju Lembah, puluhan anak tangga harus dilalui terlebih dahulu sebelum menemui hamparan sawah di unjung lembah. Udara masih sangat segar ditambah dengan pepohonan hijau disisi sepanjang jalanan.

Saat menuruni tangga, banyak warga sekitar yang berjalan menaiki anak tangga sambil membawa cucian dan peralatan mandi. Rupannya, tepat dibawah tangga terdapat pemandian umum dengan sumber air yang masih alami. Konon, pemandian ini dipercaya bersumber dari tujuh mata air yang berbeda atau disebut pancuran tujuh. Apabila sering mandi dipancuran air tersebut akan awet muda. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Secara logis kepercayaan tersebut sangat tidak masuk akal, namun jika diperhatikan, akses untuk menuju pemandian tersebut dilalui puluhan anak tangga sehingga membuat tubuh menjadi fit dan segar. Disamping itu, sumber air yang alami tentunya akan membuat wajah tetap segar. Saya sempat masuk ke dalam pemandian dan mencoba mencuci muka dengan airnya, memang benar air sangat segar dan membuat wajah berseri-seri.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Dan, hamparan sawah dengan pemandangan bukit memanjakan mata saya. Walaupun, masa kecil saya sering main disawah namun suasana sejuk pagi cukup menyegarkan mata saya yang cukup penat dengan gedung bertingkat di Jakarta.

Setelah berjalan menyusuri sawah, akhirnya saya berhenti di salah satu bukit. Untuk melihat hamparan sawah yang luas, akhirnya saya memberanikan diri naik ke atas bukit. Dan benar saja, setelah diatas bukit. Hamparan sawah ini menjadi salah satu landscape indah. 

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Himpun Agung Dalam Festival Skala Brak

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Salah satu event yang dikunjungi adalah Himpun Agung di Kepaksian Skala Brak. Kepaksian Sekala Brak merupakan salah satu kerajaan di Lampung. Dahulu, kepaksian inilah yang memegang pemerintah sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Himpun Agung bisa disebut sebagai Musyawarah Agung Para Sultan Kerajaan Adat Paksi Skala Brak. Riuh ramai sangat terlihat kemeriahan Kepaksian Sekala Brak dalam menyambut Tamu Agung dari berbagai Kepaksian dan Pemerintahan. Tak hanya sambutan, melainkan hidangan pun disajikan untuk seluruh tamu yang hadir.

bluepackerid.com - Jelajah Pesona Lampung , The Treasure Of Sumatra

Sejatinya, Himpun Agung inilah akar tradisi Musyawarah Mufakat yang sering digemakan di Gedung DPR/MPR di Senayan. Bahkan Ketua MPR, Pak Zulkifli Hasan turut hadir dalam Himpun Agung untuk menerima Anugerah Lencana Kerajaan dan Keris Pusaka Pangeran Batin Sekahandak yang pernah dipakai dalam menyelesaikan konflik Rejang Lebong dan Bumi Pasemah Lebar.

Festival Krakatau akan hadir sebentar lagi di Lampung, Agustus akhir 2016. Pesona Krakatau yang tak hilang dimakan usia membuat festival ini layak untuk dinikmati masyarakat Indonesia. Info lebih lengkap silahkan akses www.lampungkrakataufest.com. Saya tunggu di Lampung ya. See you. 


8 komentar:

  1. Banyak yang mempesona di Lampung. Salah satunya adalah kain tapis nya. Sedihnya Aku belum punya satupun karena mahal hehehe

    BalasHapus
  2. Kain tapis emang mahal karna prosesnya itu loohh..hehhe

    Begitu banyak tempat indah di lampung. #Makin Cinta



    Btw salam kenal, ya Kak. :D

    BalasHapus
  3. Ah jadi rindu ranau trus makan mujaer kumbang nya yg yummy enedes banget

    BalasHapus
  4. Lampung emang menggoda. Lokasi yang tak jauh dari Jawa, namun masih belum banyak destinasi yang dikenal; paling yang sering disebut hanya Way Kambas, Kiluan, Krakatau, atau bahkan kopinya :-D

    BalasHapus
  5. Semoga festival ini bukan hanya seremonial belaka ya. Mudahan menyentuh substansi, meningkatkan geliat perekonomian terutama kaum petani dan nelayan. Akses jalan lebih diperhatikan.
    Eh, kog malah curhat yaa ;)

    BalasHapus
  6. Yeeeyy semoga kakak ke Lampung yaaaa heeheheh biar bisa Chebox bareng dengan temen temen di Lampung huh.!!

    BalasHapus
  7. lampung emang punya sisi unik. aku pernah makan sambal pakai duren. iyuuuhhh banget. duren enak2 disambelin. tapi yg berkesan di lampung itu, adalah pahawang. hehe

    BalasHapus
  8. pemandangan yang sangat indah, melihat sawahnya pun seperti dalam lukisan padahal foto, keren..

    BalasHapus